
"Apakah kau akan menghukum Rama bagaimana jika ia lambat." ucap Ali menguji Garra.
"Aku hanya perlu melihatnya berapa lama ia membuat ku menunggu." menghembuskan asap rokoknya dengan antusias.
Kedua laki laki yang begitu penasaran dengan kemunculan Rama saling menunggu.
"Asal kau tahu dia tak pernah membuat ku menunggu barang sedetik pun dari waktunya." ucap Garra bangga.
Rama melaju menuju apartemen Reina. Ia seperti ghost raider saat melewati jalanan malam.
sampainya di apartemen Reina segera Rama mengetuk pintu Dengan sopan tak lama pintu terbuka.
Di sana Reina yang memakai baju tidur seksi namun di tutupi selimut walaupun sedikit menampilkan bahu putih nya.
"Aku baru mau tidur, ada keperluan apa malam malam begini mencari ku." berteriak dengan kesal sebelum ia menatap Rama.
"Maaf nona aku akan jelaskan di mobil, sebaiknya anda ikut saja dulu." ucap Rama mengangguk sopan pada Reina tanpa menatap nya karena sekilas ia melihat kemolekan bahu Reina membuat Rama sedikit merona namun ia tetap profesional tanpa ekspresi selanjutnya.
Mata Reina terbelalak menatap wajah Rama yang rupawan. Ia setengah membalikkan tubuhnya hanya untuk memastikan kalau matanya tak ada belek.
Membasahi bibir nya agar terlihat seksi merapikan rambut nya yang berantakan lalu kembali ke posisi semula setelah ia merasa kalau dirinya sudah rapi dan tentunya cantik.
Senyuman ia gambarkan di wajahnya dengan sedikit menggoda.
"Apakah anda mencariku atas keperluan apa." tanya Reina dengan centilnya.
__ADS_1
Rama menautkan alisnya saat mendengar nada bicara Reina yang mencoba untuk menggodanya dengan di buat buat semanis mungkin.
Tanpa pikir panjang Rama langsung menarik tangan Reina dan membawanya ke masuk ke dalam mobil.
Apakah orang ini adalah pangeran.? Ya Tuhan kau terlalu baik.
sedetik berlalu di detik selanjutnya Reina dengan deguban jantung dan tegang ia merasa takut dengab Rama.
Bagaimana tidak Rama melajukan mobilnya seperti kesetanan dan Reina hampir muntah karena hal itu.
Aku tarik kata kataku. Kau adalah malaikat pencabut nyawa.
Wajah Reina memucat karena tegang sampai kekesalan nya teralihkan saat memasuki halaman Brescout yang mewah dan megah itu.
Dan kini ia ingat kalau ia pernah menjemput Maira keluar dari rumah ini.
"Aku memang meminta pekerjaan sama Maira untuk bekerja di rumah ini. Tapi, ini terlalu cepat. Aku bahkan belum menyelesaikan gaun terakhir ku." Mencoba mencari solusi dari masalahnya halunya itu.
"hmptt tapi kalau gajinya ini lebih tinggi aku akan mengurus secepatnya." ucap Reina yakin.
Rama menautkan alisnya heran. Namun ia sama sekali tidak menanggapi itu. Segera memberhentikan mobil tepet di tempat biasa di parkirkan.
Membawa Reina turun lalu masuk ke dalam rumah megah melewati pintuh bercorak gold dengan beberapa pahatan indah hingga begitu menambah kesan mewahnya.
walaupun wajah Reina terlihat bingung ia sama sekali tak melawan dan banyak tanya dengan Rama.
__ADS_1
Ia mengikuti Rama yang membawanya seperti tawanan.
Terlihat samar-samar sosok Garra dan Ali sebelum Reina bener bener mendekat ke arah mereka.
Garra yang menatap kemenangan atas tepat nya waktu saat Rama tiba.
Ali juga tidak menatap kagum karena sudah pasti Rama melakukan apapun demi tuan nya Garra.
" Kau sahabat Maira.? Tanya Garra tanpa ekspresi.
Reina mengangguk bingung.
Setelah nya Garra menatap Rama dan langsung mengerti.
Ali angkat bicara.
" Nona muda Garra terkena hipotermia, dan ia masih menggunakan baju basah." ucap Ali menatap Rama. Tentu saja Rama paham dengan maksud Ali.
sementara Reina kaget tak percaya dengan ucapan Ali yang mengatakan Nona muda Garra, bahkan sebelum nya Garra menanyakan perihal diri ya sahabat Maira.
Reina semakin tidak paham, tergambar jelas kalau ia sangat tidak mengerti dengan situasi dirinya apalagi Maira.
"hahahha." tawa Ali menggelegar.
Garra memajukan kepalanya pada Rama pertanda kalau Rama boleh mengantar dan jelaskan garis besarnya pada Reina apa yang harus di lakukan.
__ADS_1
"Dari wajahnya gadis itu terlihat jelas kalau istrimu tidak menjelaskan perihal pernikahan nya dengan mu." ucap Ali menahan tawa.
"Tak di akui kah." ejek Ali menambahkan.