
“Sudah sampai mana.”tanya Luis melihat laju perkembangan
data.
“Masih dalam pengawasan, ini 4% dalam jangkaun mu Luis.”
Kata Nevan.
“Apa dia memliki uang yang banyak. Sampai harus menyogok
para bajingan lemah.” Luis tak habis pikir.
“Terakhir kali yang aku dengan dia memilki pemasok dana, dan
sepertinya dia menggaitkan orang terdekat tuan Gaara.” jales Nevan dengan focus
pada jaringan pesan yang hanya dia paham.
“Wah, kolega yang berkhianat itu pasti bodoh.” Kata Omar.
“Luis, sebagai kepala gangster, seharusnya ini saatnya panggung
kamu.” Omar bicara.
“Apa seorang hukum yang melakukan pembalaan pada orang yang
memani pulasi kejadian pantas berkata seperti itu.” ejek Luis dengan gaya
sinis. Nevan tegang. Sudah pasti jika Omar dan Luis Bersama keduanya akan adu
mulut.
“Tuan Gaara, kamu ada di mana, sebentar lagi aku bakal jadi
samsak tunju mereka.” Nevan mengumpat kesal dalam hatinya.
Sampai pagi menjelang tempat yang tadinya rapi kini
berantakan dengan barang barang mewah, dan plastic snack akibat ulah mereka.
Nevan terlihat acak acakan dengan mata panda.
Sementara di kediaman Gaara yang sudah siap berangkat ke
kantor dirinya tak lupa mengecup istrinya yang terlelap. Gaara mengeluarkan
ponselnya dan menghubungi seseorang di sana.
“Rama, persiapkan di central, jangan sampai ada yang
tertinggal. Dan jemput nyonya Gaara jam 5 sore.” Garra berkata di iakan oleh Rama.
Gaara sudah bersiaap untuk berangkat ke kantor, Kembali
menatap layer ponselnya Gaara menelfon Nadia.
Agenda hari ini apa.” Tanya Gaara.
“Pertemuan dengan Rocklefer, kerjasama dalam pengelolahan
tambang minyak.” Kata Nadia.
“Kemudian pertemuan dengan perusahan desainer paris untuk
mengajukan kerja sama, selanjutnya untuk acara di central.” Jelas Nadia.
“Total agenda anda yang di batalkan ada 4, menghadiri acara
pembukuan tahunan dari hotel CBD, mengisi acara pernikahan dari pemilik pulau
coach, lalu menghadiri lagi acara perjamuan makan malam di hotel bouel,dalam
rangka silatuhramhi, dan mengenang bos klope yang 40 harian.” Nadia menjelaskan dengan sangat teliti.
“Bagus. Usahakan acara di sentral di upayakan semaksimal
mungkin.” Kata Gaara kemudian mematikan sambungan ponselnya.
Gaara dengan setengah berlari menuruni anak tangga. Seperti
__ADS_1
biasa Gaara terlihat sangat berwibawa. Kenapa perbedaan antar manusia begitu
nyata.
Diri nya berpamitan pada Suci asisten nya dulu. Entah apa
alasan Gaara memperkejaakanya lagi, tentu saja hanya Gaara yang tahu.
Kemudi itu segera meluncur dari parkiran dengan begitu
elegan di tambah suara bising mobil sport milik Gaara pengusaha minyak bumi
dengan penghasilan diluar nalar bagi author.
Mobil cangih itu membelah jalan dengan sedikit buru buru
berhubung pertemuanya dengan Reckolfer pagi ini.
Mobilnya mendarat keren bersamaan dengan Rama yang baru
sampai di kantor. Kedua pria tampan itu bersamaan tanpa janjian.
Di perjalan ke rungan Rama memberikan beberap berkas hitam. Gaara
dengan Langkah tergesa gesa membaca beberapa lembar sampai mereka masuk ke
dalam lift.
Rapat pagi adalah rutinitas di group wiliam, dan kali ini
Gaara melakukannya hanya sekedar menghadiri.
Banyak para ketua divisi terlihat sangat panik Ketika mereka
mengadakan pertemuan sejak kembalinya tuan Gaara astaga apa yang akan terjadi.
Suasana rapat itu membuat ketegangan di setiap nyawa, hanya
saja sepertinya tak sesuram biasanya. Di tengah salah satu bagian pemasaran
menjelaskan penurunan yang tak sampai target dengan keringat dingin dan
Ponsel Gaara mendapat pesan, Gerakan reflek Gaara segera
meraihnya yang tak jauh darinya. Gaara menatapnya,seulas senyuman mengambang di
wajahnya. Sebelah tanganya menopang pada tangan kursi.
Beberapa kepala divisi menatap tak percaya, tapi ini tuan
Gaara jadi terserah padanya.
“Sekian penjelasan dari saya.” Ucap kepala dinisi bagian
pemasaran. Astaga dirinya keringat dingin, Kembali ke tempat duduk setelah
mejelaskan secara rinci,umurnya lebih tua dari tuan Gaara.
Entah apa yang di bahas keduanya,namun Gaara terlihat begitu
Bahagia.
Kepala divisi pemasaran itu setengah bunggkuk di kursinya
menghadap pada Garaa.
“Oke, terimkasih telah bekerja keras,usahakan bulan depan
lebih baik lagi.rapatnya selesai.” Kata Gaara yang membuat beberapa orang
ternganga tak percaya.
Mereka berfikir akan ada adegan kemarahan dan ucapan sinis
seperti biasanya. “Aku tidak memperkerjakan orang malas,Nadia pindahakan dia
kekantor cabang.” Yah karena terlalu sering dan hapal dengan sikap arogan Gaara
sepertinya membuat mereka bisa menebak apa yang akan terjadi. Hanya saja ini
__ADS_1
hari apa, kenapa,kenapa bos Gaara sama
sekali tak marah. Ah mungkin dewa atau apapun itu tengah Bahagia jadi mengubah
alur cerita hari ini.
Setelah melakukan rapat Gaara dan rama segera meninggalkan
ruangan rapat menuju ke pertemuan selanjutnya dengan reklofer.
Di tempat lain di kediaman Maira, dirinya terlihat kesal dan
bermalas malasan di atas Kasur.
“Apa di otaknya hanya mesum saja, aku menanyakan gaun mana
yang bagus kenapa dia malah menjawab lebih baik tanpa gaun. Heh apa di gila.”
Gerutu Maira kesal.
Tok
Tok
Tok
“Astaga apa itu dia.” Maira terjolak kaget. “Apa dia
mendengar yang aku katakan.” Gumam Maira segan.
“Nona Maira, waktunya anda minum susu.” Suara di balik
pintu. Medengar itu segera Maira melangkah cepat membuka pintu.
Ceklek
“Suci.” Ucap Maira tak percaya.
“Nona Maira,tuan menyuruhku mengatur jadwal makan anda.”
Ucap suci. Maira spontan memeluk Suci,dirinya beruntung masih melihat Suci
pasalanya setelah kejadian itu Suci hilang kabar.
Alih alih menjawab perkataan Suci, Maira spontan memeluk
Suci.
“Kamu apa kabar.” Tanya maira. Wanita yang di tanya itu terdiam mematung.
Mengingat perbuatanya dahul bisa dikatrakan kalau dirinya beruntung tidak
hilang dari bumi ini.
Pertemuan keduanya benar benar sepereti layaknya banyak
drama yang terjadi di kalangan perempuan.
Setelah menceritakan beberapa kisah yang mereka
alami,akhirnya sampai pada waktunya di mana Suci mendandani Maira layaknya
ratu.
“Ini sangat berlelebihan.” Kata Maira menatap Suci dari pantulan cermin.
“Anda terlihat sangat cantik nona. Bagaimana mungkin
berlebiha ini sangat pas.” Kata Suci memuji.
“Katakan sebenarnya ada apa sampai harus berdandan seperti
ini.” Tanya Maira.
“Bukan apa apa nona,tuan menyuruhku melakukanya.” Kata Suci
sambil menghiasi Maira dengan polesan tak biasa.
Jangan lupa lahan parkirnya, yanpe 10 comantar author up doblel deh. ig:pzaima.
__ADS_1
terimakasih sudah mampir