Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
PILIHAN


__ADS_3

Sepertinya pake Erian


ini benar benar jatuh cinta deh sama Maira. Memahami situasi. Tapi gak masalah juga sih soalnya diakan


udah duda. Cuman Maira mau gak sama duda keren kayak pak Erian.


“Pak aku gak mau.” Tolak Maira tak mau turun.


“Aku lihat berkas kamu waktu melamar kerja, di sana kamu


nulis pengen jadi desainer ternama. Oke kalau gitu sebagai ganti, kamu temenin


aku malam ini, aku bakal rekomendasiin kamu kuliah di harvad jurusan desain.


Dan semua biaya kamu selama di sana dalam tanggungan Yamor. gimana? tawar Erian.


Maira pun terdiam sejenak dengan ragu ragu akhirnya setuju dengan tawaran pak Erian.


“Aku mau tapi syarat nya ajak Snefia juga yah pak.” Pinta Maira


“Boleh, asal jangan panggil aku bapak. Aku belum setua itu.”


Keluar dari mobil dan masuk ke dalam butik.


“Asik bisa hadiri acara penting, makasih yah Maira.” Ucap


Snefia senang.


Untuk beberapa waktu gaun pilihan Maira jatuh pada warna


dusti dan Snefia juga mengikuti nya karena permintaan Snefia yang diam diam.


Dan tentunya pak Erian tak tahu itu, mengikuti warna senada dengan


Maira.


Setelah selesai memilih pak Erian membayar gaun mereka yang


tidak murah itu, dengan ekspresi sedikit kaget. Pak Erian tidak sekaya Garra


asal kalian tahu para raiders. Nangis pak erian di pojokan uang kuu.


Saat kembali ke kantor, Maira masih harus menyelesaikan


hasil rancangan nya untuk persiapan pesta dari artis yang memakai jasa nya


dalam pembuatan gaun pengantin.


‘Aku sibukin diri, biar gak kepikiran terus dengan dua orang


yang buat aku jadi serba salah juga sih." Gumam Maira menatap gaun yang tengah


di kerjakan nya dalam memasang manik manik.

__ADS_1


“Ini gaun termasuk kategori bagus banget bukan sih, soalnya


kan make berlian di beberapa, titik yang bakal menarik perhatian orang orang.


Terlebih lagi kain yang di pesan nya gak main main bagusnya.” Menatap lekat


pada gaun yang sedang di persiapkan.


Setelah beberapa lama berkutat dengan gaun pengantin Maira


akhirnya selesai dan berencana mau pulang karena jam kantor juga akan


selesai.


“Maira pak Erian nungguin kamu, katanya mau pulang bareng.”


Lapor Snefia curiga.


Ini lagi satu, dia mau


buat aku di talak cepat sama bos itu bukan sih. Wajah penuh kekesalan.


“Ha kalian udah jadian yah Maira, uchh selamat banyak banyak


yah.” Snefiah salah paham kamu.


“Diam kamu.” Sahut Maira kesal.


Maira pun menghampiri pak Erian yang udah bersiap, dan


“Bapak, boleh gak tungguin aku aja gak! Soalnya aku masih


banyak yang harus di kerjain.” Mencari alasan.


“Kamu lupa kita ada acara. Aku gak mau terlambat datang ke


acara penting ini. Udah di bilangin jangan panggil bapak” Alasan tepat pak Erian.


Dia ini ngerti gak


sih, aku tuh sebenarnya lagi nolak dia juga. Akhirnya maira setuju karena


alasanya udah gak di terima


Maira pun masuk ke dalam mobil, bersiap akan pulang.


“Nanti kamu aku jemput juga berangkatnya.” Jelas pak Erian


tersenyum.


“Kita ketemuannya di sana aja yah Erian.” Bicara dengan


sedikit acuh.

__ADS_1


Ni cewek buat aku


penasaran banget, apa dia gak ngerti kah dengan sikap aku ke dia.


“Okelah, entar kalau udah mau berangkat kabarin yah.” Jelas


Erian tersenyum pada Maira.


Saat memasuki rumah, Maira tak melihat seorang pun pelayan.


Sejenak Maira mengabaikannya namun sedikit penasaran kemana para pelayan itu


pergi, kemudian Maira mencari pak Marta, namun ia juga tak menemukanya.


“Ah, kemana semua para penghuni rumah megah ini.” Ujar Maira


cukup penasaran.


Karena tak menemukan seorang pun akhirnya Maira menuju


kamarnya, mandi untuk bersiap siap ke acara dengan Erian dan Snefia.


Di saat yang bersamaan Maira yang sedang merendam diri di


dalam bat up tak sadar kalau Garra juga sudah berada di di rumah. Namun Garra


yang tak tahu Maira berada di rumah memtuskan untuk ke ruang kerja.


Pikiran Maira kembali teringat, pertemuan nya dengan  Garra saat di restoran plufy. Ingatan nya


lebih ke wanita yang bersama Garra, sangat jelas kalau mereka dari kalangan berbeda.


“Orang orang di sekitar tuan muda benar benar tak bisa di


samakan dengan ku.” Merasa tak pantas, dengan tangan yang mainkan busa.


Maira sedikit menjadi minder dengan wanita wanita yang ada


di samping Garra, status sosial begitu jauh.


“Emang aku bisa bersaing dengan mereka.” Ucap Maira


menertawakan dirinya sendiri. Maira pun mempercepat mandinya. Keluar dari


kamar  mandi Maira langsung berbaring di


atas tempat tidur sambil memeriksa ponselnya, di sana ia melihat balasan email


dari Reina sahabatnya itu. Yang mengatakan kamu dimana gadis nakal. Dan dengan cekatan Maira langsung


menghubungi Reina.


“Hallo, kamu dimana.” Tanya Reina lebih dulu.

__ADS_1


“Di mana lagi, aku sedang berada di rumah kebesaran tuan


Garra.” Ucap Maira sedikit sombong.


__ADS_2