Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
kanyataan pahit


__ADS_3

 “Kalian benar, saya adalah gadis bernama Maira larasati, seorang desainer yang baru akan melebarkan


sayap.” Tegas Maira sambil memasang senyum memukau.


Maira menyatukan kedua tangan nya di depan perut untuk


saling bertaut, terlihat pintar dengan rasa percaya diri membawa Maira semakin


dilihat dengan cara yang berbeda.


“Dan soal foto tuan Garra, maaf karena waktu itu handpone saya sedang di bajak sama  seseorang yang


sangat kurang kerjaan, makanya iseng nya keterlaluan”sahut Maira tersenyum


menampilkan deretan gigi yang rapi dengan suara yang penuh penekanan di setiap


ucapanya.


Beralih dari Maira yang elegan, Sosok Sasha tak kalah


menawan dan anggun itu mulai bergerak untuk menarik perhatian.


Paras yang cantik bak model itu, berjalan mendekati Maira,


istri sah tapi rahasia itu. terdiam kaku namun terlihat baik baik saja.


Sasha melepaskan tangan Garra yang merangkul erat dipinggang


miliknya, menepuk sekilas pundak Garra lalu berjalan kearah Maira.


“Asal kalian tahu, kalau Maira ini yang akan membuat gaun


saat ulang tahunku nanti.” Menggenggam tangan Maira. “ Dia sengaja aku undang, karena


sekalian berbincang soal gaun, ulang tahun aku  kan tinggal menghitung hari.” Jelas Sasha maraup Pundak Maira yang


tersenyum.


Maira membalas senyuman Sasha, menatap nya dengan lirikan


lalu Kembali membenarkan ucapan Sasha.


“Benar sekali, apa yang sudah di ucapkan nona Sasha.” Tegas Maira

__ADS_1


melemparkan pandangan pada para wartawan


“Aku senang sakali nona Sahsa memakai jasa ku sebagai


desainer baju ulang tahun nanti.” Sahut Maira  bicara dengan tatapan penuh ambisi.


Keduanya saling melempar senyuman, entah siapa diantara mereka


yang merasa lega atau sesak di dada?


Tatapan Garra tak lepas dari Sasha yang terlihat sangat


dewasa itu. Yah tatapan orang yang penuh dengan kerinduan.


“Apakah anda tahu jika tuan Garra sudah menikah.” Tanya salah


satu wartawan wanita.


“Oh tentu saja, itu semua tak lepas dari izin yang aku


berikan.” Jelas Sasha melirik Garra yang tengah tersenyum


“Wah anda sangat murah hati sekali.” Puji seorang wartwan


“Ada rumor yang mengatakan anda tak mau di publis, lalu


mengapa sekarang anda berdiri dengan bangga sebagai tunangan tuan bos.” Tanya wartwan


lainya semakin intens


“Aku tidak mengatakaan datang sebagai tunangnya kan.” Ucapan


yang membuat seseorang Kembali mengeraskan rahang nya dalam hitungan detik


Apa maksudnya?


“Maaf waktu aku udah gak banyak, lagian nanti para wartawan


di fluffy udah nungguin.” Jelas Sasha beranjak.


Ucapan demi ucapan membuat mata maira berair, sesekali


dirinya menarik nafas agar sesaknya berkurang. Maira yang melirik garra

__ADS_1


sesekali membuat ia ingin segera memeluk laki laki yang tengah menatap Sasha


itu.


“Oh, Maira apa kamu naik mobil pribadi.” Tanya Sasha berhenti


melangkah


“Kalau enggak, gimana kalo kita barengan aja berangkatnya.” Ajak


Sahsa menunggu jawaban Maira.


Tersenyum lugu sebelum Maira menjawab ucapan Sahsa.


“Aku ada kendarai mobil ko, kamu bilang mau ke restoran fluffy


kan, entar kita ketemu aja di sana.” Jelas Maira berbalik arah.


Kaki Maira gemetar, di ingatan nya ia selalu terbayang wajah


Garra yang terus menatap Sasha bahkan berkedip pun, mungkin tidak.


Semakin tergesa gesa Maira melangkah, hingga dirinya hilang bersandar


pada salah satu pilar yang besar untuk menyembunyikan dirinya yang sudah tak


bisa menahan air mata yang akan tumpah ruah itu.


Sudah jelas Maira terisak, membungkam mulut dengan kedua


tangan agar suaranya tak terdengar.


Hiks hiks hiks menarik nafas sesaat lalu menghembuskan nya


dengan kasar untuk menetralkan rasa sakit di dadanya.


Maira memukul mukul kuat dadanya yang terasa sesak itu untuk


beberapa saat, Kembali menetralkan rasa perih yang ada di dada itu. Sampai seseorang


menydorkan air dingin padanya, bau parfum khas situ membuat Maira menghambur ke


pelukan sahabatnya itu

__ADS_1


__ADS_2