Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
curhatan dan amarah


__ADS_3

Maira merasa bebas setelah keluar dari area Brescout itu. Ia menuju apartemen Reina sahabat nya itu.


Melaju dengan ojek yang asal ia tahan dan membawa Maira ke apartemen Reina.


Maira benar benar senang bisa berjumpa dengan Reina lagi. Ia langsung mendudukkan dirinya di sofa apartemen Reina dengan teramat santai.


"Dasar Gilak yah lho may." memukul lembut Maira.


"Hah apaan." tanya Maira bingung.


"Kenapa lho nggak ngasih tau kalau lho itu istri dari Garra." wajah Reina dan Maira sama sama panik.


"Kamu kenapa bisa tahu." tanya Maira bingung.


"Jawab pertanyaan ku dengan cepat ok." ucap Reina tak mau mengalihkan topik pembicaraan.


"Udah berapa lama kamu suka sama Garra." Reina antusias bertanya.


"Aku gak suka sama Garra." ucap Maira jutek.


"oke, kalau gitu aku ganti pertanyaan nya."


"Udah berapa lama kamu nikah sama Garra." wajah Reina begitu serius untuk mendengarkan jawaban Maira.

__ADS_1


"emm, mau masuk sebulan lebih." pikir Maira mengingat asal.


"May," teriak Reina menggelegar.


"Apa sih ren." ucap Maira menutup kupingnya.


"Kamu tau gak, yang kamu lakuin itu sama aja masuk ke dalam jurang." ungkap Reina perihatin.


"Aku tau ren, Tapi kalo kamu ada di posisi aku kamu gak akan bisa lihat saudara satu satunya di dunia bakal ikut ngehilang juga." ungkap Maira mulai meneteskan air matanya.


"Kaka aku emang bejat, tapi aku gak mau hidup sendirian di dunia ini." Reina memeluk erat tubuh Maira.


May aku tidak tahu sampai kapan kamu akan bego kayak gini. Kaka kamu Malik tuh cuman manfaatin kamu doank.


Curahan hati Maira di dengar dan di tanggapi oleh Reina dengan begitu peduli sebagai seorang sahabat.


"Aku hanya berharap sampai 2 tahun kedepannya nanti kamu sama sekali gak jatuh cinta sama Garra." turut prihatin dengan kisah Maira yang harus terpaksa di nikahi Garra.


"Tapi kalo emang kamu bakal jatuh cinta, Kamu hanya akan tersakiti sendirian Maira." mengusap lembut punggung Maira yang bersandar padanya.


"Itu juga yang aku takuti ren." nada terdengar tak bersemangat.


"Kamu harus bisa jaga hati kamu may, kalau Sasha nanti sadarkan diri posisi kamu bakal tamat, aku khawatir banget sama kamu Maira." rasa ingin melindungi Maira.

__ADS_1


"Khawatir apa sih ren, hati aku aja bukan milik ku." ucap Maira pasrah.


Reina mulai mengerti dengan posisi Maira yang tertekan namun sebagai seorang sahabat ia tak mau jika Maira di permainkan perasaannya itu.


Namun ia sendiri sadar tak bisa berbuat apa-apa ataupun melakukan apa apa. Yang ia hadapi adalah seorang penguasa.


Yang bisa melakukan apapun tanpa mengotori tangannya.


Di Brescout, Garra yang tadinya merasa sedikit bahagia tiba tiba saja ia terdiam.


sejenak senyuman Garra menghilang dari wajahnya, langkahnya terhenti mendengar ucapan pak Marta.


"Biarkan saja, aku akan mandi dulu." ujar Garra mulai melangkah.


Tiba tiba saja ada seorang pekerja yang mengatakan kalau Maira tak ada di sekitar Brescout.


"Maaf tuan, nona Maira tak di temukan di manapun dalam area Brescout ini." ujar seorang pekerja dengan kepala tertunduk.


"Apa kau yakin sudah mencarinya." Tanya Rama memastikan.


"Sudah den Rama, Kami sudah menelusuri semua tempat." pekerja dengan sedikit gugup.


"Rama siapkan hellykopter." berjalan keluar dengan wajah yang menghitam pekat.

__ADS_1


__ADS_2