
Siang itu di kota fleskot Maira tengah memikirkan cara agar ia bisa pergi untuk malakukan reviw pekerjan. Tadi pagi ia mendapatkan panggilan kerja, sesuatu yang selama ini ia idam idamkan yaitu memiliki pekerjaan tetap, apalagi Garra ke kantor, ia hanya perlu meminta pamit pada pak Marta mengingat dia di pihak Garra. Ia pun mencari alasan agar bisa keluar dari area Breskot
"Bagaimana ini, aku masih menjalani hukuman dan sebentar lagi aku harus reviuw , apa alasan ku dengan pak Marta ya." pikir Maira berkeliling di kamar memikirkan jalan keluar.
Tiba tiba saja email dari tempat Maira mengirimkan lamaran kerja masuk lagi sebagai pemberitahuan. otak kanan Maira pun mulai memikirkan cara agar dia bisa kabur. Ide pun terlintas ia hanya perlu mengatakan kalau mereka tidak saling mengusik kehidupan pribadi, dan itu memang kenyataan nya hanya saja ia sekarang menjalani hukuman.
Mengingat waktu kemarahan Garra, Maira jadi kapok jika tidak berpamitan dengan Garra lebih dulu, tapi ia juga bingung harus bagaimana ini adalah kesempatan langka baginya. .
Sampai ide gila terlintas di kepalanya, ia pun menyeringai berharap rencananya berjalan lancar.
Maira bersiap dengan segala keperluannya, apa pun alasan nya ia harus tetap pergi. Maira mengambil ponsel miliknya lalu mengirimkan pesan pada nama Garra,
Setelah balasan pesan itu masuk Maira pun bergegas turun ke lantai bawah dan bertemu dengan pak Marta itupun jika ia melihat nya. Paling bagus kalau tidak sama sekali.Pikir Maira
Saat akan keluar salah seorang pelayan laki laki yang bekerja di brescout itu tak sengaja terlihat oleh Maira dengan cekatan pelayan pria itu memohon maaf lalu menunduk pergi dari hadapan Maira.
Ada apa dengan nya, pikir Maira acuh.
__ADS_1
Maira tetap melanjutkan berjalan keluar dari pintu megah itu," sedikit lagi aku sudah akan keluar". beru saja mungkin melewati pintu megah itu.
Tak .. mendorong gagang pintu dengan t bersemangat." Akhirnya aku bisa keluar juga." sayang nya ucapan Maira tak semulus bayangan nya karena di luar pintu ada sosok pak Marta yang tengah bicara dengan seorang pelayan.
"astaga." keluh Maira kaget.
"Huf " Miara menghembuskan nafasnya perlahan membuang rasa gugupnya. " coba aja dulu." berjalan melewati pak Marta karena berpura pura ia terburu buru.
Suara langkah hentakan hils Maira terdengar di telinga pak Marta dengan seorang pelayan laki laki itu.
wajah gugup Maira tak mau ia tampilkan, dengan sifat sok ia berusaha angkuh.
"Oh ia, pak aku hari ini ada perlu di luar, jadi mohon kerja sama nya yah." ujar Maira tersenyum berlalu pergi.
"Maaf nona, apakah sudah ada izin dari tuan bos." tanya pak Marta memastikan.
Maira mengeluarkan ponsel nya lalu memperlihatkan percakapanya dengan seseorang bernama Garra
__ADS_1
Setelah membaca itu pak Marta pun mengizinkan ,tanpa bertanya lagi. Maira sangat senang, ia pun segera meninggalkan halaman brescout itu segera mungkin.
Setelah di rasa cukup aman Maira memesan taxi yang sedang lewat. Tak di sangka Maira kalau melabui mereka ternyata sangat gampang. " aku mana punya no.tuan Garra. haha" ucap Maira kegirangan.
Taxi itu pun malaju ,membawa Maira.
perjalanan itu memakan waktu karena macet untung nya ia tak sampai terlambat. tepat saat ia sampai bertanya pada salah seorang di mana tempat seleksi para pelamar kerja.
Maeira mendengarkan dengan seksama apa yang di katakan oleh seorang yang barusan di tanya, sayangnya orang itu memberitahukan alamar yang salah, Maira berakhir di toilet .
Untung nya ada seorang rekan bernama Snefia yang mengantarkan Maira ke tempat seleksi.
Maira kuliah jurusan fashion design di mana ia berharap suatu saat nanti menjadi seorang desainer ternama. Jurusan fashion mode yang Maira ambil sewaktu kuliah adalah bakat yang sudah ada sejak ia masih duduk di bangku SD. jati sangat tak heran jika ia begitu mendambakan kerja di perusahan ternama.
Sayang nya untuk saat ini ia keterima di salah satu perusahaan yang cukup bergengsi walaupun masih ada perusahaan yang lebih baik dari perusahaan Yamor.
Menjalani sesi tanya jawab memakan waktu cukup lama dan akhirnya konsep design yang Maira perlihatkan ternyata di sukai oleh pemimpin di sana. Maira pun menjadi sangat senang di terima kerja di perusahaan Yamor.
__ADS_1