Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Melukis rindu tuan Gaara


__ADS_3

“Kembali. Aku sudah mendapatkan keinginanku.” Bian berjalan


menuju mobil. Semua gengtersnya ikut perintah. Seketika Rama,Luis,Malik dan Nevan


menatap Maira.


 


 


Gadis itu tak bicara apapun. Kondisi mereka membuat Maira merasa


bersalah.


 


 


Sinar di mata Maira  sirna, dirinya berjalan dengan sedikit linglung.


 


 


“Maira.” Sapa Luis.


 


 


“Aku ingin bertemu Gaara.” Ucap Maira dengan tatapan kosong.


 


 


Semua berjalan Kembali ke mobil. Ke empat pria itu saling


mentap, namun akhirnya mereka tetap masuk Kembali kedalam mobil dengan


perasaan tanda tanya. Oh astaga apa yang terjadi?


 


 


 Mobil Kembali


berjalan menuju rumah sakit. Beberapa kali Maira menutup mataya berharap kalau


kedatanganya membuat Gaara sembuh. Semenatara itu di mobil yang bmw lainya di


mana Luis dan Malik bersama keduanya terlihat berabtakan dengan sedikit luka di


wajah nya.


 


 


“Apa yang terjadi.” Luis terlihat penasaran.


 


 


“Sepertinya Maira di ancam.” Beritahu Malik dengan kesal.


 


 


“Cih, mengancam gadis dari seorang gangsters seperrtiku apa


dia yakin.? Luis meledek dengan tetawa.


 


 


“Ah.” Aura luis berbeda.” Aku ingin tahu bagaimana reaksi Gaara


kalau tahu Maira di ancam, sepupuh dari tangan kanannya itu.


 


 


“Anda yang paling tahu.” Malik menimpali tanpa ekspresi.


 


 


“Haha, kamu hanya belum melihat Gaara kalau marah yah.” Ucap


Luis.


 


 


“Dia berbahaya.” Tanya Malik. “Aku tahu dia kejam tapi aku


tak menyangka kalau dia bahkan lebih liar dari rubah jalanan.” Ucap Malik


membuat Luis terbahak.


 

__ADS_1


 


Hahaha


 


 


Haha


 


 


Ha …


 


 


“Dia tidak mengenal nepotisme.” Luis berkata


 


 


“Hubungan darah, bagi Gaara itu hanya lolucon tentang air.”


 


 


“Gaara tidak sebaik itu.” ucap Luis sangat paham.


 


 


Ucapan Luis membuat Malik sedikit merinding. “ Kita hanya


menunggu tanggal mainya.” Lanjut Luis berkata.


 


 


Malik menatap heran apa yang sedang di pikirkan laki laki


yang tengah mengendarai mobil itu.


 


 


 


 


sakit tempat garra di rawat. Maira tak sabar ingin bertrmu sekarang.


 


 


 


 


Sebuah tangan mungil tengan melingkar indah dada laki laki


yang baru saja sadar itu. Aroma khasi tu membuat hati Gaara sedikit bergetar


terlihat dari bola matanya yang membersar. Oh benarkah dugaan nya.


 


 


Perlaha lahan Gaara berbalik berharap cemas pada tangan yang


tengah memeluk nya dari  belangkang itu.


 


 


“Apa aku sedang bermimpi.” Garra berkata, dirinya meremas


kuat jari jadi tangan mungil yang berada dialam genggamannya itu.


 


 


Di punggung Gaara wajah gadis itu terasa bergerak masuk


lebih dalam.


 


 


“Apa kau sudah bangun.” Maira berkata.


 


 


“Jangan bergerak, biarkan aku bermimpi.” Suara Gaara

__ADS_1


terdengar ketakutan.


 


 


“Apa yang kau katakan.” Maira setengah bangun menatap wajah


Gaara. Dirinya tersenyum lalu mengecup wajah Gaara beberapa kali.


 


 


“Apa kau tidak mau menjadi ayah yang baik.” Ucap Maira


tersenyum. Sontak saja Gaara langsung bangun, entah bagaimana mungkin mukjizat


itu terasa nyata, tubuh Gaara stabil dan benar benar dalam keadaan sehat


Sentosa.


 


 


“Ini anak ku.” Gaara bertanya.


 


 


“Aku hanya berhubungan dengan pria brengsek.” Maira berkata.


 


 


“Kau mau aku membunuhnya.” Garra spontan berkata.


 


 


“Aku tidak mau anakku menjadi yatim.” Maira sedikit judes.


Garra terdiam.


 


 


“Aku gak mau merawatnya sendirian.” Maira menatap Garra.


 


 


“Aku bisa menemanimu merawatnya.” Ucap Gaara semangat.


 


 


“Kau memang harus, itu kewjibanmu.” Suara Maira meninggi.


Sesaat Garra masih belum paham.


 


 


“Tunggu.” Garra berfikir. “Berarti pria brengsek yang di


katakan Maira adalah aku.” Gumam Garra akhirnya sadar.


 


 


“Sayang.” Suara yang lembut dan berat itu membuat Maira


merinding mendengarnya tetapi juga senang. Gaara tertunduk.


 


 


“Badanku kedinginan.” Ucap Garra tertahan. “Bisakah kau


memelukku.” Ucap Garra tanpa ekspresi.


 


 


Seketika tangan mungil  itu memeluk dengan erat tubuh Garra. Oh astga terdengar suara tangisan.


 


 


Hiks


 


 


Jangan lupa yah guys lahan parkirnya di bab ini. I love buat kalian dari author yang baru sembuh.

__ADS_1


__ADS_2