Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Laura


__ADS_3

Waktu berlalu sedikit cepat. Gaara dan Maira Kembali ke


rumah di mana keduanya terlihat Lelah


“Mau aku siapkan air hangat nya.” Maira bertanya.


“Ada apa dengan mu.” Gaara bertanya. Maira terdiam.


Keduanya melangah menaiki tangga. Maira membuka pintu di


lihatnya ada sepasang baju cople yang sama di atas ranjang.


“Apa aini.” Tanya Maira.


“Baju.” Kata Gaara duduk di sofa.


“Aku tahu, hanya saja gaun indah ini mau di pakai kemana.”


Tanya Maira penasaran menatap gaun yang sedang di pegangnya itu.


“Entar malam di pakai yah. Aku mau mengajak mu dan anakku ke


suatu tempat.” Kata Gaara menatap Maira.


“Tuan, gaun ini terlalu bagus. Dan aku rasa,aku pantas


memakainya.” Maira berangkuh diri. Tatapan Gaara semakin tajam pada istrinya


itu.


“Jangan menggodaku aku tidak bisa tahan.” Kata Gaara penuh


penekanan. Maira segera meninggalkan Gaara dan masuk Kekamar mandi.


Malam mulai menyapa, di mana Maira turun dari tangga dengan


gaun yang benar benar pas di tubuhnya. Garra yang tengah minum di bawah tangga


menatap penuh maksud. Meneguk minumannya seketika sebelum berjalan menhampiri Maira.


“Kenapa kau terlihat sangat menggoda.” Kata Gaara.


“Bukan aku yang menggoda, tapi iman mu saja yang tidak kuat


tuan.” Maira berkata dengan penuh *******, sebeb Gaara menghantam bagian


sensitive Maira dengan ciuman di leher.


“Uhag.” Lenguh Maira. “Tuan kalau masih lanjut, bagaimana

__ADS_1


kita ke kamar saja.” Lanjut Maira berkata dengan penuh tekanan.


Gaara menarik diri. “Tidak. Ini adalah kesempatan dan


pertemuan special tentunya waktu yang tepat.” Garra menarik tangan Maira segera.


Keduanya melaju di jalanan. Gaara terilihat menikmati


perjalan nya dengan Maira. Membelah jalan padat butuh waktu hingga cukup lama


barulah mereka sampai di tempat tujuan.


Rumah megah lainya milik Gaara hanya saja ini terkesan


seperti bangunan kerajaan walaupun tak terlalu luas. Gaara membuka pintu untuk Maira.


“Tuan, ini rumah siapa.” Tanya Maira menatap bagunan yang mewah


itu. Gaara tampak tak peduli dengan pertanyaan Maira. Dirinya menarik Maira


masuk kedalam pelukanya dan berjalan masuk kedalam rumah itu.


Pintu rumah itu terbuka, disana Maira menatap seorang Wanita


yang berumur, mirip sekali dengan Gaara.


“Mom.” Kata Gaara memeluk ibunya Laura.


yang tengah berkeringat dingin. Maira mengabil tangan Laura dengan tatapan pada


Garra. Pasalnya dia tak menjelaskan siapa yang mereka temui, hanya saja


panggilan Garra membuat Maira menebak yakin.


“Anda begitu cantik sekali.” Kata Maira mencium tangan Laura.


“Kau mengajarinya Wiliam, ah dia sangat manis sekali. Aku


sangat suka.” Kata Laura memeluik Maira.


Mereka berjalan ke meja makan, disana terlihat beberapa hidangan


yang tak cukup banyak hanya ada beberapa saja.


“Maira ini adalah ibuku, dia Wanita hebat dalam hidupku


setelah dirimu.” Kata Garra saat mereka berada di meja makan.


“Maaf sebelumnya, karena tuan Gaara tidak memberi tahuku

__ADS_1


maka aku sama sekali tak membawakan nyonya apa apa.” Kata Maira, menatap Gaara


kesal.


“Kau sudah membawanya, dia ada di sini.” Laura memegang


perut Maira. Oh astaga itu adalah bayi yang di kandungnya.


“Dia lebih berharga dari apapun. Wiliam ibu mohon bisahkan


menantuku ini tinggal beberapa hari saja dengan ku.” Ucap Laura dengan mata


berair.


“Mom, Maira itu bekerja.” Kata Gaara tertahan.


“Kenapa kau begitu pelit Wiliam, istri sendiri di suruh


kerja, kalau aku jadi Maira, aku akan mencari laki laki lain saja. Pelit sekali


kamu.” Laura terlihat sangat kesal.


“Maaf nyonya, aku yang meminta untuk bekerja.” Kata Maira


tak enak hati.


“Oh begitu rupaya, mamah tahu kalau itu keputusanmu, pasti


kamu jadikan itu sebegai helling karena tak mau tertekan kan.” Laura bicara.


Laura bisa di katakan ibu mertua yang sangat perhatian,


dirinya bahkan sangat mengerti keputusan Maira bekerja padahal itu Gaara yang


menyuruhnya.


Mereka berbincang bincang sampai waktu tengah malam mereka


baru sampai ke brescout. Karena sangat kelelahan mereka yang tengah berada di


tempat tidur dengan sangat lelap.


Di lain tempat masih ada mata yang terus terbuka, karena


perintah sesorang. Nevan yang menjadi seorang hacker kelas gelap mulai Kembali


melancarkan aksinya, dirinya di temani Omar dan Luis mereka berada di rungan


galap dengan peralatan canggih. Ada apa dengan mereka.

__ADS_1


 selamat membaca,jangan lupa lahan parkirnya yah guys. tembus 20 comantar author up 3 kali😍.


ig :pzaima


__ADS_2