Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
rahasia terbesar Ellyana


__ADS_3

Beralih dari keduanya …..


Pakkk ….


Suara tamparan tangan kekar itu tengah menampar wajah


seorang gadis manis yang saat ini  sudah


bebak belur.


“Aku tidak menyangka kau setegah itu.”Bian bicara dengan


aurah membunuh di dadanya.


“Aku melakukan semuanya karena aku mencintaimu Bian.” Ellyana


terisak dengan darah segar keluar dari hidung dan bibirnya yang luka akibat


tamparan Bian tentunya.


“Cinta.” Bian berdecak dengan pandangan meremehkan. Tangan


memijit dahi dengan kasar, sementara satunya bertolak pinggang. Bian meremehkan


cinta Ellyana. Gelagak predator keluar dari diri Bian yang selama ini


bersemayam. Seringai tak percaya tersampaikan dari sudut bibir laki laki yang


sepersekian detik tanganya berada di dagu Ellyana. “ Katamu kau mencintaiku.


Heh, begini kah caranmu memperlakukan orang yang kau cintai.” Bian meremas


kuat  dagu Ellyana yang kalla itu banjir


air mata.


“Sial sekali aku dicintai wanita sepertimu. Persetan dengan


cintamu yang seperti medusa.” Bian teramat kesal dengan wanita yang ada di


hadapanya saat ini. Dirinya masih menunggu dengan emosi berada di kepala. Ingin


rasanya Bian menghabisi nyawa Ellyana detik ini juga.


“Kau benar benar perempuan paling menjijikan yang pernah aku


temui.” Ucapan yang keluar dari mulut Bian sebelum meludahi wajah istrinya Ellyana.


Hiks hiks hiks ….


“Apa yang sudah kau lakukan pada Maira.” Bian bertanya.

__ADS_1


Suaranya tertahan, menampilkan emosi seperti iblis. “ Jelaskan. Jangan sampai


ada yang terlewatkan walaupun sebuah senyuman.”  Bian melepaskan remasan tangannya dari dagu Ellyana dengan sangat kuat.


Ternyata ucapan Luis itu membuat rasa penasaran Bian pada


istrinya menjadi waspada. Makan siang  batal, Bian Kembali membawa Ellyana pulang ke rumah megah mereka.


Awalnya ucapan Bian hanya seperti pertanyaan biasa. Namun seiring berjalanya


waktu Bian mulai bertanya pertanyaan monohok. Mana kala Ellyana mulai


mendapatkan perlakuan kasar.


Lelah dan merasakan sakit yang luar biasa. Ellyana mulai


bicara. Dengan perlahan lahan Ellyana mulai menyeka sebentar air matanya


sebelum ia menjelaskan apa yang terjadi.


Ellyana melihat kehancuran dirinya sendiri setelah mengatakan


rahasia terbesarnya.


4 tahun lalu semasa Bian dan Maira masih SMA. Waktu itu Ellyana  tak sengaja hampir tertabrak sebuah mobil


yang melaju di jalan dekat sekolah tempat Bian.


berhenti untuk melihat gadis manis yang akan menyebrang itu jatuh di jalan.


Mungkin karena syok.


Singkat cerita Bian mengobati luka Ellyana di tangan akibat


gesekan dengan jalan saat dirinya terjatuh. Bian mengobati lukanya di dalam


mobil tapi dirinya tak masuk hanya Ellyana yang duduk di jok mobil dengan pintu


terbuka.


“Ini tuh jangan kasih kena air dulu, sampai lukanya kering.”


Kata Bian sambil mengulum perban di tangan Ellyana.


Ellyana menatap Bian dengan pandangan berbeda kala itu


tatapan seperti ingin memiliki.


“Siapa namamu.” Tanya Ellyana saat Bian tengah mengulum


perban.

__ADS_1


Belum Bian menjabat tangan tiba tiba seorang gadis dengan


rambut sepinggang datang mengacaukan situasi. Maira ikut masuk ke dalam


percakapan diantara keduanya.


“Bian kamu apain anak orang.” Pekik Maira ikut melihat ke


dalam mobil.


“Hah ya ampun Bi.” Dengan kaget Kaira berkata. “  kamu tabrak orang yah.” Lanjut Maira berkata


dengan opininya.


“Enak aja.” Bian menimpali “Ngebantuin doank Maira, aku mau


melindungi para wanita cantik di bumi ini.” Celoteh Bian sambil mengikat lembut


perban Ellyana dngan kasa.


“Kalo mau bantuin tuh jangan setengah setengah Bian, sampai


sembuh donk.” Maira berkata menatap ke bawah , untuk melihat ekspresi Bian.


Wajah Bian mengadah dengan merenggut sebelum dirinya Kembali menatap Ellyana.


“Nih udah selesai.” Bian tersenyum pada Ellyana.


“Terimaksih yah, emm aku harus bayar berapa untuk pengobatannya.”


Ellyana berkata tanpa mengedipkn matanya dari wajah Bian.


“Eh, gak usah Bian tuh udah kaya.” Maira berkata dengan


centil hingga Bian mengacak gemas rambut Maira.


“Jangan di rusak Bian.” Ucap Maira kesal memperbaiki


rambutnya.


“Gak perlu ka, hitung amal aja. Kalo gitu kami pergi dulu


yah.” Bian berkata setengah menarik Maira lalu merangkul Maira di bahu dengan


satu tangannya mengacak Kembali rambut Maira sebelum mereka naik motor dan


melaju menuju sekolah.


Saat itu dan detik itu juga, Ellyana berusaha agar selalu


bisa bertemu dengan Bian. Dan itu tanpa sepengetahuan Maira.

__ADS_1


sampe 10 comentar author up doble yah ... sampaiakan tanggapan kalian dibab ini yah ..


__ADS_2