
Beralih dari keduanya …..
Pakkk ….
Suara tamparan tangan kekar itu tengah menampar wajah
seorang gadis manis yang saat ini sudah
bebak belur.
“Aku tidak menyangka kau setegah itu.”Bian bicara dengan
aurah membunuh di dadanya.
“Aku melakukan semuanya karena aku mencintaimu Bian.” Ellyana
terisak dengan darah segar keluar dari hidung dan bibirnya yang luka akibat
tamparan Bian tentunya.
“Cinta.” Bian berdecak dengan pandangan meremehkan. Tangan
memijit dahi dengan kasar, sementara satunya bertolak pinggang. Bian meremehkan
cinta Ellyana. Gelagak predator keluar dari diri Bian yang selama ini
bersemayam. Seringai tak percaya tersampaikan dari sudut bibir laki laki yang
sepersekian detik tanganya berada di dagu Ellyana. “ Katamu kau mencintaiku.
Heh, begini kah caranmu memperlakukan orang yang kau cintai.” Bian meremas
kuat dagu Ellyana yang kalla itu banjir
air mata.
“Sial sekali aku dicintai wanita sepertimu. Persetan dengan
cintamu yang seperti medusa.” Bian teramat kesal dengan wanita yang ada di
hadapanya saat ini. Dirinya masih menunggu dengan emosi berada di kepala. Ingin
rasanya Bian menghabisi nyawa Ellyana detik ini juga.
“Kau benar benar perempuan paling menjijikan yang pernah aku
temui.” Ucapan yang keluar dari mulut Bian sebelum meludahi wajah istrinya Ellyana.
Hiks hiks hiks ….
“Apa yang sudah kau lakukan pada Maira.” Bian bertanya.
__ADS_1
Suaranya tertahan, menampilkan emosi seperti iblis. “ Jelaskan. Jangan sampai
ada yang terlewatkan walaupun sebuah senyuman.” Bian melepaskan remasan tangannya dari dagu Ellyana dengan sangat kuat.
Ternyata ucapan Luis itu membuat rasa penasaran Bian pada
istrinya menjadi waspada. Makan siang batal, Bian Kembali membawa Ellyana pulang ke rumah megah mereka.
Awalnya ucapan Bian hanya seperti pertanyaan biasa. Namun seiring berjalanya
waktu Bian mulai bertanya pertanyaan monohok. Mana kala Ellyana mulai
mendapatkan perlakuan kasar.
Lelah dan merasakan sakit yang luar biasa. Ellyana mulai
bicara. Dengan perlahan lahan Ellyana mulai menyeka sebentar air matanya
sebelum ia menjelaskan apa yang terjadi.
Ellyana melihat kehancuran dirinya sendiri setelah mengatakan
rahasia terbesarnya.
4 tahun lalu semasa Bian dan Maira masih SMA. Waktu itu Ellyana tak sengaja hampir tertabrak sebuah mobil
yang melaju di jalan dekat sekolah tempat Bian.
berhenti untuk melihat gadis manis yang akan menyebrang itu jatuh di jalan.
Mungkin karena syok.
Singkat cerita Bian mengobati luka Ellyana di tangan akibat
gesekan dengan jalan saat dirinya terjatuh. Bian mengobati lukanya di dalam
mobil tapi dirinya tak masuk hanya Ellyana yang duduk di jok mobil dengan pintu
terbuka.
“Ini tuh jangan kasih kena air dulu, sampai lukanya kering.”
Kata Bian sambil mengulum perban di tangan Ellyana.
Ellyana menatap Bian dengan pandangan berbeda kala itu
tatapan seperti ingin memiliki.
“Siapa namamu.” Tanya Ellyana saat Bian tengah mengulum
perban.
__ADS_1
Belum Bian menjabat tangan tiba tiba seorang gadis dengan
rambut sepinggang datang mengacaukan situasi. Maira ikut masuk ke dalam
percakapan diantara keduanya.
“Bian kamu apain anak orang.” Pekik Maira ikut melihat ke
dalam mobil.
“Hah ya ampun Bi.” Dengan kaget Kaira berkata. “ kamu tabrak orang yah.” Lanjut Maira berkata
dengan opininya.
“Enak aja.” Bian menimpali “Ngebantuin doank Maira, aku mau
melindungi para wanita cantik di bumi ini.” Celoteh Bian sambil mengikat lembut
perban Ellyana dngan kasa.
“Kalo mau bantuin tuh jangan setengah setengah Bian, sampai
sembuh donk.” Maira berkata menatap ke bawah , untuk melihat ekspresi Bian.
Wajah Bian mengadah dengan merenggut sebelum dirinya Kembali menatap Ellyana.
“Nih udah selesai.” Bian tersenyum pada Ellyana.
“Terimaksih yah, emm aku harus bayar berapa untuk pengobatannya.”
Ellyana berkata tanpa mengedipkn matanya dari wajah Bian.
“Eh, gak usah Bian tuh udah kaya.” Maira berkata dengan
centil hingga Bian mengacak gemas rambut Maira.
“Jangan di rusak Bian.” Ucap Maira kesal memperbaiki
rambutnya.
“Gak perlu ka, hitung amal aja. Kalo gitu kami pergi dulu
yah.” Bian berkata setengah menarik Maira lalu merangkul Maira di bahu dengan
satu tangannya mengacak Kembali rambut Maira sebelum mereka naik motor dan
melaju menuju sekolah.
Saat itu dan detik itu juga, Ellyana berusaha agar selalu
bisa bertemu dengan Bian. Dan itu tanpa sepengetahuan Maira.
__ADS_1
sampe 10 comentar author up doble yah ... sampaiakan tanggapan kalian dibab ini yah ..