
Dua bulan berlalu setelah bercerai dari Maira. Sosok laki
laki arogan dengan rahang tegas itu tengah berada di dalam kamar. Dirinya
Kembali terlihat sakit. Matanya yang gelap entah apa penyebabnya yang jelas dia
selalu bergumam …
“Maira.” Pemilik suara lirih itu adalah Garra. Laki laki itu
kini meraung. Dirinya mengalami penurunan berat badan yang drastis. Tak
beranjak dari tempat tidur.
Malam itu saat pesta ulang tahun Sasha.
Garra yang sedang bicara dengan Omar, Ali dan Nevan tanpa Luis.
Mereka tengah khawatir soal pertemuan di balik pesan singkat yang mempertemukan
mereka di bandara. Dan di saat itu Sasha menghampiri mereka dengan raut wajah
khawatir.
“Garra.” Paanggil Sasha berjalan kearah mereka.
Plak……………
Sebuah tamparan dari Sasha
pada Gara. Semua orang melihat dengan tak percaya.
“Maira adalah istrimu.” Sasha bertanya dengan marah di
wajahnya. Garra menatap dengan sorot mata yang tajam. Tak kala para sahabatnya
juga kaget dengan tindakah Sasha. Bosan hidup mungkin!
“Jawab Garra.” Sasha memperlihatkan kertas di genggamannya
tepat di hadapan Garra.
“Kamu benar benar gila. Apa kamu tahu bagaimana perasaannya.
Membuat gaun ulang tahun yang di design oleh istrimu sendiri. Kamu kejam Garra.”
Sasha berteriak kesal. Dirinya sangat membenci laki laki di hadapannya ini
sekarang.
__ADS_1
“Aku memelukmu di hadapannya. Kamu mempermainkan perasaannya
Garra. Dia mencintai kamu bisa dilihat dari sorot matanya. Aku perempuan bisa
merasakan itu. Aku fikir dia hanya kagum dan mencintai dalam diam seperti
kebanyakaan wanita. Sekarang aku merasa jadi Medusa seperti kata Omar.” Sasha terisak
dalam pelukan Garra disaat lututnya melemas.
“Puas sudah merencanakannya.” Garra bicara dengan nada
dingin. Sorot mata ketiganya seperti hujaman pedang menatap lekat Sasha.
“Oh ayoklah Sasha. Tak perlu berpura pura lagi. Kamu
merencanakannya dengan sangat baik.” Luis datang dari kegelapan sudut ruangan.
“Kematian Sena kau sabotase gantung diri. Geysha bunuh diri
karena ucapan yang kau lontarkan untuk membuat dirinya memilih mati. Sayangnya
akal bulusmu tak bisa menipu kami.” Omar berkata dengan tenang namun wajahnya
menggambarkan tak setenang suaranya itu.
“Maksud kalian apa.” Sasha ketakutan dengan wajah bingung.
masuk dalam jebakan Sasha.” Garra meremas kuat dagu Sasha.
“Penculikan Maira yang di rencanakan saat di bandara
berhubungan dengan kamu kan. Ellyana sudah bicara.” Kali ini ali berkata dengan
memperlihatkan benda tajam.
“Ellyana brengsek kamu.” Sasha berteriak ketakutan.
“Sayang sekali Ellyana tak bisa membantumu. Dia berada di
tempat yang jauh sekali. Dan sekarang giliran kamu.” Omar berjalan kebelakang Sasha.
Tangan gadis itu diikat kuat
“Aku diajak Ellyana. Karena dia menjanjikan kebebasanku dari
kekangan Garra. Kalau kamu menanyakan apakah ada hubungannya dengan nyonya
besar itu diluar rencanaku.” Sasha berkata dengan tegas. Dirinya sudah bosan
__ADS_1
berada di bawah perintah Ellyana.
“Dan ucapanku saat di kantor bukan bualan semata. Aku benar
benar mengatakan itu untukmu Garra.” Sasha bicara dengan yakin. Dirinya siap
menanggung segala perbuatannya.
“Sasha andaikan aku tak mendengar suaramu disaat kematian Sena.
Aku sampai sekarang akan mempertahankanmu. Sayang sekali kamu terlibat dengan Geysha
juga. Aku Garra wiliam tidak benar benar mencintaimu. Semua hilang sejak
kematian Sena.” Garra berkata dengan suara tertahan.
“Sekarang semua terserah Omar. Aku ingin mencari Maira.”
Garra meninggalkan tempat acara. Tapi sebelum itu dirinya merusak semua prabot
yang tertata rapi. Mengacaukan tempat indah itu dalam satu malam. Hanya Garra
yang mampu.
Pencarian benar benar Gara kerahkan untuk mencari Maira
ke setiap sudut kota. Bahkan semua majalah mencarinya. Kasihan sekali Garra tak
memiliki foto Maira. Garra berfikir sejauh apapun Maira pergi dirinya tetap
akan bisa menemukannya. Terlebih melacak Maira melalui ponsel. Sayang sekali
ponsel Maira, ada namun pemiliknya tak di temukan.
Luis sudah mengatakan
soal Malik yang berada di rumahnya. Beserta kajadian lengkapnya. Hanya saja
dimalam yang bersamaan Malik melarikan diri juga.
Sekarang Garra kena batunya.
Biar tahu rasa dia.
Garra laki laki yang sudah kehilangan jiwanya selama dua
bulan terkapar di ranjang. Tak mau meninggalkan aroma Maira yang barada di dalam
kamar. Garra benar benar tersiksa batin.
__ADS_1
jangan lupa halaman parkirnya di bab ini. Yuk intip bab selanjutnya di Ig: PZAIMA