Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
datangnya seseorang dari masa lalu


__ADS_3

Ocehan pra perempuan itu sejatinya adalah rasa tak iklas jika Maira bersama dengan Garra lelaki mapan yang belum menikah.


walaupun rumor tentang dia di kalangan wanita sangatlah di angungkan namun bukan berarti ia bebas melakukan sesuka hatinya untuk Sandaran cinta.


terlebih lagi Garra adalah orang yang sangat pemilih. kisahnya cinta bersama dengan gadis yang sedang koma menjadi ajang bagi wanita-wanita luar untuk menggaet hati Garra. Namun sayangnya sampai 2 tahun Sasha koma belum ada yang berhasil membuat scandal mengenai Garra.


Dan Maira adalah gadis pertama yang di bawa Garra ke acara terbuka walaupun yang datang adalah penjabat tertinggi dengan para orang orang tersohor.


"Para gadis itu apa perlu membicarakan aku juga. Tadi, mereka bilang aku model. Haha model apanya." berkata di depan cermin sambil memperbaiki penampilannya.


Saat merasa penampilan nya sudah cukup baik Maira merasa sudah harus keluar dari toilet. kembali memasang wajah sandiwara.


Tapi siapa sangka di saat langkah kakinya keluar dari toilet wanita ia di tarik oleh seseorang yang belum di ketahui nya. Sampai Maira melihat wajah laki laki itu dengan jelas.


"Hey apa yang kamu lakukan." teriak kesal Maira.


"Ternyata ini benar-benar kamu." menatap wajah Maira intens.


Apa ! Bian. kenapa sosok ini bisa ada di pertemuan besar ini.

__ADS_1


Ternyata yang di lihat Maira tadi Benar-benar Bian.


Laki laki yang pernah hadir mengisi hari hari dengan Maira tapi itu sudah 5 tahun lalu saat mereka masih duduk di bangku SMA.


"Lepas gak." berusaha berontak.


"Aku bertanya tanya dalam diri. Saat bertemu dengan kamu nanti apa yang bakal kamu ucapin buat aku." ucap Bian merasa sedih.


"Jangan bawa perasaan masa lalu. Ini tuh udah beda." merasa kesal dengan ulah Bian.


"Apa kamu gak ingat kenangan kita." mulai bernostalgia.


"Aku bisa jelasin kalau hal aku pergi." mulai memohon pada Maira.


"Walaupun kamu jelasin gak akan merubah apapun Bian." Maira mulai pasrah tak bertenaga.


"Maksud kamu apa Maira. Apa kamu udah lupa dengan janji janji kita dulu." memegang erat pergelangan Maira.


"Kamu minta aku buat gak ngebuka hati untuk siapa pun. Sekarang kamu kayak gini." mulai kasar dengan Maira.

__ADS_1


"Kamu pergi ninggalin aku, di saat aku butuh banget kamu, di saat kedua orang tuaku meninggal, aku butuh kamu Bian." air mata Maira mengalir mengingat hal itu.


"Aku tahu aku salah. Tapi, aku bisa jelasin hal itu. Ok, dengerin aku ngomong dulu." Bian berucap dengan rasa bersalah.


"Kamu jelasin juga percuma Ian. Gak akan merubah apapun." terisak dengan pasrah.


"Maksud kamu apa Maira." pikiran Bian mengarah ke pernikahan.


"Jangan bilang kamu udah nikah." melihat jari Maira.


"Kamu gak Makai cincin, jadi gak mungkin kalau kamu nikah." tak bisa menerima kenyataan.


"Kamu benar. Aku udah nikah." tangis Maira mulai menyayat hati Bian.


"Mai, candaan kamu gak lucu." tak ingin percaya perkataan Maira.


"Kamu gak cinta kan sama laki laki itu. Kamu gak mungkin cinta sama laki laki ....." ucapan Bian terpotong saat ia melihat gaun Maira.


Bian mulai menghapus air mata Maira. Memegang wajah Maira menyapu lembut bekas air mata Maira kemudian tangannya turun ke bibir Maira dan berhenti di sana.

__ADS_1


Melihat Maira yang tak bereaksi Bian seketika mencium bibir Maira. Di saat yang bertepatan Rama muncul tiba-tiba dan membuat Maira harus mematung kaku di sudut toilet untuk menghindari Rama agar tidak mengenalinya.


__ADS_2