Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Delusi Gaara


__ADS_3

Delusi Gaara.


Di lihatnya seseorang yang sedang memakai gaun pengantin


berwarna hitam dengan riasan make up yang tajam dan berani, gadis itu terlihat


seperti ibu peri yang jahat.


Gaara menatap dirinya dari pantulan cahaya di sana


dirinya menggunakan jas, oh apakah benar mereka akan melangsungkan pernikahan.


Gaara tersenyum pada Maira gadis yang berdiri diantara bunga bunga berwarna


merah yang mekar dan pelaminan yang indah.


Senyuman itu tak luntur untuk seorang Maira. Akan tetapi


garis kerutan itu memudar ketikan sosok lain dengan jas yang sama bersanding


dengan Maira. Dia adalah Luis. Tiba tiba saja seperti perosotan Garra terlihat


menjauh dari keduanya ternyata dirinya hanyalah tamu undangan.


Seketika semua orang terlihat jelas di sekelilingnya


menatapnya dengan tatapan tajam dan tak menerima dirinya di mana banyak mata


yang menampilkan sorot jijik bersamanya. Ohh hukuman Garra benar benar membuat


laki laki itu lebih memilih mati.


Kata kata yang dulu pernah dia ucapkan untuk Maira kini


telah berbalik padanya. Sekarang Gaara memilih untuk mati dari pada tersiksanya


dia.


Garra Kembali melihat keduanya berdiri dengan teramat senang


seolah pernikahan mereka adalah sesuatu yang bisa mengubah hidup jutaan manusia


saat itu. Di sisi lain Gaara merasa tertekan karena melihat sosok Geysha kakaknya


yang bunuh diri  seolah mengetakan “ Aku


memilih mati dari pada hidup menyandang status sebagai kakak mu. Kamu


menjijikan Gaara.”  Suara itu, suara Geysaha


seolah olah itu adalah ucapan nyata yang terdengar di telingan Gaara.


Penyiksaan belum berakhir di mana Geral adik dari Gaara yang di siksa sampai


mati oleh Marcel dengan tubuh yang berdarah darah dirinya bahkan terlihat


senang dengan ucapan yang membuat Gaara histeris. “ Cambukan ini aku


menyukainya karena sebentar lagi aku akan mati dan tidak akan pernah melihatmu

__ADS_1


sebagai kakak ku yang gagal. Kamu menyedikan Gaara.” Ya tuhan itu sehebat itu penyiksaan


nya.


“Tidak. Tidaaak akkkkk.” Gaara berteriak menutup telinga


dirinya teramat ketakutan. Sosok lain tiba tiba saja muncul dia adalah seorang


gadis Bernama Sena. “ Gaara menyukaimu adalah kesalahan terbesarku di dunia.


Jika di lahirkan Kembali jangan pernah menemuiku lagi. Kamu tidak pantas


menjadi manusia.” Ucapan demi ucapan dari orang yang telah meninggal membuat Gaara


lebih memilih mati secara perlahan lahan.


Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttt


…………………


Suara dari alat yang menempel di tubuh Gaara kerana


kekurangan cairan membuat beberapa dokter mengalami kendala. Sangat


membingungkan.


“Dokter, keinginan pasien hidup hanya 20%.” Ucap suster


setelah memeriksa. Ali frustasi mendengar itu.


Usaha Ali dan dokter Syarif dalam upaya menyelamatkan


Ali yang terus memompa jantung Gaara tak berhenti walaupun


dirinya sudah sangat lelah. Sementara perjalan ke rumah sakit dari rumah Luis


memakan waktu.


Entah kenapa suasana nya menjadi semakin menegangkan. 3


mobil saling balap balapan menuju rumah sakit, Maira berada 1 mobil dengan Rama.


Nevan seorang diri dan Luis bersama Malik. Ketiga jagoan itu memacu laju roda


mereka dengan kecepatan tinggi.


Ali mengabari mereka di saat kondisi gerakan nafas Gaara


terlihat berbeda, tepat setelah suster memeriksanya ternyata mengalami


penurunan tekanan yang sangat drastis. Astaga tingkat kematian Gaara semakin


tinggi.


Ali terus menerus berusaha dan berdoa di bantu dengan dokter


Syarif. Semua terjadi dengan sangat membingungkan. Garra tak mengalami luka


pada bagian tubuh manapun melainkan mentalnya yang sudah rusak. Ini membuat

__ADS_1


para dokter bingung mengambil tindakan selain pertolongan awal.


Psikiater sudah banyak yang menolak menghadapi Gaara. Karena


tak ada perubahan bahkan beberapa psikiater  banyak mengalami depresi akibat berbicara dengan orang yang terbaring


kaku.Dan itu karena paksaan Rama dan Ali.


Sepertinya Gaara menggunakan jurus transfer kejiwaan. Yang


sakit mental dia yang merasakan hampir orang orang di sekitarnya.


“Tuan Gaara tunggulah sedikit lagi.” Maira berdoa dalam


batinnya.


“Maaf hiks.” Maira menyesal. “Maafkan aku tuan, aku yang


bersalah di sini.” Maira memejamkan matanya dengan rapat.


Maira menutup wajahnya dengan telapak tangan. Gadis itu


terisak, bagaiman bisa dia menjadi manusia tanpa hati meninggalkan Gaara selama


itu.


Hiks …. Hiks …. Hiks …


Maira terus terusan menangis di sepanjang jalan. “Rama bisa


kah kau lebih cepat.”  Maira berkata.


Gadis itu tak sadar kalau saat ini mereka dalam kecepatan penuh. Jika terjadi


kecelakaan maka sudah beda alam.


 “Serahkan saja


denganku nona. Kita semakin dekat.” Rama bicara.?


Maira Kembali memejamkan matanya. Kegelisahan Maira nampak


begitu jelas, air mata yang terus menerus jatuh tentu saja yang melihatnya bisa


tahu akan hal itu.


Dering ponsel terdengar, seketika Rama menekan sambungan


spiker yang sudah dimodifikasi di mobil sahabatnya yang lain. Mereka terlihat


tegang. Rama menekan panggilan di terima.


“Gaara, dia ..” suara Ali terdengar lirih membuat yang


mendengarnya mematung khawatir.


“Bagaimana keadaanya, apa yang terjadi? Aku berharap itu


adalah kabar baik.” Suara Maira gemetar ketika bicara.

__ADS_1


__ADS_2