
Maira kembali ke rumah tuan Garra setelah seharian bekerja membuat ia merasakan lelah.
Perasaan penuh was was mulai menjalar di hati Maira tentang alasan kebohongan
apa nanti yang harus Maira katakana pada pak Marta untuk menyelamatkan dirinya.
Di perjalanan Maira mengirim email pada Reina sahabatnya
itu, khawatir karena semenjak kejadian Maira yang melarikan diri itu ia sudah tak mendenger kabar Reina lagi.
Melewati jalanan sambil menunggu balasan email dari Reina membuat hal itu
mengurangi ras cemas di hati Maira.
Sayang nya sampai di rumah brescout Maira masih belum juga
mendapatkan balasan chat Reina. Berlagak seperti tak terjadi sesuatu membuat Maira
menaiki tangga menuju kamarnya. Baru menapaki anak tangga ke 3 suara sapaan
seseorang langsung mengagetkan Maira.
“Selamat datang nona Maira.” Suara pak Marta berdiri tegak
sambil tersenyum.
Memegang kuat gagang tangga untuk menopang diri yang hampir
jatuh.” Hah. Malam juga pak marta.” Sahut Maira sedikit memucat.
gila apah aku hampir
jantungan.
Saat masuk ke dalam kamar Maira sedikit kebingungan karena
tak biasanya ia tak ada Garra. “hmpt kira kira bos itu sedang apa sekarang.”
__ADS_1
Gumam Maira membuka baju lalu menuju kamar mandi.
Sudah sukur kalau tuan bos itu tak ada, seenggaknya ia tak
perlu berbohong, apalagi tadi pak Marta tak banyak tanya seperti mendapatkan
kesempatan langkah pikir Maira.
Merendam air panas memang ide yang bagus, setelah seharian
bekerja membuat dirinya sedikit rileks.
“Ah, nyaman sekali tuhan.” Gumam Maira memejamkan matanya.
“kalau di pikir pikir, kapan pemeran utamanya akan bangun?
Lalu selanjutnya bagaimana dengan kisah ku, berakhir kah? Atau aku akan kembali ke
kehidupan ku yang sebelumya. Ah, semuanya membuatku bingung. Tapi, untuk
sekerang, aku butuh waktu untuk menenangkan diri.”
sampai suara ketukan pintu tak di dengar oleh Maira. Pak Marta pun mulai cemas dengan keadaan nona
muda.
Sampai salah satu pelayan yang di utus untuk memeriksa
kondisi Maira, tentu saja atas izin tuan Garra yang berada di kota Z. dan tentu
harus memberi tahu kembali pada tuan Garra.
Pelayan yang masuk adalah wanita yang seumuran dengan Maira,
dengan kunci serep yang hanya boleh di sampan oleh pelayan itu. Dan benar saja
pelayan wanita itu kita sebut saja Suci namanya adalah Suci.
__ADS_1
Suci memeriksa ruang kamar bos Garra, tak menemukan Maira, ia
kembali memeriksa kamar mandi dan melihat kalau nona Maira sedang berendam di
sana. Khawatir dengan keadaan nya membuat Suci pelayan Maira segera membangun
kan nya.
“Nona apa yang anda lakukan.” Tegur Suci mendekat.
Setelah membantu Maira untuk membereskan diri, Suci yang di
larang untuk berkomunikasi lebih segera pamit untuk keluar dari kamar.
“Terimakasih ya, sudah mau membantuku.” Ucap Maira mencoba bertegur
sapa.
“Tidak masalah nona, itu sudah tugas saya membantu anda, saya
permisi dulu.” Berjalan kearah pintu dengan sopan.
“Emm, aku boleh bicara sebentar.? Tersenyum penuh harap.
Sayangnya belum sempat suci menjawab dering ponsel maira berbunyi dengan nomor
tanpa nama.
“tunggu sebentar yah aku angkat dulu.” Suci mengangguk
mendengar ucapan maira.
“Ya hallo, ini dengan siapa.? Takut kalau itu adalah bos
dari kantornya.
“Kau bahkan tidak menyimpan nomor ku, benar benar wanita tak
__ADS_1
tahu diri.” Bukk rasa nya menusuk jantung mendengar ucapan terakhir Garra.
guys jangan lupa like dan comen yah, vote juga karena itu gratis lho. follow Ig author pzaima