
“Kalian benar, saya adalah gadis bernama Maira larasati, seorang desainer yang baru akan melebarkan
sayap.” Tegas Maira sambil memasang senyum memukau.
Maira menyatukan kedua tangan nya di depan perut untuk
saling bertaut, terlihat pintar dengan rasa percaya diri membawa Maira semakin
dilihat dengan cara yang berbeda.
“Dan soal foto tuan Garra, maaf karena waktu itu handpone saya sedang di bajak sama seseorang yang
sangat kurang kerjaan, makanya iseng nya keterlaluan”sahut Maira tersenyum
menampilkan deretan gigi yang rapi dengan suara yang penuh penekanan di setiap
ucapanya.
Beralih dari Maira yang elegan, Sosok Sasha tak kalah
menawan dan anggun itu mulai bergerak untuk menarik perhatian.
Paras yang cantik bak model itu, berjalan mendekati Maira,
istri sah tapi rahasia itu. terdiam kaku namun terlihat baik baik saja.
Sasha melepaskan tangan Garra yang merangkul erat dipinggang
miliknya, menepuk sekilas pundak Garra lalu berjalan kearah Maira.
“Asal kalian tahu, kalau Maira ini yang akan membuat gaun
saat ulang tahunku nanti.” Menggenggam tangan Maira. “ Dia sengaja aku undang, karena
sekalian berbincang soal gaun, ulang tahun aku kan tinggal menghitung hari.” Jelas Sasha maraup Pundak Maira yang
tersenyum.
Maira membalas senyuman Sasha, menatap nya dengan lirikan
lalu Kembali membenarkan ucapan Sasha.
“Benar sekali, apa yang sudah di ucapkan nona Sasha.” Tegas Maira
__ADS_1
melemparkan pandangan pada para wartawan
“Aku senang sakali nona Sahsa memakai jasa ku sebagai
desainer baju ulang tahun nanti.” Sahut Maira bicara dengan tatapan penuh ambisi.
Keduanya saling melempar senyuman, entah siapa diantara mereka
yang merasa lega atau sesak di dada?
Tatapan Garra tak lepas dari Sasha yang terlihat sangat
dewasa itu. Yah tatapan orang yang penuh dengan kerinduan.
“Apakah anda tahu jika tuan Garra sudah menikah.” Tanya salah
satu wartawan wanita.
“Oh tentu saja, itu semua tak lepas dari izin yang aku
berikan.” Jelas Sasha melirik Garra yang tengah tersenyum
“Wah anda sangat murah hati sekali.” Puji seorang wartwan
“Ada rumor yang mengatakan anda tak mau di publis, lalu
mengapa sekarang anda berdiri dengan bangga sebagai tunangan tuan bos.” Tanya wartwan
lainya semakin intens
“Aku tidak mengatakaan datang sebagai tunangnya kan.” Ucapan
yang membuat seseorang Kembali mengeraskan rahang nya dalam hitungan detik
Apa maksudnya?
“Maaf waktu aku udah gak banyak, lagian nanti para wartawan
di fluffy udah nungguin.” Jelas Sasha beranjak.
Ucapan demi ucapan membuat mata maira berair, sesekali
dirinya menarik nafas agar sesaknya berkurang. Maira yang melirik garra
__ADS_1
sesekali membuat ia ingin segera memeluk laki laki yang tengah menatap Sasha
itu.
“Oh, Maira apa kamu naik mobil pribadi.” Tanya Sasha berhenti
melangkah
“Kalau enggak, gimana kalo kita barengan aja berangkatnya.” Ajak
Sahsa menunggu jawaban Maira.
Tersenyum lugu sebelum Maira menjawab ucapan Sahsa.
“Aku ada kendarai mobil ko, kamu bilang mau ke restoran fluffy
kan, entar kita ketemu aja di sana.” Jelas Maira berbalik arah.
Kaki Maira gemetar, di ingatan nya ia selalu terbayang wajah
Garra yang terus menatap Sasha bahkan berkedip pun, mungkin tidak.
Semakin tergesa gesa Maira melangkah, hingga dirinya hilang bersandar
pada salah satu pilar yang besar untuk menyembunyikan dirinya yang sudah tak
bisa menahan air mata yang akan tumpah ruah itu.
Sudah jelas Maira terisak, membungkam mulut dengan kedua
tangan agar suaranya tak terdengar.
Hiks hiks hiks menarik nafas sesaat lalu menghembuskan nya
dengan kasar untuk menetralkan rasa sakit di dadanya.
Maira memukul mukul kuat dadanya yang terasa sesak itu untuk
beberapa saat, Kembali menetralkan rasa perih yang ada di dada itu. Sampai seseorang
menydorkan air dingin padanya, bau parfum khas situ membuat Maira menghambur ke
pelukan sahabatnya itu
__ADS_1