Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
tuan posesif


__ADS_3

Alis Rama berkerut setelah menerima panggilan dari tuan Garra. Percakapan singkat dan jelas membuat Rama menatap arah yang tidak tentu.


Rasa khawatirnya menyapa relung hati Rama.


"Nona Maira semoga anda baik baik saja." Gumam Rama dengan cemas dengan keadaan Maira.


secepat mungkin Rama menelfon dokter Ali sahabat sekaligus partner kerja Saham dengan Garra.


"Malam tuan Ali, aku menelfon Anda karena tuan Garra ingin anda menemuinya di Brescout sekarang." penyampaian yang begitu jelas.


"Terjadi sesuatu dengan Garra." ucap cemas Ali.


"Aku sendiri kurang yakin, tapi ada yang lebih mengkhawatirkan yaitu keadaan nona Maira." jantung Rama serasa mau meledak saat bicara tentang asmara tuan Garra.


"Baik, tiba dalam 5 menit. Bertemu di sana."


"Aku penasaran wanita mana yang di nikahi Garra, selain Sasha." suara tawa terdengar setelah nya.


Ali dan Rama membela jalanan yang mulai gelap. Kejantanan mereka di jalan sudah tak perlu di ragukan lagi.


Mereka adalah rajanya dengan lokasi berbeda dan menaiki mobil berbeda mereka seperti sedang berlomba balapan untuk sampai lebih dulu.


Siapa kah juaranya?

__ADS_1


Ali dokter di rumah sakit Andora yang


mana itu rumah sakit swasta yang kelas atas. Ali sendiri menjadi pemimpin karena bantuan Garra terlebih lagi kemampuan nya yang di berkati tuhan.


Manusia yang bertangan tuhan seperti Ali sangat di cari oleh orang-orang yang memiliki keuangan yang berlimpah saat ada keluarga mereka sakit. Namun Ali adalah tipe yang pilih pilih pasien juga tentunya.


Sebagai kolega sesama bisnis Ali sangat paham kalau posisinya bukan hanya sekedar pemimpin ataupun dokter rumah sakit Andora. Ali yang berperan penting dalam mengatur strategi saham Garra.


walaupun demikian Ali memiliki sifat jauh lebih lembut di banding Garra yang posesif Ali sedikit lebih sabar dari Garra.


perawakan Ali yang sedikit berotot dari Garra membuat ia terlihat begitu kekar.


Beralih dari kisah Ali, Kembali lagi dengan tujuan mereka yang akan menuju rumah Garra.


kecepatan mereka di atas rata-rata namun mereka terlihat santai dan begitu menikmati nya. Jalan raya yang padat sama sekali bukan halangan bagi mereka untuk mendarat mulus dengan tepat waktu.


Memasuki kawasan Brescout milik Garra yang luas dan asri. Begitu menggoda di pandang mata bagi yang melewati nya.


Kedua mobil mewah dengan pengendara yang handal sampai tepat di depan pintu rumah megah itu.


Kedua seperti sepasang detektif keren. Satu dengan setelan Kasual yang membuat nya terlihat santai namun elegan. Sementara sang sekretaris Rama yang selalu memakai setelan jas khas-nya terlihat tak kala menariknya dengab Ali sang dokter sekaligus sahabat Garra.


"Kau benar-benar perfec." puji Ali saat keluar dari mobil walaupun setengah badan nya masih di dalam.

__ADS_1


"Anda yang terbaik tuan Ali." balas Rama dengan memuji.


"Maksud ku sepatu mu." berlalu lebih dulu dari Rama.


Raut wajah Rama seketika menjadi hening tanpa ekspresi akibat ulah Ali yang sering mengejek.


"Ah pemberian tuan Garra." mengikuti Ali dari belakang menuju kamar Garra.


Langkah demi langkah mereka tapaki hingga langkah mereka sampai di depan pintu kamar Garra.


"Kalian berdua mengendarai keong yah. Sampai saja mesti memakan waktu lama." Marah Garra saat membuka pintu kamarnya.


"Wow kalian berdua ....... ?"


"Heh seperti nya aku bakal punya ponakan." dengan melangkah mendekati Maira yang tengah menggigil.


"Jangan sentuh walaupun ujung kuku kakinya " nada ancaman Garra bersamaan dengan tatapan elangnya.


"Lalu haruskah aku memeriksanya dengan telepati ku yang mulia Garra Wiliam." mulai mengejek dengan meraih pergelangan Maira.


"Mengizinkan mu hanya untuk melihatnya saja aku tak Sudi. Kalau kau berniat hidup di jalanan aku bisa mengirim mu ke hutan Amazon. Bahkan sebelum kau berkedip." semakin sarkas Garra berucap dengan wajah serius.


Sementara raut wajah Rama tak percaya dengan apa yang di lihat nya.

__ADS_1


like dan comen yah vote nya juga. biar besok up 3 bab.


__ADS_2