Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
akibat ulah garra


__ADS_3

“Aku anggap malam ini adalah hadiah ulang tahun dari mu.”


Berucap dengan menggigit bibirnya.


Ah, sudah dua bulan


bersama ternyata banyak yang berubah dari ku. Dan tak mungkin orang di


sekitarku tidak merasakan nya, yang jelas aku nyaman seperti ini. Mau bagaimana


juga itu adalah kewajiban nya kalau nanti ada hal yang tak diharapkan terjadi


memang sudah seharusnya di hilangkan.


Menggeliat merenggangkan, otot otot nya yang kaku. Maira


mulai kembali sadar dari tidurnya.


Heh, tangan siapa ini.


Menusuk nusuk tangan Garra yang memeluknya. Mengangkat lalu berbalik sebentar.


Ah, yang benar saja.


Tak menerima kenyataan. ternyata benar


tadi malam itu nyata, aku sudah ternodai.mulai meratapi nasib. Maira bangun


perlahan, memindahkan tangan Garra yang tengah memeluk nya dengan hati hati.


“Mau kabur ke mana.” Tanya Garra tiba tiba menarik Maira


hingga jatuh kembali ke tempat tidur.


Ahkk, aku mau


berangkat kerja kampret. “selamat pagi tuan Gara.” Memeluk tubuh Garra.


“kamu masih berutang satu penjelasan padaku.” Tatapan


meminta jawaban.


Ah jangan bilang soal


uang! yang aku pinjam aduh alasan apa yah. Tapi, sebelumnya tolong  tangan nya di jaga aku gak mau olah raga pagi. “ha soal apa.” Menekan nekan dada Garra.


“Tingkah mu yang menggoda ku pagi pagi begini, supaya gak


ingat.” Tangan mulai liar.


“Tapi aku benar benar tidak ingat.” Wajah Maira mulai panic.


“Oh, sepertinya tadi malam kamu belum klimaks sempurna,


bagaimana kalo sempurnakan pagi ini. Pagi pagi gini olah raga baik untuk


tubuh.” Senyuman jahat dengan penuh maksud.


Ah, soal aku kerja

__ADS_1


kah. ****** kenapa kamu menyentuh bagian yang itu. “ Aku mau kasih tahu


kamu, tapi bagaimana mau nyampeiin nya.” Wajah memelas


“Kenapa kerja? Uang yang aku berikan, kurang kah.? Tanya Garra


mulai tak suka.


“Bukan gitu, aku pengen banget  jadi desainer ternama, itu cita cita aku. Kamu


izinin aku kerja yah.” Memohon dengan sangat.


“Jadi desainer ternama, mau aku bangunkan perusahaan di bawah


naungan wiliam group.” Berhenti dari aktifitasnya sambil berfikir sejenak.


Heh dia ini punya uang


sebanyak apakah? Dia kira bangun perusahaan uang sedikit kali.” Kamu gak


perlu kayak gitu juga, aku cuman sebagai penghibur aja.” Mulai malas membahas


NT: Maira orang yang tidak sadar di kasih uang secara cuma cuma.


“Aku gak bisa hibur kamu kah.” Melanjutkan aktifitasnya


lagi.


Ah, Garra ******


banget sumpah.” Kamu adalah prioritas ku sekarang. Jadi izinin aku kerja


rasanya, lagian aku kan istri jasa badan walaupun sah tapi bukan aku yang di


hatinya


“Aku kasih kamu kerja, kalau kamu boleh puasin aku pagi


ini.” Ah, brengsek, sepertinya aku ke


kantor harus pake sandal teplek. Ranjang pun menjadi saksi bisu diantara


mereka yang lagi kasmaran.


Di kantor ………….


“Maira, kamu sedang halangan yah.” Tanya Snefiah


memperhatikan jalan Maira yang lambat.


‘Ah, sepertinya begitu karena datang bulan makanya aku pagi


ini lambat.” Berbohong  dengan wajah


kaget.


“Ah kamu minum jamu melati aja, itu bagus banget lho.”


Menyampaikan bersemangat.

__ADS_1


Di ruang rapat  itu


Maira dan Snefia di panggil pak Erian untuk bahas masalah baju pengantin dari


salah seorang artis .


“Jadi konsep yang akan di pakai pengantin nya internasional


class.”jelas pak Erian memberikan gambaran.


“Wah baru pertama kali desain langsung  gaun pengantin, wah benar benar


keberuntungan.” Puji Snefiah.


Walaupun dia adalah


artis tapi bisa di katakan dia bukan yang high juga, cuman orang yang melamar


dia ini adalah pengusaha ternama juga sih, seharusnya aku gak bakal di ekspos


kan? KHAWATIR


“Haha keberuntungan.” Sahut Maira dengan wajah cemas.


Maira dan Snefia pun melakukan pertemuan di salah satu


restoran dengan artis bernama Karomia yang memakai jasa mereka untuk baju


pengantin.


“Apa kita datang nya terlalu cepat Maira.” Tanya Snefia tak


sabar.


“Semestinya mereka sudah sampai sekarang.” Mengingat janji


temu yang di sepakati.


Tak lama dering ponsel Maira berbunyi, dan menelfon adalah


artis yang memakai jasa mereka.


g-gila cantik sekali di lihat langsung. Tersenyum bego


Mereka pun saling berbincang ringan mengenai konsep dari Karomia


yang datang bersama dengan calon pasangan pria nya Arfan bakim. Kedua pasangan


itu pun menjelaskan konsep baju pengantin yang seperti ratu Elisabet yang


berselayar panjang.


Maira pun malai menggambar di kertas seperti apa yang di


ucapakan oleh Karomia. Semua berlian dan permata yang ada di baju di pahami


dengan mudah oleh maira sampai Karomia pun benar benar tak habis pikir begitu


sempurna seperti yang di bayangkan oleh Karomia.

__ADS_1


__ADS_2