
Waktu berlalu sedikit cepat. Gaara dan Maira Kembali ke
rumah di mana keduanya terlihat Lelah
“Mau aku siapkan air hangat nya.” Maira bertanya.
“Ada apa dengan mu.” Gaara bertanya. Maira terdiam.
Keduanya melangah menaiki tangga. Maira membuka pintu di
lihatnya ada sepasang baju cople yang sama di atas ranjang.
“Apa aini.” Tanya Maira.
“Baju.” Kata Gaara duduk di sofa.
“Aku tahu, hanya saja gaun indah ini mau di pakai kemana.”
Tanya Maira penasaran menatap gaun yang sedang di pegangnya itu.
“Entar malam di pakai yah. Aku mau mengajak mu dan anakku ke
suatu tempat.” Kata Gaara menatap Maira.
“Tuan, gaun ini terlalu bagus. Dan aku rasa,aku pantas
memakainya.” Maira berangkuh diri. Tatapan Gaara semakin tajam pada istrinya
itu.
“Jangan menggodaku aku tidak bisa tahan.” Kata Gaara penuh
penekanan. Maira segera meninggalkan Gaara dan masuk Kekamar mandi.
Malam mulai menyapa, di mana Maira turun dari tangga dengan
gaun yang benar benar pas di tubuhnya. Garra yang tengah minum di bawah tangga
menatap penuh maksud. Meneguk minumannya seketika sebelum berjalan menhampiri Maira.
“Kenapa kau terlihat sangat menggoda.” Kata Gaara.
“Bukan aku yang menggoda, tapi iman mu saja yang tidak kuat
tuan.” Maira berkata dengan penuh *******, sebeb Gaara menghantam bagian
sensitive Maira dengan ciuman di leher.
“Uhag.” Lenguh Maira. “Tuan kalau masih lanjut, bagaimana
__ADS_1
kita ke kamar saja.” Lanjut Maira berkata dengan penuh tekanan.
Gaara menarik diri. “Tidak. Ini adalah kesempatan dan
pertemuan special tentunya waktu yang tepat.” Garra menarik tangan Maira segera.
Keduanya melaju di jalanan. Gaara terilihat menikmati
perjalan nya dengan Maira. Membelah jalan padat butuh waktu hingga cukup lama
barulah mereka sampai di tempat tujuan.
Rumah megah lainya milik Gaara hanya saja ini terkesan
seperti bangunan kerajaan walaupun tak terlalu luas. Gaara membuka pintu untuk Maira.
“Tuan, ini rumah siapa.” Tanya Maira menatap bagunan yang mewah
itu. Gaara tampak tak peduli dengan pertanyaan Maira. Dirinya menarik Maira
masuk kedalam pelukanya dan berjalan masuk kedalam rumah itu.
Pintu rumah itu terbuka, disana Maira menatap seorang Wanita
yang berumur, mirip sekali dengan Gaara.
“Mom.” Kata Gaara memeluk ibunya Laura.
yang tengah berkeringat dingin. Maira mengabil tangan Laura dengan tatapan pada
Garra. Pasalnya dia tak menjelaskan siapa yang mereka temui, hanya saja
panggilan Garra membuat Maira menebak yakin.
“Anda begitu cantik sekali.” Kata Maira mencium tangan Laura.
“Kau mengajarinya Wiliam, ah dia sangat manis sekali. Aku
sangat suka.” Kata Laura memeluik Maira.
Mereka berjalan ke meja makan, disana terlihat beberapa hidangan
yang tak cukup banyak hanya ada beberapa saja.
“Maira ini adalah ibuku, dia Wanita hebat dalam hidupku
setelah dirimu.” Kata Garra saat mereka berada di meja makan.
“Maaf sebelumnya, karena tuan Gaara tidak memberi tahuku
__ADS_1
maka aku sama sekali tak membawakan nyonya apa apa.” Kata Maira, menatap Gaara
kesal.
“Kau sudah membawanya, dia ada di sini.” Laura memegang
perut Maira. Oh astaga itu adalah bayi yang di kandungnya.
“Dia lebih berharga dari apapun. Wiliam ibu mohon bisahkan
menantuku ini tinggal beberapa hari saja dengan ku.” Ucap Laura dengan mata
berair.
“Mom, Maira itu bekerja.” Kata Gaara tertahan.
“Kenapa kau begitu pelit Wiliam, istri sendiri di suruh
kerja, kalau aku jadi Maira, aku akan mencari laki laki lain saja. Pelit sekali
kamu.” Laura terlihat sangat kesal.
“Maaf nyonya, aku yang meminta untuk bekerja.” Kata Maira
tak enak hati.
“Oh begitu rupaya, mamah tahu kalau itu keputusanmu, pasti
kamu jadikan itu sebegai helling karena tak mau tertekan kan.” Laura bicara.
Laura bisa di katakan ibu mertua yang sangat perhatian,
dirinya bahkan sangat mengerti keputusan Maira bekerja padahal itu Gaara yang
menyuruhnya.
Mereka berbincang bincang sampai waktu tengah malam mereka
baru sampai ke brescout. Karena sangat kelelahan mereka yang tengah berada di
tempat tidur dengan sangat lelap.
Di lain tempat masih ada mata yang terus terbuka, karena
perintah sesorang. Nevan yang menjadi seorang hacker kelas gelap mulai Kembali
melancarkan aksinya, dirinya di temani Omar dan Luis mereka berada di rungan
galap dengan peralatan canggih. Ada apa dengan mereka.
__ADS_1
selamat membaca,jangan lupa lahan parkirnya yah guys. tembus 20 comantar author up 3 kali😍.
ig :pzaima