Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
memaksakan diri demi tujuan


__ADS_3

Esok hari nya Maira memaksakan diri untuk pulang dari rumah


sakit, karena dirinya masih harus menghadiri acara pesta, sang artis Karomia yang


memaki jasanya.


"Mai, gak bisa apa, kamu gak perlu hadir di acara itu.” Tanya


Reina.


“Ren, ini itu impian aku seenggak nya aku usaha sendiri."


Sahut Maira bersiap siap


“Aku antar yah.” Tawar Reina.


“Makasih yang kamu udah pedulian sama aku.” Maira memeluk Reina.


Kejadian semalam Maira menjelaskan garis besarnya


pada Reina, dan juga alasan pernikahan itu terjadi. Jelas pandangan Reina menatap Maira dengan rasa iba.


“Kalau kamu butuh bantuan, langsung ke aku, apapun itu.”


Memegang tangan tmaira


“Ia, bawel.”  Sahut


Maira berjalan keluar ruangan rumah sakit.


“ Ingat buat semua nya seperti keinginan tuan Garra, dan ikuti


saja alurnya.” Berjalan bersama


Percakapan dua wanita itu pun berakhir saat Maira sampai di


Brescout, dan Reina kembali ke kantor cabang.


Berjalan masuk ke dalam rumah, membuat Maira sedikit kesal


karena halaman itu cukup luas yang untuk memaksa kakinya berjalan.


“Huu, hampir saja kaki ku mati rasa.” Ucap Maira kesal


Maira menghentak kan kaki beberapa kali. Berjalan masuk


secepatnya. Membersihkan diri lalu berganti pakaian setelah itu siap untuk


pergi ke pesta nanti malam


Maira sendiri sudah tahu kalau ia akan sengat terlambat


dalam beberapa hal apalagi untuk gaun yang ribet itu. Tak ada tangis seperti

__ADS_1


tadi malam, tak ada rasa takut seperti tadi malam, dan juga tak ada kesedihan


seperti tadi malam. Maira terlihat lebih hidup, benar benar wanita yang tangguh


bukan.


Maira di sambut Snefia yang kewalahan, dengan mengurusi gaun


nya.


“Maira, akhirnya kamu datang juga.” Ujar Snefia dengan wajah


lesu


“Maafin aku yah, entar selesai pesta aku traktir.” Bujuk


Maira.


“Wajah kamu kenapa.” Tanya Snefia memegang pipi Maira.


“Ah, ini habis lembar kaleng minuman ke cermin dan mental


deh ke wajah ku, bukan hal yang serius juga.” Ucap Maira dengan mengambil alih


pekerjaan Snefia.


“Lain kali hati hati, oh ia pak Erian karena kamu gak hadir


Maira tak menanggapi ucapan Snefia kini dirinya mulai fokus


pada gaun yang harus udah selesai karena sore udah harus di antrkan ke


tempat pengantin.


Maira di bantu Snefia mengerjakan gaunnya agar cepat


selesai untuk pemasangan manik manik.


Tiba tiba seseorang yang selalu saja tak suka datang dengan


wajah kesal.


“Duh, yang kemaren merangkak ke ranjang, udah balik.” Suara


Lidia tiba tiba membuyarkan fokus keduanya.


Maira menatap tak peduli sementara Snefia sudah terlihat


kesal.


“Cheesy banget jadi perempuan, gak malu sama ayam.”ucap


Lidia dengan tampang merendahkan

__ADS_1


“Oh ia, kamu bilang pak Erian ada naksir aku yah,  hmpt pantas aja baju hadiah kemarin mahal


banget.’ Sahut Maira tiba tiba


“Ia bener, padahal pak Erian tuh jarang banget ngeluarin duit


buat hal yang gak perlu.” Sahut Snefia paham maksud Maira


“Ihh, dasar jalang.” Ucap Lidia meninggalkan ke dua.


Maira tak Snefia langsung tertawa melihat tingkah Lidia.


“Jangan di ambil hati Mai, sebenarnya dia tuh baik cuman


karena sejak kamu datang dia jadi kek gitu. Kan dia suka sama pak


Erian.” Jelas Snefia.


“Udahlah gak peduli juga.” Tak mau ambil pusing Maira lanjut


fokus pada gaun nya.


Sekitar jam 2 gaun mereka selesai dan Maira segera


mengantarkan nya ke rumah Karomia dengan mobil dari pak Erian.


Pak Erian juga Maira bersama sama pergi ke gedung di mana


acara pengantin di laksanakan.


“Maaf yah Erian, aku ngerepotin lagi.” Ucap Maira santai


“Gak apa apa, aku senang kamu libatkan dalam urusan kamu.”


Ucap pak Erian membalas dengan senyuman


Kemudian perjalanan menjadi sedikit hening karena Maira


terlihat lebih banyak diam menatap ke luar jendela, cara yang tepat untuk


memperlihatkan kalau, dirinya tak ingin ada percakapan diantara mereka. Erian terus


menerus melemparkan lirikan pada Maira yang terlihat seperti sedang menahan


sesuatu.


“Kamu tahu, saat ini aku benar benar ingin bisa membaca


pikiranmu.”ucapan itu membuat Maira menautkan alisnya heran.


Sayangnya Maira tetap tak mau menanggapi ucapan Erian.


like dan comen yah vote juga semua itu gratis. viewer di sebelah meledak, pliss bantu buat author gak pindah lapak yah

__ADS_1


__ADS_2