Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
kehengatan bersama


__ADS_3

Hiks


Hiks


“Apa kau memafkan ku.” Gaara berkata di sela sela tangisnya.


“Jangan tinggalkan aku lagi Maira, itu menyakitkan.” Garra


berkata. Maira terdiam, dirinya teringat ucapanya dengan Bian. Seketika Maira


seperti ketakutan dan langsung mengeratkan Kembali pelukaanya.


“Kamu harus merawat anak ini.” Maira berkata, dengan air


mata bahagian kini dirinya bisa Bersama Garra.


“Aku janji aku akan jadi ayah yang baik, selagi kamu yang


jadi istriku.” Ucap Garra tak tahan dengan kebodohanya yang dulu.


“Oh ia, kenapa matamu bengkak? Apa semalaman kamu menangis.”


Gaara bertanya.


Astaga Maira Kembali teringat bagaimana tadia malam.


Disaat Maira masuk dirinya melihat tak percaya yang


berbaring di sana adalah Gaara. Maira mengira Gaara meninggal hingga menjerit


tak percaya bahkan Amira menangis tersedu sedu membuat dokter  Syarif dan Ali serta para suster saling tatap


dengan heran.


“Kanapa kau meninggalkan ku Garra.” Maira berkata dengan


memukul erat bagian dada kekar pria itu.


“Kau bahkan pergi sebelum tahu aku hamil.”


“Kau sangat brengsek, kau begitu kejam.”


“Aku berharap nereka menendangmu keluar, dan surga tidak


menerimamu.”


Hiks


Hiks


Hiks

__ADS_1


Maira memaki Garra tanpa henti dan air matanya terus mengalir.


“Maaf nona Maira.” Luis ingin bicara.


“aku ingin sendiri.” Maira berteriak. semua yang ada di


ruangan melihat dengan tak percaya.


“aku tidak tahu sisi maira yang ini.” Luis berkata.


“Kau benar, ini pertama kalinya aku melihatnya.” Malik


bahkan seperti tak mengenali adiknya.


“Maira.” Suara yang Kembali memecah keheningan ruangan.


“Jangan tinggalkan aku Maira.” Ucap pasien yang terbaring.


Tangis Maira berhenti, dirinya menyeka kuat air matanya dan langsung menatap Ali.


Ali mengaguk seperti tahu apa yang akan Maira tanyakan. “ Apa


dia tidak jadi mati.” Maira berkata.


Semua orang menatap Maira seperti kehabisan kata kata.


“Aku pergi dulu, Rama biarkan kedua pasangan aneh itu


di ikuti Malik dan Luis dengan para suster dan dokter Syarif.


“Tuan Gaara masih berada di bawah pengaruh obat bius


sebentar lagi akan sadar, aku pamit dulu.” Ali berkata dan langsung segera


menghilang.


Mengingat hal itu membuat wajah Maira merah menahan rasa


malu, bagaiaman ia akan menjelaskanya.


“Sepanjangan malam aku terus berdoa, air mata Wanita tulus


sepertiku tak bisa di hentikan.” Maira berkaata, wjaahnya di sembuyinkan ke


dalam dada bidang Gaara.


“Tapi aku senang akhirnya kau sadar juga.” Lanjur Maira


berkata kali ini ia menatap Gaara dari bahwa rahang tegas pria itu.


“Maafkan aku maira, aku berjanji tak akan meninggalkan kamu

__ADS_1


lagi, bahkan kalau kamu menyuruhku demi apapun akan aku buat kau di lubang yang


sama denganku.” Ucap Gaara lalu mengecup mesra kening Maira.


“Bagaimana dengan anak kita, apa dia menyusahkanmu, di saat


aku tak ada.” Ucap Gaara prihatin memegang perut Maira.


“Aku sangat tersiksa apalagi saat dia aku benar benar ingin


sekali memeluk tubuhmu, ini semua salahmu.” Ucap Maira memukul dada Gaara.


“Akan aku tebus waktumu yang mengandung anak kita. Biarkan


aku memperlakukan gadisku ini layaknya ratu, oke.” Lagi lagi Garra memeluk erat


dan tak henti henti nya mengecup puncak kepala Maira.


“Bagaimana kabar mu selama tak ada aku.” Garra bertanya.


Seiringan dengan itu aura menjadi dingin tanpa sebeb.


“Aku baik baik saja.” Maira berkata. Suaranya seperti


tertahan hanya saja Gaara mendengar nya dengan jelas.


“Benarkah.” Suara itu kembali terdengar dengan sangat


dingin. Maira terdiam.


Keduanya saling diam, untuk beberapa lama. Sebelum tangan


kekar Garra memeluk dengan erat tubuh gadisnya


“mendengarmu baik baik saja tanpa ku seperti hukuman yang


paling kejam untuk ku.” Garra menangis.


Hiks


Hoks


Hiks.


“Ah apa yang harus aku lakukan untuk menebusnya.” Suara


Gaara seperti siluet horror.


“Jangan menghukum dirimu sendiri, aku mohon bagaimana kalau


kita ambil hikmahnya saja.” Ucap Maira mulai takut dengan keadaan Gaara.

__ADS_1


__ADS_2