
Gaara terkapar lemah di ranjang rumah sakit yang kelas vvip.
Dirinya tak memiliki niat untuk hidup lagi, bagaimana mungkin ini bisa terjadi
oh astaga.
“Ini adalah jenis mental illness.” Ali berkata iba.
“Dia benar benar mengalaminya.”Rama bertanya dengan rasa tak
percaya. Nadia mendengar percakapan itu bergidik ngeri.
“Karena kondisinya mempengaruhi pikiran, perasaan, suasana
hati atau perilaku seseorang. Aku harap ini hanya kondisi ringan, yang artinya
hanya sekali saja. Kita tak punya waktu lama. Hanya Maira obatnya.” Ali bicara
dengan serius.
“Sebaiknya hubungi Omar, dia adalah penyebab lain di
baliknya.” Nada tegas Ali membuat Rama bertindak sesukanya.
“Beri aku perintah atas tuan Gaara, tuan muda kedua.” Rama
dan Ali bertatap dengan serius akan masalah ini.
Sejak kejadian di jalan raya di mana Gaara yang ingin
menabrakkan diri, di saat itu mentalnya down. Dirinya merasa sudah di tabrak
mobil nyatanya mobil itu memang nyaris menabrak tubuh Gaara andaikan sopirnya
tak menyadari proses bunuh diri itu mungkin saja laki laki bermata biru itu sudah berada di alam yang
berbeda dengan manusia.
Tumbangnya Gaara karena mental membuat hormon laki laki itu
mengalami delusi yang cukup parah. Oh astaga seorang bos kini membutuhkan
mental healthy.
Berbagai carra dan upaya di lakukan Rama dan Ali agar
__ADS_1
seorang di balik kekacauan ini bisa segera mempertemukan mereka.
2 minggu berlalu Rama berusaha dengan sekuat jaringan yang
ada mengarahkan Sebagian orang dan mengambil alih kekuasaan Gaara dalam
menjadi bos di dunia nya membuat nya mendapatkan secercah mengenai keberadaan
Maira.
Masih di kota yang sama ternyata Maira berada di kediaman
Luis. Ya tuhan apakah yang sudah terjadi.
Rama dan Nevan setelah mengetahui keberadaan Maira mereka
bergegas menuju tempat itu dan tanpa basa basi kini mereka sudah saling
bertatapan satu dan yang lainya.
“Luis kau terlalu pandai berakting, ku pikir Marisa hanya
pengecoh ternyata memang benar yang diucapkannya kalau kau memang ada niat
“Jangan menuduh ku yang tidak tidak. Itu perbuatan yang tidak
terpuji.” Kata Luis menyangkal. Padahal jelas Maira berada di kediamannya saat
ini.
“Oh ayolah Luis, kau ingin di katakan seperti apa
sementara istri orang ada padamu.” Nevan bicara to do poin.
“Dan selamat atas kehamilan mu nona Maira, tuanku sedang
sekarat dengan ilusinya bersama kamu entah dia akan mati besok atau sebentar
lagi. Sayang sekali wanitanya tengah mengandung anak orang lain tak lebih
adalah sahabatnya sendiri.” Nevan menyinggung pedis.
“Aku yakin mereka akan di kubur di lubang yang sama.”
Nevan menimpali.
__ADS_1
“Oh astaga pemikiran kalian terlalu jauh. Ini anak tuan
Gaara.” Maira bicara dengan kesal.
Saat ini gadis remaja itu tengah mengandung, perutnya sudah
agak nampak. Kedua laki laki yang menuduh itu saling bertatapan tak percaya
bagaimana mungkin?
“Apa aku akan jadi paman.” Nevan terlihat senang. Sebelum
dirinya berfikir karena di tatap Rama.
“Jadi kau akan jadi ayah yang bukan dari benih mu, ya tuhan kalian berdua tengah berkhianat.”
Nevan menatap tajam pada Luis.
“Aku selalu mendengar kabar dari tuan Gaara, setiap hari
tapi setelah surat cerai itu aku tanda tangani dunia ku hancur karena itu. Aku
bahkan tak berniat membesarkan anak ini. Kalau bukan asisten Luis yang menyelamatkan
aku bisa saja aku bertemu dengan tuan mu di dunia lain.” Maira berkata dengan
sorot mata yang penuh dendam.
Penjelasan Maira membuat ke tiga laki laki itu terdiam dan
menyimak ucapan Maira. Demi apapun mereka terlihat seperti anak yang di beri
hukuman dari seorang ibu.
Ada air mata setiap kali Maira menjelaskan garis besarnya di
sana. Dan mereka yang mendengarkan itu menjadi lebih sedikit paham dengan
perasaan Maira yang selama ini cukup tertekan. Di tambah sosok lain yang
mendengarkan itu penuh rasa bersalah. Malik berdiri di balik dinding dengan
nafas berderu dirinya merasa bersalah.
Jangan lupa comentar yah ..
__ADS_1