
Malam ulang tahun Sasha tiba. Dirinya datang Bersama dengan Garra
memasuki aula yang telah dihiasi dengan pernak Pernik mewah. Benar benar
bertemakan seperti tema dewasa pada umumnya.
Tak ada pertengkaran seperti kemarin, keduanya terlihat serasi dan benar benar pasngan romantis. Di tambah mereka menggunakan warna yang senada.
Gaun berwarna gold itu sangat pas melekat di tubuh seksi
sasha. Benar benar malaikat berwujud manusia. Cantik sekali gadis itu. Tepat di
samping gadis itu berdiri laki laki
dengan rahang tegas dan sorot mata yang tajam berwarna biru. Pakaian mereka
serasi. Mereka memang pasangan sempurna.
Maira memakai gaun berwarna gelap. Dia Bersama Snefia dan
juga Erian hadir dalam acara megah itu. Hati Maira merasa sakit hati setelah
melihat pemandangan yang ada dihadapannya, seperti terkoyak. Kemampuannya
menelan pil pahit sebagaimana kenyataanya sudah terbiasa dengan hal seperti itu,
bahkan dirinya hampir berdamai dengan rasa sakit ini yang rasanya sangat
menyakitkan. Hanya saja Maira mencoba seperti tak terjadi apa apa dengan
dirinya.
Gaun itu seharusnya di pakainya Bersama Garra untuk suatu
acara pertemuan tapi karena seseorang gaun itu berakhir di pakai oleh tunangannya.
Maira tertawa Ketika Erian
membahas soal Carson dan Jenifer waktu
itu.
“Kamu tahu bagaimana carson memohon padaku? Dia bahkan
berlutut dan orang orang menatap curiga padaku. Dengan gaya nya yang kemayu itu
aku dikira akan menikah dengan Jenifer.” Jelas Erian menahan tawa.
__ADS_1
“Maafkan aku Erian. Sudah membuatmu kerepotan.” Maira
menampilkan wajah bersalah. Erian meraih tangan Maira secara spontan. Tak mau
gadis itu menjadi sedih
“Gak tuh. Cuman kamu harus bayar kejadiannya. Habis ini keluar cari udara segar mau.” Tawar
Erian penuh harap. Maira tak menjawab dirinya menarik tanganya secara tiba tiba.
Senyuman canggung terukir di wajah Maira selanjutnya.
“Tapi seharusnya kamu terima aja Carson itu.” Detik
berikutnya Maira menyahut ucapan Erian yang sebelumnya. Lalu mereka tertawa.
Seseorang dari sudut ruangan menatap Maira tanpa berkedip.
Luis mengepalkan tanganya dengan sorot mata tajam. Dia tahu betapa sakit
hatinya wanita itu. Harus hadir di acara ulang tahun dari tunangan suaminya
sendiri. Bagaimana bisa dia terlihat begitu tegar menghadiri acara ini. Luis
tak habis pikir.
Tak lama seorang yang menjadi pusat acara itu datang
“Maira bisa bicaraa sebentar.” Sasha menarik tangan maira.
Mereka berjalan ke belakang aula.
“Ada apa sasha.” Maira bertanya dengan nada sedikit
canggung.
“Maaf yah aku terlalu bersemangat untuk ngasih ini ke kamu
.” Sasha menyerahkan lembaran kertas dari dalam tasnya. Bersamaan dengan
itu dering ponsel Sasha berbunyi.
Asistennya menghubungi. Dia harus mengangkat itu, tanpa
membuat Maira menuggu lama Sasha menyerahkan lembaran kertas tersebut.
Surat cerai.
__ADS_1
Sasha dengan ponsel yang digenggamnya meletakan kertas itu
di atas meja agar Maira menandatangani nya. Bongkahan batu sebesar gunung
everets harus ditelan dengan kasar. Maira membacanya tiba tiba bibirnya merasa
kaku. Tanganya gemetar hebat. Ini maksud tuan Garra. “Sasha akan memberimu
sesuatu.”
Wah benar benar sesuatu sekali. Setidak penting itukah peran
Maira, sampai sampai surat cerainya di berikah oleh Sasha. Haha sekarang benar
kalau Maira hanya alat pemuas *****.
5 bulan bukan apa apa. Kehadiaran Maira hanya seperti boneka
yang sudah bosan di pakai. Sakit sekali rasanya. Kemarin Maira bilang akan
menceraikan Garra. Sekarang saat sudah benar benar akan bercerai rasanya
seperti sakit sekali tuhan. Benar benar sakit. Kobaran api itu seketika
membakar perasaan Maira dengan sangat ironis sekali. Setiap kalimat itu sepeti tombak yang menancap tepat di
jantungnya menusuk sedalam mungkin. Hati yang sudah rapuh itu. benar benar
kejam.
“Tunangannya sudah kembali, sudah saatnya aku harus
bercerai.” Ucap Maira menandatangani kertas perjanjian.
Resmi sudah Maira bercerai. Dirinya bukan lagi nyonya Garra.
Sekarang Maira menyandang status mantan istri. Sesakit ini kah berpisah dari
orang yang sudah di cintai.
Tergambar jelas kini bagaimana perlakuan Garra terhadap
Maira. Kata kata dingin laki laki itu yang sering kali menusuk relung hati.
Tindakan yang kasar, sorot mata yang menatap tajam. Semua tergambar jelas.
Sekarang tak akan ada yang menekannya lagi. Termasuk Garra
__ADS_1
jangan lupa lahan parkirnya di bab ini. Lihat cuplikanya di ig aku untuk bab selanjutnya.
iG:PZAIMA