Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Gaun part 3


__ADS_3

Garra dan Rama kini berada di dalam ruang kerja. Mereka akan lebih bebas untuk bicara soal bisnis.


Garra  yang duduk di singgasananya dengan arogan sementara Rama duduk di sofa yang tak jauh letaknya itu. Rama duduk melipat kaki sambil mengisap sebatang rokok sementara Garra tengah fokus membaca soal statik.


"Sepertinya mereka benar benar bosan hidup." melihat statik laporan yang Rama berikan.


"Aku pikir awalnya ini semua pasti ada sangkut pautnya dengan paman Marcel. Tapi, sekarang aku jadi ragu." menghembuskan perlahan asap rokoknya ke udara.


"Kenapa bisa begitu,? Apakah tingkat kepekaan mu sudah menurun, pengaruh umur." ledek Garra tanpa melihat Rama.


"Tuan ini seperti bukan anda." Heh di pikirnya dia cocok jadi pelawak? Tampang dingin begitu yang ada orang di sekeliling anda bukan nya tertawa malah jadi beku." batin Rama.


"jadi bagaiaman solusinya." tanya garra ketus.


"Aku memiliki 2 kemungkinan. 1. Meminta mereka menutupnya tanpa mengambil sepeserpun .


                                                 2. Jodi yang bertindak." jelas Rama.

__ADS_1


"Enak sekali. Yah, jadi mereka mencuri tanpa eksekusi, sayangnya aku tidak tertarik dengan kedua solusimu." berdiri mendekati jendela.


"Tenang tuan  angkat tidak hanya sampai no.2 sebab di atas no,2 masih ada no 3. Jadi aku mempunyai cara sebanyak angka yang ada." sahut Rama menyeringai.


"Aku suka gayamu. Aku harap itu tidak mengecewakanku." Berjalan kembali ke kursi singgasananya.


"Permintaaan baik baik di tolak maka mendekatkan diri mereka dengan tuhan  cara paling cepat." sahut Rama tersenyum psikopat.


Kedua pria dingin itu tertawa keras hingga kedengaran di luar oleh pak Marta yang sedang duduk mengawasi cctv camera.


"Tuan bos, 30 menit lagi kita akan menghadiri rapat," ucap Rama melirik jam yang melingkar di tangannya itu.


Setelah keluar, Garra menaiki tangga menuju kamar. Saat Garra  masuk ke dalam kamar ia melihat Maira sedang berdiri di dekat jendela sambil tersenyum menatap ponselnya.


"Apa yang kau tertawakan." tanya Garra saat menutup pintu.


Suara Garra membuat Maira gelagapan, sebelum ia menguasai diri.

__ADS_1


"Ah kau kembali." duh apa sih yang aku harapkan.


"Aku bertanya apa yang kau tertawakan.." tanya Garra  sambil membuka bajunya.


Wajah Maira kala itu memerah saat melihat dada bidang Garra, kesal tapi ia bingung jika harus marah.


Dasar mesum, walaupun ini kamarmu dan rumahmu tapi setidaknya hargai aku juga. Umpat kesal Maira membatin.


Maira yang tak ingin berlama lama dengan Garra di dalam suatu ruangan membuat ia ingin secepatnya mengilang. Maira berjalan ke arah pintu dengan hentakan kaki. Garra yang menyadarinya langsung bertanya.


"Kau mau kemana ." tanya Garra mendekat.


"Aku haus." sahut Maira asal.


" Dengan gaun seperti ini, siapa yang ingin kau goda." tanya Garra menurunkan resleting gaun Maira.


"Hey apa yang kau lakukan." terlambat Garra sudah menurunkannya hingga punggung mulus Maira terlihat tanpa celah.

__ADS_1


"Mulai sekarang, kau di larang memakai gaun ini, dan semua baju yang kau pakai harus sama dengan ku, dari warna dan model nya." meraba punggung Maira dengan tangan nakalnya.


Dasar mesum,  dia bertindak senak nya aaaa aku sudah tidak suci lagi... huak huak huak....batin Maira 


__ADS_2