
Siapa suruh, kamu
nolak hadir, jadinya ku buat kecapean kan. Menghisap sebatang rokok sambil
menatap Maira yang ketiduran. Lagian kamu
ini sebenarnya nyembunyiin apaan dari aku! Aku gak nyari tahu tuh, karena aku
pengen nya kamu sendiri yang bilang.sesusah itu kah percaya sama aku.menatap
curiga penuh amarah.
Pagi hari saat Maira terbangun Garra sudah tak ada. Merasa sedikit kecewa namun harus jadi sadar untuk beberapa saat.
Menggeliat sejenak untuk menyapa Garra” Eh orang nya gak
ada.” Menatap seluruh sudut ruangan. Udah
pergi kah? Bangun dari tempat tidur . huh
kayaknya aku udah mulai bergantung, gak boleh, gak boleh Maira bergantung sama
psikopat kayak Garra. Beranjak ke kamar mandi.
Maira bersiap siap berangkat ke kantor, meskipun Garra
mengizinkan nya bekerja, tapi, sesuai perjanjian jika Maira mengeluh maka harus dengan
suka rela berhenti dari pekerjaan nya.
“Hari ini mau hujan kah.” Menatap ke luar jendela.
Maira kemudian turun dari tangga melihat di sekeliling nya
tak seperti biasanya, namun menepis rasa aneh itu dan memutuskan untuk
berangkat saja ke kantor.
Di kantor wiliam grup Gara menghadiri rapat dengan beberapa
pihak pengacara soal pembaikotan salah satu grup yang akan di blacklist karena
pemindahan atas pemilik saham.
“Bos sesuai perintah yang tertera, semua aset dari grup
media EMS akan menjadi aset dari wiliam grup namun, ada beberapa kendala, yang
mana pihak dari beberapa sekutu media EMS menginginkan pembayaran 2 kali lipat
dari yang sebelumnya.” Jelas salah satu pengacara debat komersial.
“Solusi nya.” Tanya Garra sambil mengetuk ngetuk kan jarinya
__ADS_1
di atas meja yang membuat sebagian pengacara kondang naungan wiliam grup itu sesak nafas.
“Kami semua menunggu solusi putusan tindakan dari bos.”
Menjelaskan dengan gugup.
“Kalau aku semua yang kasih solusi apa gunanya aku
pekerjakan kalian.” Menatap dengan penuh amarah.
“Bubar, pikirkan dalam satu jam bagaimana solusinya.” Ucapan
Garra membuat para pengacara langsung meninggalkan tempat rapat.
“Rama, buat jani dengan Omar kita bertemu di Flay night.”
Sesuai permintaan Garra keduanya pun meluncur ke fly night.
Di sana Omar sudah lebih dulu hadir, Flay night tempat
mereka berkumpul. Tempat khusus di mana Garra membangun nya untuk tempat
hiburan hanya saja ada satu ruangan yang di sana tak bisa di masuki sembarang
orang.
“Soal media EMS.” Tanya Omar saat mereka sudah tiba.
Perusahaan yang berada di naungan media EMS, meminta jatah
Garra kesal, menuangkan minuman dan langsung meneguk nya.
“Heh itu termasuk serakah gak sih, padahal jantung nya udah
rusak gitu mau cari landasan masa gak kira kira.” Berucap meledek.
“Lalu, kamu galau kenapa dengan ini, bukan nya kalo kayak
gini bakal langsung kamu backlis ya semua perusahaan nya.” Menatap bingung pada Garra .
“Masalah nya perusahaan tempat nona Maira bekerja berada di
bawah naungan media EMS, yaitu Yamor desaign.” Jelas Rama.
“Ha, istri sendiri bekerja di perusahaan musuh, Garra kamu
benar benar kualat.” Tawa ledek Omar menunjuk Garra.
“Sepertinya kamu gak butuh bonus yah, aku minta solusi malah
diketawain. Udah kaya.” Ngambek Garra
Garra yang memikirkan ucapan dari Omar tentang solusi
__ADS_1
membuat ia merasa ada benar nya.
“Rama menurut kamu, kalo aku buka satu lagi lantai buat
nampung desing bisa gak.” Meminta pendapat.
Kalau kamu udah bilang
gitu lalu aku harus bilang jangan.batin Rama
“Kalau bos mau ngundang langsung, akan banyak pertanyaan dari
berbagai pihak. Tentu saja mereka curiga. Tapi, kalau bos buka seperti sayembara
tentu saja Legimor sebagai design ternama di bawah naungan wiliam akan mendapat
pertanyaan soal ketidakpuasan. Ini cukup berdampak bagi mereka.” Jelas
Rama.
“Jadi percuma saja saran dari Omar sangat tidak berguna.
Kirim saja dia ke Mongolia.” Ucap Garra kesal melempar kan kertas ke Rama.
"Sekalian kau ikut juga, kalian sangat tidak membantu.” kembali fokus memikirkan solusi.
Ah kena juga aku,
lagian tuan bos kalau bisa langsung
undang aja, kenapa anda hubungan asmara anda se repot ini tuan.batin Rama
menangis
Tak lama Nadia masuk ke dalam, ruangan Garra, ia mendapati
ke duanya tengah saling bersi tatap.
"permisi bos, ini adalah laporan hasil penyelidikan dari Doni.” Jelas Nadia memberikan beberapa
berkas.
“Sore ini janji temu anda dengan Marisa. Setalah itu,
anda bisa langsung menghadiri acara
ulang tahun wiliam di lantai 17” Jelas Nadia sang asisten perusahaan.
Garra pun langsung teringat dengan sesuatu dan memerintahkan
Nadia segera.
“ Nadia, acara malam ini kirim semua undangan ke perusahan
__ADS_1
paling kecil sekalipun untuk hadir.” Jelas Garra dengan senyuman rahasia.
jangan lupa like, comen dan vote. semua itu gratis yah follow Ig pzaima