
Esok hari nya Maira memaksakan diri untuk pulang dari rumah
sakit, karena dirinya masih harus menghadiri acara pesta, sang artis Karomia yang
memaki jasanya.
"Mai, gak bisa apa, kamu gak perlu hadir di acara itu.” Tanya
Reina.
“Ren, ini itu impian aku seenggak nya aku usaha sendiri."
Sahut Maira bersiap siap
“Aku antar yah.” Tawar Reina.
“Makasih yang kamu udah pedulian sama aku.” Maira memeluk Reina.
Kejadian semalam Maira menjelaskan garis besarnya
pada Reina, dan juga alasan pernikahan itu terjadi. Jelas pandangan Reina menatap Maira dengan rasa iba.
“Kalau kamu butuh bantuan, langsung ke aku, apapun itu.”
Memegang tangan tmaira
“Ia, bawel.” Sahut
Maira berjalan keluar ruangan rumah sakit.
“ Ingat buat semua nya seperti keinginan tuan Garra, dan ikuti
saja alurnya.” Berjalan bersama
Percakapan dua wanita itu pun berakhir saat Maira sampai di
Brescout, dan Reina kembali ke kantor cabang.
Berjalan masuk ke dalam rumah, membuat Maira sedikit kesal
karena halaman itu cukup luas yang untuk memaksa kakinya berjalan.
“Huu, hampir saja kaki ku mati rasa.” Ucap Maira kesal
Maira menghentak kan kaki beberapa kali. Berjalan masuk
secepatnya. Membersihkan diri lalu berganti pakaian setelah itu siap untuk
pergi ke pesta nanti malam
Maira sendiri sudah tahu kalau ia akan sengat terlambat
dalam beberapa hal apalagi untuk gaun yang ribet itu. Tak ada tangis seperti
__ADS_1
tadi malam, tak ada rasa takut seperti tadi malam, dan juga tak ada kesedihan
seperti tadi malam. Maira terlihat lebih hidup, benar benar wanita yang tangguh
bukan.
Maira di sambut Snefia yang kewalahan, dengan mengurusi gaun
nya.
“Maira, akhirnya kamu datang juga.” Ujar Snefia dengan wajah
lesu
“Maafin aku yah, entar selesai pesta aku traktir.” Bujuk
Maira.
“Wajah kamu kenapa.” Tanya Snefia memegang pipi Maira.
“Ah, ini habis lembar kaleng minuman ke cermin dan mental
deh ke wajah ku, bukan hal yang serius juga.” Ucap Maira dengan mengambil alih
pekerjaan Snefia.
“Lain kali hati hati, oh ia pak Erian karena kamu gak hadir
Maira tak menanggapi ucapan Snefia kini dirinya mulai fokus
pada gaun yang harus udah selesai karena sore udah harus di antrkan ke
tempat pengantin.
Maira di bantu Snefia mengerjakan gaunnya agar cepat
selesai untuk pemasangan manik manik.
Tiba tiba seseorang yang selalu saja tak suka datang dengan
wajah kesal.
“Duh, yang kemaren merangkak ke ranjang, udah balik.” Suara
Lidia tiba tiba membuyarkan fokus keduanya.
Maira menatap tak peduli sementara Snefia sudah terlihat
kesal.
“Cheesy banget jadi perempuan, gak malu sama ayam.”ucap
Lidia dengan tampang merendahkan
__ADS_1
“Oh ia, kamu bilang pak Erian ada naksir aku yah, hmpt pantas aja baju hadiah kemarin mahal
banget.’ Sahut Maira tiba tiba
“Ia bener, padahal pak Erian tuh jarang banget ngeluarin duit
buat hal yang gak perlu.” Sahut Snefia paham maksud Maira
“Ihh, dasar jalang.” Ucap Lidia meninggalkan ke dua.
Maira tak Snefia langsung tertawa melihat tingkah Lidia.
“Jangan di ambil hati Mai, sebenarnya dia tuh baik cuman
karena sejak kamu datang dia jadi kek gitu. Kan dia suka sama pak
Erian.” Jelas Snefia.
“Udahlah gak peduli juga.” Tak mau ambil pusing Maira lanjut
fokus pada gaun nya.
Sekitar jam 2 gaun mereka selesai dan Maira segera
mengantarkan nya ke rumah Karomia dengan mobil dari pak Erian.
Pak Erian juga Maira bersama sama pergi ke gedung di mana
acara pengantin di laksanakan.
“Maaf yah Erian, aku ngerepotin lagi.” Ucap Maira santai
“Gak apa apa, aku senang kamu libatkan dalam urusan kamu.”
Ucap pak Erian membalas dengan senyuman
Kemudian perjalanan menjadi sedikit hening karena Maira
terlihat lebih banyak diam menatap ke luar jendela, cara yang tepat untuk
memperlihatkan kalau, dirinya tak ingin ada percakapan diantara mereka. Erian terus
menerus melemparkan lirikan pada Maira yang terlihat seperti sedang menahan
sesuatu.
“Kamu tahu, saat ini aku benar benar ingin bisa membaca
pikiranmu.”ucapan itu membuat Maira menautkan alisnya heran.
Sayangnya Maira tetap tak mau menanggapi ucapan Erian.
like dan comen yah vote juga semua itu gratis. viewer di sebelah meledak, pliss bantu buat author gak pindah lapak yah
__ADS_1