Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
karma


__ADS_3

Dua bulan berlalu setelah bercerai dari Maira. Sosok laki


laki arogan dengan rahang tegas itu tengah berada di dalam kamar. Dirinya


Kembali terlihat sakit. Matanya yang gelap entah apa penyebabnya yang jelas dia


selalu bergumam …


“Maira.” Pemilik suara lirih itu adalah Garra. Laki laki itu


kini meraung. Dirinya mengalami penurunan berat badan yang drastis. Tak


beranjak dari tempat tidur.


Malam itu saat pesta ulang tahun Sasha.


Garra yang sedang bicara dengan Omar, Ali dan Nevan tanpa Luis.


Mereka tengah khawatir soal pertemuan di balik pesan singkat yang mempertemukan


mereka di bandara. Dan di saat itu Sasha menghampiri mereka dengan raut wajah


khawatir.


“Garra.” Paanggil Sasha berjalan kearah mereka.


Plak……………


 Sebuah tamparan dari Sasha


pada Gara. Semua orang melihat dengan tak percaya.


“Maira adalah istrimu.” Sasha bertanya dengan marah di


wajahnya. Garra menatap dengan sorot mata yang tajam. Tak kala para sahabatnya


juga kaget dengan tindakah Sasha. Bosan hidup mungkin!


“Jawab Garra.” Sasha memperlihatkan kertas di genggamannya


tepat di hadapan Garra.


“Kamu benar benar gila. Apa kamu tahu bagaimana perasaannya.


Membuat gaun ulang tahun yang di design oleh istrimu sendiri. Kamu kejam Garra.”


Sasha berteriak kesal. Dirinya sangat membenci laki laki di hadapannya ini


sekarang.

__ADS_1


“Aku memelukmu di hadapannya. Kamu mempermainkan perasaannya


Garra. Dia mencintai kamu bisa dilihat dari sorot matanya. Aku perempuan bisa


merasakan itu. Aku fikir dia hanya kagum dan mencintai dalam diam seperti


kebanyakaan wanita. Sekarang aku merasa jadi Medusa seperti kata Omar.” Sasha terisak


dalam pelukan Garra disaat lututnya melemas.


“Puas sudah merencanakannya.” Garra bicara dengan nada


dingin. Sorot mata ketiganya seperti hujaman pedang menatap lekat Sasha.


“Oh ayoklah Sasha. Tak perlu berpura pura lagi. Kamu


merencanakannya dengan sangat baik.” Luis datang dari kegelapan sudut ruangan.


“Kematian Sena kau sabotase gantung diri. Geysha bunuh diri


karena ucapan yang kau lontarkan untuk membuat dirinya memilih mati. Sayangnya


akal bulusmu tak bisa menipu kami.” Omar berkata dengan tenang namun wajahnya


menggambarkan tak setenang suaranya itu.


“Maksud kalian apa.” Sasha ketakutan dengan wajah bingung.


masuk dalam jebakan Sasha.” Garra meremas kuat dagu Sasha.


“Penculikan Maira yang di rencanakan saat di bandara


berhubungan dengan kamu kan. Ellyana sudah bicara.” Kali ini ali berkata dengan


memperlihatkan benda tajam.


“Ellyana brengsek kamu.” Sasha berteriak ketakutan.


“Sayang sekali Ellyana tak bisa membantumu. Dia berada di


tempat yang jauh sekali. Dan sekarang giliran kamu.” Omar berjalan kebelakang Sasha.


Tangan gadis itu diikat kuat


“Aku diajak Ellyana. Karena dia menjanjikan kebebasanku dari


kekangan Garra. Kalau kamu menanyakan apakah ada hubungannya dengan nyonya


besar itu diluar rencanaku.” Sasha berkata dengan tegas. Dirinya sudah bosan

__ADS_1


berada di bawah perintah Ellyana.


“Dan ucapanku saat di kantor bukan bualan semata. Aku benar


benar mengatakan itu untukmu Garra.” Sasha bicara dengan yakin. Dirinya siap


menanggung segala perbuatannya.


“Sasha andaikan aku tak mendengar suaramu disaat kematian Sena.


Aku sampai sekarang akan mempertahankanmu. Sayang sekali kamu terlibat dengan Geysha


juga. Aku Garra wiliam tidak benar benar mencintaimu. Semua hilang sejak


kematian Sena.” Garra berkata dengan suara tertahan.


“Sekarang semua terserah Omar. Aku ingin mencari Maira.”


Garra meninggalkan tempat acara. Tapi sebelum itu dirinya merusak semua prabot


yang tertata rapi. Mengacaukan tempat indah itu dalam satu malam. Hanya Garra


yang mampu.


Pencarian benar benar Gara kerahkan untuk mencari Maira


ke setiap sudut kota. Bahkan semua majalah mencarinya. Kasihan sekali Garra tak


memiliki foto Maira. Garra berfikir sejauh apapun Maira pergi dirinya tetap


akan bisa menemukannya. Terlebih melacak Maira melalui ponsel. Sayang sekali


ponsel Maira, ada namun pemiliknya tak di temukan.


 Luis sudah mengatakan


soal Malik yang berada di rumahnya. Beserta kajadian lengkapnya. Hanya saja


dimalam yang bersamaan Malik melarikan diri juga.


Sekarang Garra kena batunya.


Biar tahu rasa dia.


Garra laki laki yang sudah kehilangan jiwanya selama dua


bulan terkapar di ranjang. Tak mau meninggalkan aroma Maira yang barada di dalam


kamar. Garra benar benar tersiksa batin.

__ADS_1


jangan lupa halaman parkirnya di bab ini. Yuk intip bab selanjutnya di Ig: PZAIMA


__ADS_2