Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
persiapan


__ADS_3

“Sudah sampai mana.”tanya Luis melihat laju perkembangan


data.


“Masih dalam pengawasan, ini 4% dalam jangkaun mu Luis.”


Kata Nevan.


“Apa dia memliki uang yang banyak. Sampai harus menyogok


para bajingan lemah.” Luis tak habis pikir.


“Terakhir kali yang aku dengan dia memilki pemasok dana, dan


sepertinya dia menggaitkan orang terdekat tuan Gaara.” jales Nevan dengan focus


pada jaringan pesan yang hanya dia paham.


“Wah, kolega yang berkhianat itu pasti bodoh.” Kata Omar.


“Luis, sebagai kepala gangster, seharusnya ini saatnya panggung


kamu.” Omar bicara.


“Apa seorang hukum yang melakukan pembalaan pada orang yang


memani pulasi kejadian pantas berkata seperti itu.” ejek Luis dengan gaya


sinis. Nevan tegang. Sudah pasti jika Omar dan Luis Bersama keduanya akan adu


mulut.


“Tuan Gaara, kamu ada di mana, sebentar lagi aku bakal jadi


samsak tunju mereka.” Nevan mengumpat kesal dalam hatinya.


Sampai pagi menjelang tempat yang tadinya rapi kini


berantakan dengan barang barang mewah, dan plastic snack akibat ulah mereka.


Nevan terlihat acak acakan dengan mata panda.


Sementara di kediaman Gaara yang sudah siap berangkat ke


kantor dirinya tak lupa mengecup istrinya yang terlelap. Gaara mengeluarkan


ponselnya dan menghubungi seseorang di sana.


“Rama, persiapkan di central, jangan sampai ada yang


tertinggal. Dan jemput nyonya Gaara jam 5 sore.”  Garra berkata di iakan oleh Rama.


Gaara sudah bersiaap untuk berangkat ke kantor, Kembali


menatap layer ponselnya Gaara menelfon Nadia.


Agenda hari ini apa.” Tanya Gaara.


“Pertemuan dengan Rocklefer, kerjasama dalam pengelolahan


tambang minyak.” Kata Nadia.


“Kemudian pertemuan dengan perusahan desainer paris untuk


mengajukan kerja sama, selanjutnya untuk acara di central.” Jelas Nadia.


“Total agenda anda yang di batalkan ada 4, menghadiri acara


pembukuan tahunan dari hotel CBD, mengisi acara pernikahan dari pemilik pulau


coach, lalu menghadiri lagi acara perjamuan makan malam di hotel bouel,dalam


rangka silatuhramhi, dan mengenang bos  klope yang 40 harian.” Nadia menjelaskan dengan sangat teliti.


“Bagus. Usahakan acara di sentral di upayakan semaksimal


mungkin.” Kata Gaara kemudian mematikan sambungan ponselnya.


Gaara dengan setengah berlari menuruni anak tangga. Seperti

__ADS_1


biasa Gaara terlihat sangat berwibawa. Kenapa perbedaan antar manusia begitu


nyata.


Diri nya berpamitan pada Suci asisten nya dulu. Entah apa


alasan Gaara memperkejaakanya lagi, tentu saja hanya Gaara yang tahu.


Kemudi itu segera meluncur dari parkiran dengan begitu


elegan di tambah suara bising mobil sport milik Gaara pengusaha minyak bumi


dengan penghasilan diluar nalar bagi author.


Mobil cangih itu membelah jalan dengan sedikit buru buru


berhubung pertemuanya dengan Reckolfer pagi ini.


Mobilnya mendarat keren bersamaan dengan Rama yang baru


sampai di kantor. Kedua pria tampan itu bersamaan tanpa janjian.


Di perjalan ke rungan Rama memberikan beberap berkas hitam. Gaara


dengan Langkah tergesa gesa membaca beberapa lembar sampai mereka masuk ke


dalam lift.


Rapat pagi adalah rutinitas di group wiliam, dan kali ini


Gaara melakukannya hanya sekedar  menghadiri.


Banyak para ketua divisi terlihat sangat panik Ketika mereka


mengadakan pertemuan sejak kembalinya tuan Gaara astaga apa yang akan terjadi.


Suasana rapat itu membuat ketegangan di setiap nyawa, hanya


saja sepertinya tak sesuram biasanya. Di tengah salah satu bagian pemasaran


menjelaskan penurunan yang tak sampai target dengan keringat dingin dan


Ponsel Gaara mendapat pesan, Gerakan reflek Gaara segera


meraihnya yang tak jauh darinya. Gaara menatapnya,seulas senyuman mengambang di


wajahnya. Sebelah tanganya menopang pada tangan kursi.


Beberapa kepala divisi menatap tak percaya, tapi ini tuan


Gaara jadi terserah padanya.


“Sekian penjelasan dari saya.” Ucap kepala dinisi bagian


pemasaran. Astaga dirinya keringat dingin, Kembali ke tempat duduk setelah


mejelaskan secara rinci,umurnya lebih tua dari tuan Gaara.


Entah apa yang di bahas keduanya,namun Gaara terlihat begitu


Bahagia.


Kepala divisi pemasaran itu setengah bunggkuk di kursinya


menghadap pada Garaa.


“Oke, terimkasih telah bekerja keras,usahakan bulan depan


lebih baik lagi.rapatnya selesai.” Kata Gaara yang membuat beberapa orang


ternganga tak percaya.


Mereka berfikir akan ada adegan kemarahan dan ucapan sinis


seperti biasanya. “Aku tidak memperkerjakan orang malas,Nadia pindahakan dia


kekantor cabang.” Yah karena terlalu sering dan hapal dengan sikap arogan Gaara


sepertinya membuat mereka bisa menebak apa yang akan terjadi. Hanya saja ini

__ADS_1


hari apa, kenapa,kenapa bos Gaara  sama


sekali tak marah. Ah mungkin dewa atau apapun itu tengah Bahagia jadi mengubah


alur cerita hari ini.


Setelah melakukan rapat Gaara dan rama segera meninggalkan


ruangan rapat menuju ke pertemuan selanjutnya dengan reklofer.


Di tempat lain di kediaman Maira, dirinya terlihat kesal dan


bermalas malasan di atas Kasur.


“Apa di otaknya hanya mesum saja, aku menanyakan gaun mana


yang bagus kenapa dia malah menjawab lebih baik tanpa gaun. Heh apa di gila.”


Gerutu Maira kesal.


Tok


Tok


Tok


“Astaga apa itu dia.” Maira terjolak kaget. “Apa dia


mendengar yang aku katakan.” Gumam Maira segan.


“Nona Maira, waktunya anda minum susu.” Suara di balik


pintu. Medengar itu segera Maira melangkah cepat membuka pintu.


Ceklek


“Suci.” Ucap Maira tak percaya.


“Nona Maira,tuan menyuruhku mengatur jadwal makan anda.”


Ucap suci. Maira spontan memeluk Suci,dirinya beruntung masih melihat Suci


pasalanya setelah kejadian itu Suci hilang kabar.


Alih alih menjawab perkataan Suci, Maira spontan memeluk


Suci.


“Kamu apa kabar.” Tanya maira.  Wanita yang di tanya itu terdiam mematung.


Mengingat perbuatanya dahul bisa dikatrakan kalau dirinya beruntung tidak


hilang dari bumi ini.


Pertemuan keduanya benar benar sepereti layaknya banyak


drama yang terjadi di kalangan perempuan.


Setelah menceritakan beberapa kisah yang mereka


alami,akhirnya sampai pada waktunya di mana Suci mendandani Maira layaknya


ratu.


“Ini sangat berlelebihan.” Kata Maira menatap Suci dari pantulan cermin.


“Anda terlihat sangat cantik nona. Bagaimana mungkin


berlebiha ini sangat pas.” Kata Suci memuji.


“Katakan sebenarnya ada apa sampai harus berdandan seperti


ini.” Tanya Maira.


“Bukan apa apa nona,tuan menyuruhku melakukanya.” Kata Suci


sambil menghiasi Maira dengan polesan tak biasa.


Jangan lupa lahan parkirnya, yanpe 10 comantar author up doblel deh. ig:pzaima.

__ADS_1


terimakasih sudah mampir


__ADS_2