
Rama tak terkejut melihat darah yang ada di jalanan, dan
beberapa kerusakan, karena itu sudah hal wajar.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa ada
Malik juga, apa yang sudah di lewatkan Rama?
Huh, masih untung hanya darah, bukanya para mayat yang yang
tergeletak tanpa dosa. gumam Rama merasa
lega.
Secara tak langsung Rama tak menghawatirkan keadaan Malik. Hanya saja bagaimana
mungkin Malik berada di tengah tengah kejadian itu hingga tertembak! Menatap
sekilas sebelum meraih sesuatu dari saku celananya
Rama selaku asisten, bersiap untuk membereskan masalah di
Tkp, dan berhubung Malik juga sudah di kirim ke rumah sakit tempat Ali bekerja, sementara
kerugian yang dialami pengendara lainya di ganti dengan jumbla yang pasti tak sedikit itu.
Pelaku nya sudah aman, sementara Rama di temani Nadia harus
membereskan masalah masalah Garra.
“Kau tahu aku tadi membayangkan saat masalah di kantor selesai, aku akan berendam
sambil nonton film kesukaan ku yang romantis." lanjut Nadia berkata.
"Tahu tahu aku malah datang ke Tkp
mana kejadian tragis lagi.” Ucap Nadia kesal dengan marah di wajahnya
“Aku tidak tahu hal itu.” Sahut Rama menimpali
“Lagian, kalau mau protes langsung sama pembuat onar.”
lanjut Rama sama kesalnya
“Dasar bulu ketek tuan Garra,”
timpal Nadia geram.
Keduanya terlihat seperti tikus dan kucing yang kalau
bertemu jarang sekali damai.
Bukan perkara yang mudah, karena kali ini di katakan cukup
parah, sebab menyangkut banyak nyawa, walaupun cctv telah di bekukan namun tangan tangan jahil
pengendara jalanan banyak yang menggunakan kamera mobil membuat hal itu sedikit
__ADS_1
lebih merepotkan, karena sebagian mereka ada yang meng-upload nya, dan itu cukup merepotkan Rama.
Rama dan Nadia harus berurusan dengan banyak pihak untuk
membungkam mulut, mata, dan tangan jahil, mereka dengan setumpuk uang, atau janji dengan jabatan.
Namun itu masih dalam hal wajar, tapi kapan pekerjaan yang melelahkan itu entah
akan selesai.
Mengingat situasinya Nadia yang ingin segera pulang dan
beristirahat.
“Aku sudah menghubungi Jodi, mengatakan padanya agar
memasang firus Trojan pada ponsel tiap orang yang menyebarkan kecelakaan tuan
Gara.” Ucap Nadia berjalan.
“Pastikan tak bisa pulih.” sahut Rama fokus jalan.
Nadia mengangguk paham berjalan di samping bersama Rama, memasuki ruangan kepala penyidak, di kantor
polisi
Semenara itu di rumah sakit .
Ellyana membawa Bian, ke rumah sakit dengan rasa khawatir
yang memuncak. Sejak datang dan di bawah keruangan icu Ellyana sangatlah panik.
sebenarnya.
Mata Ellyana berkaca kaca, mengingat kondisi Bian yang
seperti itu. Tatapan mata tajam, garis keturunan melekat wiliam melekat kuat pada Ellyana. rahang mengeras, mengepalkan tinju, dengan sorot mata yang menyimpan dendam terlihat jelas di wajah Ellyana, sampai dering ponsel membuat wajah gadis ligu itu kembali normal namun belum sepenuhnya.
“Nona, tembakan di lengan Bian adalah akibat dari ulah tuan
Garra.” Ellyana terperajat mendengar ucapan orang suruhannya, membungkam mulutnya
dengan air mata yang mengalir dari mata sebelah kanan.
Ellyana pov
Adalah anak dari paman Marcel yang menjalin hubungan dengan
Bian, sejak 4 tahun terakhir. Ellyana sendiri sudah tahu tentang hubungan Bian
dan Maira sejak SMA.
Waktu pertemuanya dengan Maira di Breskout bukan lah tanpa
alasan. Mungkin Ellyana sudah memprediksikan nya, karena saat itu adalah
momen paling tepat untuk dia bertemu dengan Maira.
__ADS_1
Gadis yang di ketahui sebagai pelabuhan terakhir Bian, sang suami yang sudah di nikahinya selama 4 tahun. wanita mana tidak sakit hati jika sang suami diam diam, atau terang terangan berlabuh di lain hati.
Maka kesempatan sekecil apapun akan, di manfaatkan untuk mengatur kembali sesuatu yang salah.
Bian yang waktu itu berada di kota z, begitu juga dengan Garra dan Rama, jadi
tak ada yang dapat menghalangi Ellyana, dan tak perlu khawatir tentang apapun.
Mendengar saat Bian bertemu dengan Maira di penyambutan raja arab, hal itu membuat geram elyana. Karena ia
tahu sedalam apa cinta Bian untuk Maira.
Di pertemuanya saat di Breskout tak membahas soal Bian sama sekali
karena, Ellyana menyiapkan strategi untuk membahas nya intinya, intinya mereka hanya
harus bertemu dulu.
Rama, Garra, dan keluarga yang lain mengetahui hal ini, di
mana Ellyana sangat mencintai Bian. Bahkan memaksa ingin di nikahkan dengan Bian
segera mungkin, Walaupun tahu kalau Bian mencintai Maira.
Perusahaan Bian sendiri berada di bawah tekanan paman Marcel
saat itu yang masih menjadi pmimpin grup wiliam, dan mengencam Bian akan
mengakusisi perusahaan mereka jika tak menikah dengan Ellyana yang hampir bunuh
diri.
Dan sebagai gantinya jika menikah dengan Ellyana dirinya
akan menggantikan posisi sang ayah menjadi pemimpin di usia yang masih
terbilang mudah itu.
Maka dengan terpaksa Bian waktu itu menikah dengan Ellyana
lalu meninggalkan Maira begitu saja tanpa ada kata perpisahan.
Namun yang menjadi pertanyaan nya adalah. Bagaimana
pertemuan kedua nya itu terjadi? Hanya author yang tahu, tapi bakal kasih
kalian pandangan tentang Ellyana, sow beberapa bab kedepan mari kita bahas
Ellyana dan Bian lalu biarkan author memikirkan masalah antara Maira dan Garra
ok.
Ellyana terpaut 4 tahun lebih tua dari Bian, waktu
pernikahan mereka di laksanakan setelah Bian lulus SMA umur 18 tahun, dan
Ellyana tamat dari s2 di usia 22tahun. Yah Ellyana adalah gadis pintar yang
__ADS_1
cantik, keturunan wiliam adalah orang yang cerdas. Dan saat itu Garra baru akan
memasuki usia 25 tahu.