
“Kembali. Aku sudah mendapatkan keinginanku.” Bian berjalan
menuju mobil. Semua gengtersnya ikut perintah. Seketika Rama,Luis,Malik dan Nevan
menatap Maira.
Gadis itu tak bicara apapun. Kondisi mereka membuat Maira merasa
bersalah.
Sinar di mata Maira sirna, dirinya berjalan dengan sedikit linglung.
“Maira.” Sapa Luis.
“Aku ingin bertemu Gaara.” Ucap Maira dengan tatapan kosong.
Semua berjalan Kembali ke mobil. Ke empat pria itu saling
mentap, namun akhirnya mereka tetap masuk Kembali kedalam mobil dengan
perasaan tanda tanya. Oh astaga apa yang terjadi?
Mobil Kembali
berjalan menuju rumah sakit. Beberapa kali Maira menutup mataya berharap kalau
kedatanganya membuat Gaara sembuh. Semenatara itu di mobil yang bmw lainya di
mana Luis dan Malik bersama keduanya terlihat berabtakan dengan sedikit luka di
wajah nya.
“Apa yang terjadi.” Luis terlihat penasaran.
“Sepertinya Maira di ancam.” Beritahu Malik dengan kesal.
“Cih, mengancam gadis dari seorang gangsters seperrtiku apa
dia yakin.? Luis meledek dengan tetawa.
“Ah.” Aura luis berbeda.” Aku ingin tahu bagaimana reaksi Gaara
kalau tahu Maira di ancam, sepupuh dari tangan kanannya itu.
“Anda yang paling tahu.” Malik menimpali tanpa ekspresi.
“Haha, kamu hanya belum melihat Gaara kalau marah yah.” Ucap
Luis.
“Dia berbahaya.” Tanya Malik. “Aku tahu dia kejam tapi aku
tak menyangka kalau dia bahkan lebih liar dari rubah jalanan.” Ucap Malik
membuat Luis terbahak.
__ADS_1
Hahaha
Haha
Ha …
“Dia tidak mengenal nepotisme.” Luis berkata
“Hubungan darah, bagi Gaara itu hanya lolucon tentang air.”
“Gaara tidak sebaik itu.” ucap Luis sangat paham.
Ucapan Luis membuat Malik sedikit merinding. “ Kita hanya
menunggu tanggal mainya.” Lanjut Luis berkata.
Malik menatap heran apa yang sedang di pikirkan laki laki
yang tengah mengendarai mobil itu.
sakit tempat garra di rawat. Maira tak sabar ingin bertrmu sekarang.
Sebuah tangan mungil tengan melingkar indah dada laki laki
yang baru saja sadar itu. Aroma khasi tu membuat hati Gaara sedikit bergetar
terlihat dari bola matanya yang membersar. Oh benarkah dugaan nya.
Perlaha lahan Gaara berbalik berharap cemas pada tangan yang
tengah memeluk nya dari belangkang itu.
“Apa aku sedang bermimpi.” Garra berkata, dirinya meremas
kuat jari jadi tangan mungil yang berada dialam genggamannya itu.
Di punggung Gaara wajah gadis itu terasa bergerak masuk
lebih dalam.
“Apa kau sudah bangun.” Maira berkata.
“Jangan bergerak, biarkan aku bermimpi.” Suara Gaara
__ADS_1
terdengar ketakutan.
“Apa yang kau katakan.” Maira setengah bangun menatap wajah
Gaara. Dirinya tersenyum lalu mengecup wajah Gaara beberapa kali.
“Apa kau tidak mau menjadi ayah yang baik.” Ucap Maira
tersenyum. Sontak saja Gaara langsung bangun, entah bagaimana mungkin mukjizat
itu terasa nyata, tubuh Gaara stabil dan benar benar dalam keadaan sehat
Sentosa.
“Ini anak ku.” Gaara bertanya.
“Aku hanya berhubungan dengan pria brengsek.” Maira berkata.
“Kau mau aku membunuhnya.” Garra spontan berkata.
“Aku tidak mau anakku menjadi yatim.” Maira sedikit judes.
Garra terdiam.
“Aku gak mau merawatnya sendirian.” Maira menatap Garra.
“Aku bisa menemanimu merawatnya.” Ucap Gaara semangat.
“Kau memang harus, itu kewjibanmu.” Suara Maira meninggi.
Sesaat Garra masih belum paham.
“Tunggu.” Garra berfikir. “Berarti pria brengsek yang di
katakan Maira adalah aku.” Gumam Garra akhirnya sadar.
“Sayang.” Suara yang lembut dan berat itu membuat Maira
merinding mendengarnya tetapi juga senang. Gaara tertunduk.
“Badanku kedinginan.” Ucap Garra tertahan. “Bisakah kau
memelukku.” Ucap Garra tanpa ekspresi.
Seketika tangan mungil itu memeluk dengan erat tubuh Garra. Oh astga terdengar suara tangisan.
Hiks
Jangan lupa yah guys lahan parkirnya di bab ini. I love buat kalian dari author yang baru sembuh.
__ADS_1