Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Kertas penentuan


__ADS_3

Malam ulang tahun Sasha tiba. Dirinya datang Bersama dengan Garra


memasuki aula yang telah dihiasi dengan pernak Pernik mewah. Benar benar


bertemakan seperti tema dewasa pada umumnya.


Tak ada pertengkaran seperti kemarin, keduanya terlihat serasi dan benar benar pasngan romantis. Di tambah mereka menggunakan warna yang senada.


Gaun berwarna gold itu sangat pas melekat di tubuh seksi


sasha. Benar benar malaikat berwujud manusia. Cantik sekali gadis itu. Tepat di


samping gadis itu berdiri laki  laki


dengan rahang tegas dan sorot mata yang tajam berwarna biru. Pakaian mereka


serasi. Mereka memang pasangan sempurna.


Maira memakai gaun berwarna gelap. Dia Bersama Snefia dan


juga Erian hadir dalam acara megah itu. Hati Maira merasa sakit hati setelah


melihat pemandangan yang ada dihadapannya, seperti terkoyak. Kemampuannya


menelan pil pahit sebagaimana kenyataanya sudah terbiasa dengan hal seperti itu,


bahkan dirinya hampir berdamai dengan rasa sakit ini yang rasanya sangat


menyakitkan. Hanya saja Maira mencoba seperti tak terjadi apa apa dengan


dirinya.


Gaun itu seharusnya di pakainya Bersama Garra untuk suatu


acara pertemuan tapi karena seseorang gaun itu berakhir di pakai oleh tunangannya.


 Maira tertawa Ketika Erian


membahas soal  Carson dan Jenifer waktu


itu.


“Kamu tahu bagaimana carson memohon padaku? Dia bahkan


berlutut dan orang orang menatap curiga padaku. Dengan gaya nya yang kemayu itu


aku dikira akan menikah dengan Jenifer.” Jelas Erian menahan tawa.

__ADS_1


“Maafkan aku Erian. Sudah membuatmu kerepotan.” Maira


menampilkan wajah bersalah. Erian meraih tangan Maira secara spontan. Tak mau


gadis itu menjadi sedih


“Gak tuh. Cuman kamu harus bayar kejadiannya.  Habis ini keluar cari udara segar mau.” Tawar


Erian penuh harap. Maira tak menjawab dirinya menarik tanganya secara tiba tiba.


Senyuman canggung terukir di wajah Maira selanjutnya.


“Tapi seharusnya kamu terima aja Carson itu.” Detik


berikutnya Maira menyahut ucapan Erian yang sebelumnya. Lalu mereka tertawa.


Seseorang dari sudut ruangan menatap Maira tanpa berkedip.


Luis mengepalkan tanganya dengan sorot mata tajam. Dia tahu betapa sakit


hatinya wanita itu. Harus hadir di acara ulang tahun dari tunangan suaminya


sendiri. Bagaimana bisa dia terlihat begitu tegar menghadiri acara ini. Luis


tak habis pikir.


Tak lama seorang yang menjadi pusat acara itu datang


“Maira bisa bicaraa sebentar.” Sasha menarik tangan maira.


Mereka berjalan ke belakang aula.


“Ada apa sasha.” Maira bertanya dengan nada sedikit


canggung.


“Maaf yah aku terlalu bersemangat untuk ngasih ini ke kamu


.” Sasha menyerahkan lembaran kertas dari dalam tasnya. Bersamaan dengan


itu  dering ponsel Sasha berbunyi.


Asistennya menghubungi. Dia harus mengangkat itu, tanpa


membuat Maira menuggu lama Sasha menyerahkan lembaran kertas tersebut.


Surat cerai.

__ADS_1


Sasha dengan ponsel yang digenggamnya meletakan kertas itu


di atas meja agar Maira menandatangani nya. Bongkahan batu sebesar gunung


everets harus ditelan dengan kasar.  Maira membacanya tiba tiba bibirnya merasa


kaku. Tanganya gemetar hebat. Ini maksud tuan Garra. “Sasha akan memberimu


sesuatu.”


Wah benar benar sesuatu sekali. Setidak penting itukah peran


Maira, sampai sampai surat cerainya di berikah oleh Sasha. Haha sekarang benar


kalau Maira hanya alat pemuas *****.


5 bulan bukan apa apa. Kehadiaran Maira hanya seperti boneka


yang sudah bosan di pakai. Sakit sekali rasanya. Kemarin Maira bilang akan


menceraikan Garra. Sekarang saat sudah benar benar akan bercerai rasanya


seperti sakit sekali tuhan. Benar benar sakit. Kobaran api itu seketika


membakar perasaan Maira dengan sangat ironis sekali. Setiap kalimat itu  sepeti tombak yang menancap tepat di


jantungnya menusuk sedalam mungkin. Hati yang sudah rapuh itu. benar benar


kejam.


“Tunangannya sudah kembali, sudah saatnya aku harus


bercerai.” Ucap Maira menandatangani kertas perjanjian.


Resmi sudah Maira bercerai. Dirinya bukan lagi nyonya Garra.


Sekarang Maira menyandang status mantan istri. Sesakit ini kah berpisah dari


orang yang sudah di cintai.


Tergambar jelas kini bagaimana perlakuan Garra terhadap


Maira. Kata kata dingin laki laki itu yang sering kali menusuk relung hati.


Tindakan yang kasar, sorot mata yang menatap tajam. Semua tergambar jelas.


Sekarang tak akan ada yang menekannya lagi. Termasuk Garra

__ADS_1


  jangan lupa lahan parkirnya di bab ini. Lihat cuplikanya di ig aku untuk bab selanjutnya.


                     iG:PZAIMA


__ADS_2