
Sepertinya pake Erian
ini benar benar jatuh cinta deh sama Maira. Memahami situasi. Tapi gak masalah juga sih soalnya diakan
udah duda. Cuman Maira mau gak sama duda keren kayak pak Erian.
“Pak aku gak mau.” Tolak Maira tak mau turun.
“Aku lihat berkas kamu waktu melamar kerja, di sana kamu
nulis pengen jadi desainer ternama. Oke kalau gitu sebagai ganti, kamu temenin
aku malam ini, aku bakal rekomendasiin kamu kuliah di harvad jurusan desain.
Dan semua biaya kamu selama di sana dalam tanggungan Yamor. gimana? tawar Erian.
Maira pun terdiam sejenak dengan ragu ragu akhirnya setuju dengan tawaran pak Erian.
“Aku mau tapi syarat nya ajak Snefia juga yah pak.” Pinta Maira
“Boleh, asal jangan panggil aku bapak. Aku belum setua itu.”
Keluar dari mobil dan masuk ke dalam butik.
“Asik bisa hadiri acara penting, makasih yah Maira.” Ucap
Snefia senang.
Untuk beberapa waktu gaun pilihan Maira jatuh pada warna
dusti dan Snefia juga mengikuti nya karena permintaan Snefia yang diam diam.
Dan tentunya pak Erian tak tahu itu, mengikuti warna senada dengan
Maira.
Setelah selesai memilih pak Erian membayar gaun mereka yang
tidak murah itu, dengan ekspresi sedikit kaget. Pak Erian tidak sekaya Garra
asal kalian tahu para raiders. Nangis pak erian di pojokan uang kuu.
Saat kembali ke kantor, Maira masih harus menyelesaikan
hasil rancangan nya untuk persiapan pesta dari artis yang memakai jasa nya
dalam pembuatan gaun pengantin.
‘Aku sibukin diri, biar gak kepikiran terus dengan dua orang
yang buat aku jadi serba salah juga sih." Gumam Maira menatap gaun yang tengah
di kerjakan nya dalam memasang manik manik.
__ADS_1
“Ini gaun termasuk kategori bagus banget bukan sih, soalnya
kan make berlian di beberapa, titik yang bakal menarik perhatian orang orang.
Terlebih lagi kain yang di pesan nya gak main main bagusnya.” Menatap lekat
pada gaun yang sedang di persiapkan.
Setelah beberapa lama berkutat dengan gaun pengantin Maira
akhirnya selesai dan berencana mau pulang karena jam kantor juga akan
selesai.
“Maira pak Erian nungguin kamu, katanya mau pulang bareng.”
Lapor Snefia curiga.
Ini lagi satu, dia mau
buat aku di talak cepat sama bos itu bukan sih. Wajah penuh kekesalan.
“Ha kalian udah jadian yah Maira, uchh selamat banyak banyak
yah.” Snefiah salah paham kamu.
“Diam kamu.” Sahut Maira kesal.
Maira pun menghampiri pak Erian yang udah bersiap, dan
“Bapak, boleh gak tungguin aku aja gak! Soalnya aku masih
banyak yang harus di kerjain.” Mencari alasan.
“Kamu lupa kita ada acara. Aku gak mau terlambat datang ke
acara penting ini. Udah di bilangin jangan panggil bapak” Alasan tepat pak Erian.
Dia ini ngerti gak
sih, aku tuh sebenarnya lagi nolak dia juga. Akhirnya maira setuju karena
alasanya udah gak di terima
Maira pun masuk ke dalam mobil, bersiap akan pulang.
“Nanti kamu aku jemput juga berangkatnya.” Jelas pak Erian
tersenyum.
“Kita ketemuannya di sana aja yah Erian.” Bicara dengan
sedikit acuh.
__ADS_1
Ni cewek buat aku
penasaran banget, apa dia gak ngerti kah dengan sikap aku ke dia.
“Okelah, entar kalau udah mau berangkat kabarin yah.” Jelas
Erian tersenyum pada Maira.
Saat memasuki rumah, Maira tak melihat seorang pun pelayan.
Sejenak Maira mengabaikannya namun sedikit penasaran kemana para pelayan itu
pergi, kemudian Maira mencari pak Marta, namun ia juga tak menemukanya.
“Ah, kemana semua para penghuni rumah megah ini.” Ujar Maira
cukup penasaran.
Karena tak menemukan seorang pun akhirnya Maira menuju
kamarnya, mandi untuk bersiap siap ke acara dengan Erian dan Snefia.
Di saat yang bersamaan Maira yang sedang merendam diri di
dalam bat up tak sadar kalau Garra juga sudah berada di di rumah. Namun Garra
yang tak tahu Maira berada di rumah memtuskan untuk ke ruang kerja.
Pikiran Maira kembali teringat, pertemuan nya dengan Garra saat di restoran plufy. Ingatan nya
lebih ke wanita yang bersama Garra, sangat jelas kalau mereka dari kalangan berbeda.
“Orang orang di sekitar tuan muda benar benar tak bisa di
samakan dengan ku.” Merasa tak pantas, dengan tangan yang mainkan busa.
Maira sedikit menjadi minder dengan wanita wanita yang ada
di samping Garra, status sosial begitu jauh.
“Emang aku bisa bersaing dengan mereka.” Ucap Maira
menertawakan dirinya sendiri. Maira pun mempercepat mandinya. Keluar dari
kamar mandi Maira langsung berbaring di
atas tempat tidur sambil memeriksa ponselnya, di sana ia melihat balasan email
dari Reina sahabatnya itu. Yang mengatakan kamu dimana gadis nakal. Dan dengan cekatan Maira langsung
menghubungi Reina.
“Hallo, kamu dimana.” Tanya Reina lebih dulu.
__ADS_1
“Di mana lagi, aku sedang berada di rumah kebesaran tuan
Garra.” Ucap Maira sedikit sombong.