Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Ellyana pov


__ADS_3

Rama tak terkejut melihat darah yang ada di jalanan, dan


beberapa kerusakan, karena itu sudah hal wajar.


Namun yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana bisa ada


Malik juga, apa yang sudah di lewatkan Rama?


Huh, masih untung hanya darah, bukanya para mayat yang yang


tergeletak  tanpa dosa. gumam Rama merasa


lega.


Secara tak langsung Rama tak menghawatirkan keadaan Malik. Hanya saja bagaimana


mungkin Malik berada di tengah tengah kejadian itu hingga tertembak! Menatap


sekilas sebelum meraih sesuatu dari saku celananya


Rama selaku asisten, bersiap untuk membereskan masalah di


Tkp, dan berhubung Malik juga sudah di kirim ke rumah sakit tempat Ali bekerja, sementara


kerugian yang dialami pengendara lainya di ganti dengan jumbla yang pasti tak sedikit itu.


Pelaku nya sudah aman, sementara Rama di temani Nadia harus


membereskan masalah  masalah Garra.


“Kau tahu aku tadi membayangkan saat masalah di kantor selesai, aku akan berendam


sambil nonton film kesukaan ku yang romantis." lanjut Nadia berkata.


"Tahu tahu aku malah datang ke Tkp


mana kejadian tragis lagi.” Ucap Nadia kesal dengan marah di wajahnya


“Aku tidak tahu hal itu.” Sahut Rama menimpali


“Lagian, kalau mau protes langsung sama pembuat onar.”


lanjut Rama sama kesalnya


“Dasar bulu ketek tuan Garra,”


timpal Nadia geram.


Keduanya terlihat seperti tikus dan kucing yang kalau


bertemu jarang sekali damai.


Bukan perkara yang mudah, karena kali ini di katakan cukup


parah, sebab menyangkut banyak nyawa, walaupun cctv telah di bekukan namun tangan tangan jahil


pengendara jalanan banyak yang menggunakan kamera mobil membuat hal itu sedikit

__ADS_1


lebih merepotkan, karena sebagian mereka ada yang meng-upload nya, dan itu cukup merepotkan Rama.


Rama dan Nadia harus berurusan dengan banyak pihak untuk


membungkam mulut, mata, dan tangan jahil, mereka dengan setumpuk uang, atau janji dengan jabatan.


Namun  itu masih dalam hal wajar, tapi kapan pekerjaan yang melelahkan itu entah


akan selesai.


Mengingat situasinya Nadia yang ingin segera pulang dan


beristirahat.


“Aku sudah menghubungi Jodi, mengatakan padanya agar


memasang firus Trojan pada ponsel tiap orang yang menyebarkan kecelakaan tuan


Gara.” Ucap Nadia berjalan.


“Pastikan tak bisa pulih.” sahut Rama fokus jalan.


Nadia mengangguk paham berjalan di samping bersama Rama, memasuki ruangan kepala penyidak, di kantor


polisi


Semenara itu di rumah sakit .


Ellyana membawa Bian, ke rumah sakit dengan rasa khawatir


yang memuncak. Sejak datang dan di bawah keruangan icu Ellyana sangatlah panik.


sebenarnya.


Mata Ellyana berkaca kaca, mengingat kondisi Bian yang


seperti itu. Tatapan mata tajam, garis keturunan melekat wiliam melekat kuat pada Ellyana. rahang mengeras, mengepalkan tinju, dengan sorot mata yang menyimpan dendam terlihat jelas di wajah Ellyana, sampai dering ponsel membuat wajah gadis ligu itu kembali normal namun belum sepenuhnya.


“Nona, tembakan di lengan Bian adalah akibat dari ulah tuan


Garra.” Ellyana terperajat mendengar ucapan orang suruhannya, membungkam mulutnya


dengan air mata yang mengalir dari mata sebelah kanan.


Ellyana pov


Adalah anak dari paman Marcel yang menjalin hubungan dengan


Bian, sejak 4 tahun terakhir. Ellyana sendiri sudah tahu tentang hubungan Bian


dan Maira sejak SMA.


Waktu pertemuanya dengan Maira di Breskout bukan lah tanpa


alasan. Mungkin Ellyana sudah memprediksikan nya, karena saat itu adalah


momen paling tepat untuk dia bertemu dengan Maira.

__ADS_1


Gadis yang di ketahui sebagai pelabuhan terakhir Bian, sang suami yang sudah di nikahinya selama 4 tahun. wanita mana tidak sakit hati jika sang suami diam diam, atau terang terangan berlabuh di lain hati.


Maka kesempatan sekecil apapun akan, di manfaatkan untuk mengatur kembali sesuatu yang salah.


Bian yang waktu itu berada di kota z, begitu juga dengan Garra dan Rama, jadi


tak  ada yang dapat menghalangi Ellyana, dan tak perlu khawatir tentang apapun.


Mendengar saat Bian bertemu dengan Maira  di penyambutan raja arab, hal itu membuat geram elyana. Karena ia


tahu sedalam apa cinta Bian untuk Maira.


Di pertemuanya saat di Breskout tak membahas soal Bian sama sekali


karena, Ellyana menyiapkan strategi untuk membahas nya intinya, intinya mereka hanya


harus bertemu dulu.


Rama, Garra, dan keluarga yang lain mengetahui hal ini, di


mana Ellyana sangat mencintai Bian. Bahkan memaksa ingin di nikahkan dengan Bian


segera mungkin, Walaupun tahu kalau Bian mencintai Maira.


Perusahaan Bian sendiri berada di bawah tekanan paman Marcel


saat itu yang masih menjadi pmimpin grup wiliam, dan mengencam Bian akan


mengakusisi perusahaan mereka jika tak menikah dengan Ellyana yang hampir bunuh


diri.


Dan sebagai gantinya jika menikah dengan Ellyana dirinya


akan menggantikan posisi sang ayah menjadi pemimpin di usia yang masih


terbilang  mudah itu.


Maka dengan terpaksa Bian waktu itu menikah dengan Ellyana


lalu meninggalkan Maira begitu saja tanpa ada kata perpisahan.


Namun yang menjadi pertanyaan nya adalah. Bagaimana


pertemuan kedua nya itu terjadi? Hanya author yang tahu, tapi bakal kasih


kalian pandangan tentang Ellyana, sow beberapa bab kedepan mari kita bahas


Ellyana dan Bian lalu biarkan author memikirkan masalah antara Maira dan Garra


ok.


Ellyana terpaut 4 tahun lebih tua dari Bian, waktu


pernikahan mereka di laksanakan setelah Bian lulus SMA umur 18 tahun, dan


Ellyana tamat dari s2 di usia 22tahun. Yah Ellyana adalah gadis pintar yang

__ADS_1


cantik, keturunan wiliam adalah orang yang cerdas. Dan saat itu Garra baru akan


memasuki usia 25 tahu.


__ADS_2