
“Habiskan saja makanan mu.” Sahut Bian melangkah ke kamar
bawah tangga.
Ellyana menelan salivinga nya dengan susah payah, ucapan
Bian memang terkesan sangat menusuk hati, tapi entah bagaimana Ellyana si gadis
yang pintar itu hanyut dalam pesona Bian?
“Suatu saat kau akan mencintaiku Bian.” Sahut Ellyana yang
tertekan namun tetap menampilkan senyuman.
Bian akan berlaku manis hanya ketika di depan kedua orang
tua mereka masing masing, dan itu permintaan
Ellyana sendiri. Jika mereka sedang kedatangan salah satu orang tua, maka acting
pasangan romantis akan berjalan tanpa naskah. Dengan sangat sempurna, dan di saat
itu Ellyana akan memanfaat ka waktu sebaik mungkin untuk mencari kehangatan di
diri Bian, sialnya Ellyana bahkan sampai hanyut dalam sandiwara itu.
Seperti beberapa waktu lalu, di saat Marcel mendatangi kediaman
mereka, untuk beberapa malam. Bian sangat mengormati paman Marcel, jika di depan
nya, namun berbeda di belakang nya.
Jika di depan paman Marcel, Bian akan seperti penjilat,
mengikuti Marcel kemana pun yang lebih tepatnya terlihat seperti pelayan, bukan
suami dari Ellyana. Atau sebagai sosok menantu.
Semua keperluan Marcel akan Bian penuhi, dengan
antusias. seperti saat ini, setelah selesai bermain golf Marcel yang akan duduk
bersantai, dengan cekatan Bian segera mengambilkan kursi, lalu mengambilkan minuman untuk
mertuanya itu. Entah apa yang membuatnya begitu terlihat menjijikan bukan?
Saat makan malam pun hal itu tetap terjadi, di mana Bian dengan fokus
mendengarkan cerita cerita dari Marcel walaupun itu menjatuhkan harga dirinya,
dengan terang terangan.
“Haha, kamu tahu kan perusaan kecilmu itu tanpa bantuan ku
tak akan besar, dan kedua orang tua mu tak mu mungkin bisa berlibur, bahkan sampai
memiliki rumah di belgia.” Ucap Marcel di tengah tengah makan malam mereka,
sambil tertawa.
__ADS_1
“Ia, pah saya sangat berterima kasih.” Sahut Bian meremas
tangan Ellyana di bawah meja.
Ellyana tak meringis, namun terlihat menikmatinya, tersenyum
dengan sumringah.
“Kau yang hanya memilki gelar s1 tentu tak sebanding dengan
Ellyana baby, yang seorang doctors sekarang.” Timpal Marcel menyeringai.
“Yah saya sangat beruntung sekali Ellyana memilihku sebagai
suaminya." Ucap Bian geram, mengelus kepal Ellyana.
Ellyana menangkap tangan Bian, lalu menciumnya, dengan
mesra. Mereka saling melemparkan tatapan dengan wajah ceria. Dan Marcel
menatap itu dengan rasa bahagia. Itu yang akan terjadi ketika di depan Marcel dan berbanding
terbalik jika di belakang Marcel.
Di mana Bian akan dengan terang terangan mengatakan papah
Ellyana adalah orang yang idiot, tau Bangka yang bau tanah, walaupun Bian
mengatakan nya tanpa ekspresi dan tetap tenang pada ellyana, namun tetap saja
itu adalah perkataan yang menyakitkan, sangat menyakitkan bukan? Apalagi untuk di dengar oleh seorang anak.
Pernah terjadi, di mana Bian membanting semua komputer,
itu.
Bian terlihat tertekan, di jadikan kambing hitam oleh ayah
mertua, hingga stress yang berkepanjangan.
Ellyana terisak, karena untuk pertama
kalinya Bian terlihat seperti monster yang mengerikan, dan Ellyana bersembunyi
karena takut.
Barkkkkkk.
“Dasar orang tua gila, papah mu memang gila Ellyana.” Maki Bian
setelah membanting computer di kamar mereka
“Mertua sinting, menyeret menantunya dalam masalah, apa yang
papah mu pikirkan.” Melemparkan ponselnya ke sembarang arah.
Ellyana bersembunyi di balik sofa dekat jendela, Ellyana
takut jika sampai Bian main fisik, walaupun Ellyana terkesan arogan dan
__ADS_1
pandai bela diri, namun ia tak sanggup jika harus berkelahi dengan Bian.
Suara dentingan, benda benda yang di banting Bian membuat
Ellyana menutup kedua telinganya sambil menangis, bahkan semua foto pernikahan
mereka di hancurkan Bian dengan berontak.
“Akan aku pastikan memenjarakan, papah mu yang idiot itu.”
Teriak Bian menunjuk sofa di mana Ellyana bersembunyi.
Tatapan Bian semakin kesal, tak mau berakhir memukuli
Ellyana, akhirnya Bian meninju kaca, lalu pergi meninggalkan Ellyana yang
ketakutan itu.
Untuk beberapa saat, Ellyana yang kelelahaan tertidur, dan
nanti malam ia baru bangun sadarkan diri, namun Bian sudah terbang ke kota z
untuk bertemu Garra.
Ellyana menatap nanar kamar, yang berantakan megambil foto
pernikahan mereka, memeluknya dalam dekapan erat, namu bingkai malah itu sudah
rusak hingga menggores lengan lurus Ellyana.
Hingga kejaidian itu, sedikit membuat Ellyana berfikir beda
dari biasnya.
sampai saat ini
Hari di mana Ellyana yang baru saja bertemu dengan beberapa orang, dalam keperluan penting nya. dan pulang bersama dengan seorang laki-laki.
pulang melewati jalanan di mana kekacauan terjadi.
Awalnya Ellyana tak pusing, namun melihat mobil yang sudah
hancur, mobil yang begitu familiar, lalu menatap DN mobil dan benar saja. Itu
adalah mobil dari Bian.
Menatap tak percaya, sekali lagi memastikan, hingga menduga-duga kecelakaan apa yg sudah terjadi.
Kecelakaan seperti apa yang tejadi sehingga mobil itu
hancur? Seseorang yang kini berada di jok depan samping Ellyana duduk, berlari
keluar dari dalam mobil. Meneriaki nama Maira.
Ellyana meraih ponselnya, merekam apa yang seharusnya, hingga
suara tembakan terdengar sampai kedalam mobil Ellyana. Yah kaki Malik di tembak
3 kali oleh kaka sepupunya yaitu Garra, iblis yang berwujud manusia.
__ADS_1
Sudah pasti, semua itu ada sangkut pautnya dengan Maira,
sebuah nama yang familiar di telinga Ellyana.