Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Desiran laga


__ADS_3

Langkah Laura terhenti Ketika mendengar suara tembakan.


Banyak memori pahit yang Kembali muncul hingga membuatnya ketakutan dan histeris.


Beralih ke tempat pernikahan. Beberapa  tamu undangan berteriak histeris kala Garra


menembakan peluru ke lengan bahu Bian.


Tak hanya sekali Gaara menarik pelatuk tembakan. Jika di


total maka ada 3 tembakan lengan yang kiri dan kanan, lalu yang ke tiga berada


dibetis Bian.


Ada apa dengan Gaara.


“Gaara.” teriak Maira yang tadinya mematung.


“Jangan menyentuh tangan istriku.” Kata Gaara mendekat penuh


emosi.


Tak perduli dengan kesakitan yang di rasakan Bian, Gaara malah


semakin terlihat ingin menghabisi nyawa Bian saat ini juga.


Seakan tak peduli dengan darah yang mengotori bajunya, Maira


mensejajarkan tingginnya untuk membantu Bian berdiri.


“Akan aku tembak kepalanya jika sampai kau membantunya.” Ucap


Gaara menahan kesal.


Maira menatap tak percaya. Detik belum berganti menit di


mana Sebagian besar banyak orang yang masuk ke dalam Gedung menggunakan jas


hitam.


Sudah di pastikan mereka salah satu komplotan Bian.


Suara tawa menggelegar di ruangan itu. Bian mencoba berdiri


dengan beberapa darah segar yang menetes.


Tangan Maira di gengam dengan begitu erat oleh Bian.

__ADS_1


“Ikut aku.” ucap Bian menatap Gaara. Entah apa maksudnya?


Dengan Gerakan sarkas Maira melepas tangan Bian yang


memegang erat lalu menghentakanya dengan kasar.


“Jangan memrintahkanku.” Kata Maira dengan kesal. Setelah berkata


Maira berjalan dan berhenti tepat di samping Gaara.


“Aku akan benar benar menganggapmu musuh.” Kata Maira


menggenggam tangan Gaara.


Laki laki yang tengah emosi itu menyunggingkan senyuman


tipis.


“Kalau begitu kau akan melihat musuh mu seumur hidup denganmu.”


Kata Bian dengan tatapan tajam.


“Apa kau menganggapku mati.” Kata Gaara menyela pembicaraan


keduanya.


menyahut ucapan Gaara.


“Benar.” Sahut Maira meninggi. “ Itu karena aku yang


menghilang.” Lanjut Maira berkata dengan penuh penekanaan.


“Apa kau Bahagia bersamanya.” Bian bertanya.


Maira melirik Gaara,lalu mengeratkan gengamanya. Sialnya Bian


menyaksikan itu.


Maira mengangguk,dengan tatapan yakin menatap Bian kemudian.


“Aku tidak bisa memilikimu, aaa.” Ucap Bian seperti pelakon.


(bicara sendiri dengan intonasi)


“Lalu bagaimana kalau aku membuatmu tak di miliki siapapun.”


Ucap Bian menyunggukan senyuman menatap Gaara.

__ADS_1


Wajah Bian terlihat mulai memucat. Mungin saja karena


kekurangan darah.


“Aku akan memilih kiamat.” Kata Maira melihat khawatir pada Bian.


“Rupanya kau lebih menyukai pembunuh.” Kata bian mulai


terbata bata.


Bian terlihat kesulitan saat berdiri,hampir hilang


keseimbangan. Dirinya mematuk badan pada beberapa pengawalnya.


“Ikut dengan ku atau kalian semua mati.” Kata Bian bersusah


payah.


Seseorang memperlihatkan waktu yang berjalan mundur melalui


ipad di salah satu pengawalnya.


Sial ternyata Bian memasang jebakan. Untuk mengecoh beberapa


penjaga dirinya langsung yang menjadi umpan agar pengawalnya bisa memasang


denang mudah,selagi dirinya berbasa basi.


Cerdik sekali bukan.!


Suara nafas Gaara terdengar berat.


Haha


Haha


Haha


“Aku setuju dengan ucapan mu kalau dia tak di miliki siapa


pun.” Gaara berkata yang di mana matanya terlihat merah dan sedikit berair.


Apa yang tengah terjadi,suasananya cukup mencengkam? akankah Gaara atau Bian yang memenangkan hati Maira?


Perseteruan yang terjadi diantara keduanya membuat banyak konflik semakin memanas,belum lagi mereka saling membawa pengawal. hanya saja siapa yang lebih unggul?


jangan lupa tinggalkan jejak anda yah. terimaksih sudah mampir

__ADS_1


__ADS_2