Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Kejanggalan


__ADS_3

Di tengah perjalan mobil mereka berhenti tepat mendekati


rumah sakit. Di sana nampak banyak sekali orang yang bertubuh kekar dengan


senjata di tangan. Mereka di hadang?


Rama yang paling depan berhenti dengan bingung, di susul


dengan mobil yang lainnya. Semua laki laki itu keluar dengan tatapan


kebingungan.


“Ada apa Rama.” Tanya Luis nampak bingung.


“Mereka gangster.” Malik bicara.


Semua terlihat waspada. Diantara mereka Malik paling tahu


dengan dunia yang berkaitan dengan para gangster di kota itu.


“Lama tak jumpa malik.” Ucap seorang bertubuh tegap dengan


postur badan yang gemok. Malik melangkah dengan pasti mendekat pada para


gangster.


“Apa diantara kami ada yang bermasalah dengan kalian.” Malik


bertanya dengan curiga. Dari dalam mobil Maira menatap dengan tajam pada orang


yang berbaris dengan pakaian serba hitam itu, dia teringat sosok laki laki


yang tengah berbicara dengan malik. Dia adalah lintah darat yang pernah


berurusan dengan nya. Oh astaga apakah malik berutang lagi. Pikir Maira.


“Benar sekali. Tapi dia seorang Wanita.” Ucap laki laki


bertubuh gemok itu. malik menatap tak percaya. Adiknya dalam bahaya.


“Siapa yang mengutus kalian.” Malik bertanya. Laki laki itu


mengeluarkan senjata tepat di depan kepala  Malik.


Pintu mobil terbuka Maira berlari mendekati Malik. “ Kakak.”


Teriak Maira berlari. Tepat saat itu pintu mobil lainya terbuka. Di sana


seseorang berpakaian jas rapi keluar dengan berlagak keren dia adalah Bian.


Langkah Maira terhenti.


“Apa kabar Maira.” Sapa Bian terlihat sangat tampan.


“Bian.” Maira berkata.

__ADS_1


“Come on baby.” Bian melangkah mendekati Maira.


“Aku rasa kau lupa sesuatu.” Suara Rama menghentikan Langkah


Bian. Luis berdiri tepat di depan Maira. Laki laki itu berusaha melindungi


gadisnya.


“Oh saudara cabang ku, apa kau ingin di sapa juga.” Sudut


bibir Bian meremehkan. “ What a shame. Aku gak ada waktu.” Sorot mata  Bian berbeda.


“Jangan menyentuhnya. Ku pastikan langkah selanjutnya kau


akan tinggal nama.” Luis berkata suara nya terdengar dingin.


“Benar kah. Itu seharusnya kata kata untuk kalian.” Bian


berkata dengan terus melangkah.


“Kalian memang hebat tapi sayang sekali kalian kalah


jumlah.” Ucap Bian dengan angkuh. Yah Bian tak main main menyewa para gangster


di kota itu. Jika bertarung sekarang yang ada mereka hanya akan jadi mainan


para gangster mengingat pasukan Bian lebih dari 200 orang.


Seketika semua mengelilingi Maira. Perlawanan mereka


Hahahha


Hahhah


Hahha


“Apakah aku baru saja melihat avenger.”  Bian berkata, suaranya terdengar meledek.


“Bian apa yang kau lakukan, ini bukan Bian aku


kenal.”giliran Maira yang bicara.


“Aku masih Bian yang dulu. Aku masih mencintaimu, oh


aku  berutang penjelasan padamu. Dan itu


akan aku jelaskan setelah kita menikah.” Bian bicara seperti orang tidak


normal.


Semua yang mendengar itu merasa aneh dengan kepribadian Bian


yang sekarang. Bagaimana bisa dia berubah sangat egois kali ini.


“Bian buka matamu, aku bukan Maira yang dulu aku sudah

__ADS_1


menikah.” Maira berteriak.


“Aku tidak peduli. Lagian pernikahan kalian itu hanya


sandiwara. Kalian sudah bercerai.” Bian terbawa emosi.


Benar Maira dan Gaara sudah bercerai. “Buka matamu Maira,


dia akan kembali pada tunangannya.” Bian terus melontarkan kata kata


menyakitkan.


“Maira jangan dengarkan ucapan iblis itu.” Rama bicara


dengan emosi penuh.


Tangan Bian terangkat ke udara, dua jari pertanda mereka


harus menyerang. “Kau ikut dengan ku atau kau mau melihat orang orang itu


tergeletak dengan tubuh kaku.” ucapan Bian semakin membuat Maira tak bisa


berfikir.


“Kau ingin membawa dia. Bagaimana kalau melewati kami dulu.”


Ucapan Nevan membuat kesabaran Bian habis.


“Habisi mereka tapi jangan sentuh Wanita itu.” ucapan Bian


seketika semua gangster berlari dengan emosi yang siap memukul.


Perkelahian tak bisa di hindari semua saling menyakiti satu


sama lain. Bian menatap puas Ketika semua terlihat saling menyakiti. Maira


ketakutan dan menangis dirinya berada di tengah tengah yang lainya.


Pukulan dan teriakan dari kedua belah pihak terdengar jelas


di telinga Maira. Gadis itu berteriak histeris. Seketika dirinya teringat sosok Gaara


yang membutuhkan kehadirannya.


Maira melangkah keluar dari lingkaran perlindungan berjalan


kearah Bian dengan air mata. Keduanya terlibat percakapan Panjang. Tak ada waktu


bagi yang lain untuk memperhatikan itu.


Sampai Bian berkata. “ Berhenti.” Tatapan Bian menatap


rendah pada sahabat Gaara itu, mereka babak belur. Semuanya menatap heran dan


tetap mengikuti  perintah Bian.

__ADS_1


__ADS_2