
“Aku anggap malam ini adalah hadiah ulang tahun dari mu.”
Berucap dengan menggigit bibirnya.
Ah, sudah dua bulan
bersama ternyata banyak yang berubah dari ku. Dan tak mungkin orang di
sekitarku tidak merasakan nya, yang jelas aku nyaman seperti ini. Mau bagaimana
juga itu adalah kewajiban nya kalau nanti ada hal yang tak diharapkan terjadi
memang sudah seharusnya di hilangkan.
Menggeliat merenggangkan, otot otot nya yang kaku. Maira
mulai kembali sadar dari tidurnya.
Heh, tangan siapa ini.
Menusuk nusuk tangan Garra yang memeluknya. Mengangkat lalu berbalik sebentar.
Ah, yang benar saja.
Tak menerima kenyataan. ternyata benar
tadi malam itu nyata, aku sudah ternodai.mulai meratapi nasib. Maira bangun
perlahan, memindahkan tangan Garra yang tengah memeluk nya dengan hati hati.
“Mau kabur ke mana.” Tanya Garra tiba tiba menarik Maira
hingga jatuh kembali ke tempat tidur.
Ahkk, aku mau
berangkat kerja kampret. “selamat pagi tuan Gara.” Memeluk tubuh Garra.
“kamu masih berutang satu penjelasan padaku.” Tatapan
meminta jawaban.
Ah jangan bilang soal
uang! yang aku pinjam aduh alasan apa yah. Tapi, sebelumnya tolong tangan nya di jaga aku gak mau olah raga pagi. “ha soal apa.” Menekan nekan dada Garra.
“Tingkah mu yang menggoda ku pagi pagi begini, supaya gak
ingat.” Tangan mulai liar.
“Tapi aku benar benar tidak ingat.” Wajah Maira mulai panic.
“Oh, sepertinya tadi malam kamu belum klimaks sempurna,
bagaimana kalo sempurnakan pagi ini. Pagi pagi gini olah raga baik untuk
tubuh.” Senyuman jahat dengan penuh maksud.
Ah, soal aku kerja
__ADS_1
kah. ****** kenapa kamu menyentuh bagian yang itu. “ Aku mau kasih tahu
kamu, tapi bagaimana mau nyampeiin nya.” Wajah memelas
“Kenapa kerja? Uang yang aku berikan, kurang kah.? Tanya Garra
mulai tak suka.
“Bukan gitu, aku pengen banget jadi desainer ternama, itu cita cita aku. Kamu
izinin aku kerja yah.” Memohon dengan sangat.
“Jadi desainer ternama, mau aku bangunkan perusahaan di bawah
naungan wiliam group.” Berhenti dari aktifitasnya sambil berfikir sejenak.
Heh dia ini punya uang
sebanyak apakah? Dia kira bangun perusahaan uang sedikit kali.” Kamu gak
perlu kayak gitu juga, aku cuman sebagai penghibur aja.” Mulai malas membahas
NT: Maira orang yang tidak sadar di kasih uang secara cuma cuma.
“Aku gak bisa hibur kamu kah.” Melanjutkan aktifitasnya
lagi.
Ah, Garra ******
banget sumpah.” Kamu adalah prioritas ku sekarang. Jadi izinin aku kerja
rasanya, lagian aku kan istri jasa badan walaupun sah tapi bukan aku yang di
hatinya
“Aku kasih kamu kerja, kalau kamu boleh puasin aku pagi
ini.” Ah, brengsek, sepertinya aku ke
kantor harus pake sandal teplek. Ranjang pun menjadi saksi bisu diantara
mereka yang lagi kasmaran.
Di kantor ………….
“Maira, kamu sedang halangan yah.” Tanya Snefiah
memperhatikan jalan Maira yang lambat.
‘Ah, sepertinya begitu karena datang bulan makanya aku pagi
ini lambat.” Berbohong dengan wajah
kaget.
“Ah kamu minum jamu melati aja, itu bagus banget lho.”
Menyampaikan bersemangat.
__ADS_1
Di ruang rapat itu
Maira dan Snefia di panggil pak Erian untuk bahas masalah baju pengantin dari
salah seorang artis .
“Jadi konsep yang akan di pakai pengantin nya internasional
class.”jelas pak Erian memberikan gambaran.
“Wah baru pertama kali desain langsung gaun pengantin, wah benar benar
keberuntungan.” Puji Snefiah.
Walaupun dia adalah
artis tapi bisa di katakan dia bukan yang high juga, cuman orang yang melamar
dia ini adalah pengusaha ternama juga sih, seharusnya aku gak bakal di ekspos
kan? KHAWATIR
“Haha keberuntungan.” Sahut Maira dengan wajah cemas.
Maira dan Snefia pun melakukan pertemuan di salah satu
restoran dengan artis bernama Karomia yang memakai jasa mereka untuk baju
pengantin.
“Apa kita datang nya terlalu cepat Maira.” Tanya Snefia tak
sabar.
“Semestinya mereka sudah sampai sekarang.” Mengingat janji
temu yang di sepakati.
Tak lama dering ponsel Maira berbunyi, dan menelfon adalah
artis yang memakai jasa mereka.
g-gila cantik sekali di lihat langsung. Tersenyum bego
Mereka pun saling berbincang ringan mengenai konsep dari Karomia
yang datang bersama dengan calon pasangan pria nya Arfan bakim. Kedua pasangan
itu pun menjelaskan konsep baju pengantin yang seperti ratu Elisabet yang
berselayar panjang.
Maira pun malai menggambar di kertas seperti apa yang di
ucapakan oleh Karomia. Semua berlian dan permata yang ada di baju di pahami
dengan mudah oleh maira sampai Karomia pun benar benar tak habis pikir begitu
sempurna seperti yang di bayangkan oleh Karomia.
__ADS_1