Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Hipotermia


__ADS_3

"Kalian bermain di kamar mandi.? Wajah Ali tak percaya dengan melihat kedunya memakai jubah mandi.


Pikiran Rama pun mengarah ke situ namun ia yang tahu sifat dari tuan Garra pasti ada yang sudah terjadi.


"Apa pikiran mu selalu kotor." mengangguk kan kepalanya menatap ke tubuh Maira.


"Aku menyuruh mu untuk memeriksa nya. Bukan mengintrogasi diriku." dengan nada ketus.


"Suhu tubuh Maira tidak mampu menahan dingin. Denyut nadinya benar benar melambat."


"Apa yang kau lakukan padanya." tanya Ali heran.


"Aku meredamnya." tatapan mata Garra tak tentu arah saat Ali menanyakan penyebab Maira.


Rama dan Ali terkejut dengan ucapan Garra.


"Garra apakah kau harus sekejam itu dengan wanita." Ucap Ali tak habis pikir.


"Aku butuh penjelasan tentang pernikahan mu setelah ini." wajah Ali mengeras lalu ia lanjut memeriksa Maira.


Rama salah paham, ia pikir tuan Garra nya akan luluh pada Maira nyata nya saat ia melihat hal ini ternyata masih tuan Garra yang dulu.


"Rama bisa tinggalkan kami sebentar." ucap Ali bernada tegas.


Ucapan Ali adalah perintah juga yang harus di iakan oleh Rama. Meskipun seumuran tapi ada hal hal yang tidak harus di campur oleh Rama.

__ADS_1


Menutup pintu pelan lalu meninggalkan tanpa jejak Rama menghilang di balik pintu kamar.


"Hipotermia." Ucap Ali yang akan mendengar kan denyut jantung Maira.


"Apa yang mau kau lakukan." melihat Ali yang akan menyingkirkan jubah mandi Maira.


"Mendengar jantung nya." tak memberhentikan gerakan menyingkirkan jubah mandi Maira.


Ali terkejut melihat baju Maira yang masih melekat di tubuhnya dengan keadaan basah.


"Apakah ini tidak keterlaluan." gumam Ali sedikit kesal.


Ali mengambil gunting di nakas kamar Garra yang berada di samping ranjangnya.


Tanpa ragu Ali menggunting baju Maira yang sedikit menampilkan pusarnya yang putih bersih.


Tak suka dengan tindakan Ali yang tanpa pamit padanya. Garra dengan gerakan cepat menutupi tubuh Maira dengan selimut.


"Garra kamu jangan keterlaluan." teriak Ali kesal dengan tindakan Garra.


Ali berfikir kalau Garra sengaja membuat Maira kedinginan sampai mati, mengingat ia adalah orang yang tega.


"Aku bahkan belum merasakan tubuhnya dan kau mau melihatnya." ucap Gaara sambil menatap pintu keluar yang Ali sendiri paham benar dengan maksud Garra.


Mereka berdua segera meninggalkan kamar di mana Maira berada.

__ADS_1


Garra menemui Rama yang sedang duduk di sofa.


"Waktu Maira kabur dari rumah, dia kemana." tanya Garra sangar pada Rama.


"Dia menuju salah satu apartemen yang tak jauh dari sini." jelas Rama yang langsung berdiri sopan saat mendengar suara Garra.


"Siapa yang dia temui." tanya Garra tanpa ekspresi.


"Sekilas aku melihat seorang wanita, dan aku sudah memeriksa kalau itu adalah sahabat nya bernama Reina." jelas Rama


"Apakah dia wanita." tanya Garra sedikit panik.


Apakah ada seseorang bernama Reina seorang laki laki. oh, tuan Garra anda ada ada saja.


"Benar tuan."


"jemput dia sekarang, dalam 3 menit." ucapan Garra terdengar ancaman di baliknya.


Rama pun segera menghilang dari hadapan Garra dan Ali.


"Anda adalah tuan yang kejam." pekik Rama kesal dalam hati.


"Kalau aku di posisi Rama, sudah sejak lama aku berhenti. Kau benar-benar tahu caranya menyiksa orang." ucap Ali menjatuhkan diri di sofa empuk dengan hiasanya permata itu


Garra sama sekali tidak menjawabnya ia hanya menyalakan sebatang rokok. Lalu ikut menjatuhkan diri di sofa mewah itu.

__ADS_1


__ADS_2