Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
MENYIMPAN CURIGA


__ADS_3

Siapa suruh, kamu


nolak hadir, jadinya ku buat kecapean kan. Menghisap sebatang rokok sambil


menatap Maira yang ketiduran. Lagian kamu


ini sebenarnya nyembunyiin apaan dari aku! Aku gak nyari tahu tuh, karena aku


pengen nya kamu sendiri yang bilang.sesusah itu kah percaya sama aku.menatap


curiga penuh amarah.


Pagi hari saat Maira terbangun Garra sudah tak ada. Merasa sedikit kecewa namun harus jadi sadar untuk beberapa saat.


Menggeliat sejenak untuk menyapa Garra” Eh orang nya gak


ada.” Menatap seluruh sudut ruangan. Udah


pergi kah? Bangun dari tempat tidur . huh


kayaknya aku udah mulai bergantung, gak boleh, gak boleh Maira bergantung sama


psikopat kayak Garra. Beranjak ke kamar mandi.


Maira bersiap siap berangkat ke kantor, meskipun Garra


mengizinkan nya bekerja, tapi, sesuai perjanjian jika Maira mengeluh maka harus dengan


suka rela berhenti dari pekerjaan nya.


“Hari ini mau hujan kah.” Menatap ke luar jendela.


Maira kemudian turun dari tangga melihat di sekeliling nya


tak seperti biasanya, namun menepis rasa aneh itu dan memutuskan untuk


berangkat saja ke kantor.


Di kantor wiliam grup Gara menghadiri rapat dengan beberapa


pihak pengacara soal pembaikotan salah satu grup yang akan di blacklist karena


pemindahan atas pemilik saham.


“Bos sesuai perintah yang tertera, semua aset dari grup


media EMS akan menjadi aset dari wiliam grup namun, ada beberapa kendala, yang


mana pihak dari beberapa sekutu media EMS menginginkan pembayaran 2 kali lipat


dari yang sebelumnya.” Jelas salah satu pengacara debat komersial.


“Solusi nya.” Tanya Garra sambil mengetuk ngetuk kan jarinya

__ADS_1


di atas meja yang membuat sebagian pengacara kondang  naungan wiliam grup itu sesak nafas.


“Kami semua menunggu solusi putusan tindakan dari bos.”


Menjelaskan dengan gugup.


“Kalau aku semua yang kasih solusi apa gunanya aku


pekerjakan kalian.” Menatap dengan penuh amarah.


“Bubar, pikirkan dalam satu jam bagaimana solusinya.” Ucapan


Garra membuat para pengacara langsung meninggalkan tempat rapat.


“Rama, buat jani dengan Omar kita bertemu di Flay night.”


Sesuai permintaan Garra keduanya pun meluncur ke fly night.


Di sana Omar sudah lebih dulu hadir, Flay night tempat


mereka berkumpul. Tempat khusus di mana Garra membangun nya untuk tempat


hiburan hanya saja ada satu ruangan yang di sana tak bisa di masuki sembarang


orang.


“Soal media EMS.” Tanya Omar saat mereka sudah tiba.


Perusahaan yang berada di naungan media EMS, meminta jatah


Garra kesal, menuangkan minuman dan langsung meneguk nya.


“Heh itu termasuk serakah gak sih, padahal jantung nya udah


rusak gitu mau cari landasan masa gak kira kira.” Berucap meledek.


“Lalu, kamu galau kenapa dengan ini, bukan nya kalo kayak


gini bakal langsung kamu backlis ya semua perusahaan nya.”  Menatap bingung pada Garra .


“Masalah nya perusahaan tempat nona Maira bekerja berada di


bawah naungan media EMS, yaitu Yamor desaign.”  Jelas Rama.


“Ha, istri sendiri bekerja di perusahaan musuh, Garra kamu


benar benar kualat.” Tawa ledek Omar menunjuk Garra.


“Sepertinya kamu gak butuh bonus yah, aku minta solusi malah


diketawain. Udah kaya.” Ngambek Garra


Garra yang memikirkan ucapan dari Omar tentang solusi

__ADS_1


membuat ia merasa ada benar nya.


“Rama menurut kamu, kalo aku buka satu lagi lantai buat


nampung desing bisa gak.” Meminta pendapat.


Kalau kamu udah bilang


gitu lalu aku harus bilang jangan.batin Rama


“Kalau bos mau ngundang langsung, akan banyak pertanyaan dari


berbagai pihak. Tentu saja mereka curiga. Tapi, kalau bos buka seperti sayembara


tentu saja Legimor sebagai design ternama di bawah naungan wiliam akan mendapat


pertanyaan soal ketidakpuasan. Ini cukup berdampak bagi mereka.” Jelas


Rama.


“Jadi percuma saja saran dari Omar sangat tidak berguna.


Kirim saja dia ke Mongolia.” Ucap Garra kesal melempar kan kertas ke Rama.


"Sekalian kau ikut juga, kalian sangat tidak membantu.” kembali fokus memikirkan solusi.


Ah kena juga aku,


lagian tuan  bos kalau bisa langsung


undang aja, kenapa anda hubungan asmara anda se repot ini tuan.batin Rama


menangis


Tak lama Nadia masuk ke dalam, ruangan Garra, ia mendapati


ke duanya tengah saling bersi tatap.


"permisi bos, ini adalah laporan hasil penyelidikan  dari Doni.” Jelas Nadia memberikan beberapa


berkas.


“Sore ini janji temu anda dengan Marisa. Setalah itu,


anda  bisa langsung menghadiri acara


ulang tahun wiliam di lantai 17” Jelas Nadia sang asisten perusahaan.


Garra pun langsung teringat dengan sesuatu dan memerintahkan


Nadia segera.


“ Nadia, acara malam ini kirim semua undangan ke perusahan

__ADS_1


paling kecil sekalipun untuk hadir.” Jelas Garra dengan senyuman rahasia.


jangan lupa like, comen dan vote. semua itu gratis yah follow Ig pzaima


__ADS_2