Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
berbaur dengan orang dari masa lalu


__ADS_3

“Ini tuh kan, rumah yang akan di kasih untuk tunangan nanti. Sasha,


setelah mereka resmi menikah.” Gumam Bian menatap Maira yang akan turun.


“Oh, emm soal luka di wajahmu itu gak mau cerita kah” singgung


Bian yang tak di tanggapi Maira


“Aku ucapin terimakasih lho untuk malam ini.” Ucap Maira akan


turun dari mobil.


“Mai, kita gak kaya dulu tapi, kalau temanan gak masalah


kan.” Tanya Bian menarik tangan Maira.


“Enggak, sebelum kamu jelasin, kenapa ninggalin aku waktu


itu.” Melepaskan tangan Bian, berlalu turun dengan tawa di wajahnya.


Bian menatap kepergian Maira dengan tersenyum, yang


menampilkan senyuman khas miliknya di mana lesung pipi begitu manis terlihat.


Maira berjalan menuju rumah yang megah itu, dan untuk


kesekian kalinya, dirinya merasa kesal karena lagi lagi berjalan di halaman yang


luas hingga kakinya terasa pegal.


Maira memegang gagang pintu, tak sengaja langsung terbuka.


“Eh, aku lupa kunci kah.” Gumam Maira mengingat.


Pergelangan Maira di Tarik kuat, dan tubuhya di  banting ke sofa dengan keras.


“Uugghh, kasar banget.” Batin Maira sudah tahu kalau


ini adalah ulah Garra.


“Udah berapa kali aku bilang, kamu gak boleh di sentuh laki


laki manapun.” Garra mencengkram kuat tangan Maira.


“Abisnya aku mau gandengan sama kamu malah gak bisa.”


Singgung halus Maira soal dirinya dan Marisa


“Oh, sekarang udah mulai ngatur aku. Di sini aku bos nya.’

__ADS_1


Sahut Garra tak suka.


“Enggak, cuman perasaan aku sesak, lihat uang ku di pegang


orang lain.” Tersenyum bego saat Maira berkata sambil merinding.


“Kamu ini lagi balas aku.” Ucap Garra terlihat sangat marah.


“Mana mungkin, di sini kamu bos nya.” Gila apa gimana


aku sampe bilang kayak gitu. Umpat Maira


“Publis, hubungan kita atau berhenti kerja.” Ucap Garra


menarik diri membelakangi Maira yang terlihat kaget.


Hah kejam banget ngsih pilihannya . gumam Maira bingung


“Aku gk dilahirkan untuk menunggu.” Ucap Garra tak sabar.


“Publis aja deh.”sahut Maira berdiri ingin memeluk Garra.


“Heh akhirnya kamu, jadi diri kamu yang sebenarnya.” Ucap


Garra meninggalkan Maira yang mematung setelah perkataan nya.


dadanya dengan kuat agar rasa sakitnya berkurang.


“Kalau aku milih berhenti kerja, pas cerai aku gak ada


persiapan tunjangan apapun. Aku milih publis seenggaknya aku punya pekerjaan


untuk melanjutkan hidup.” Gumam Maira menyeka air matanya.


“Walaupun nanti bakal di kenal oleh orang orang bekas istri


penguasa, tapi seenggaknya aku punya bakat dunia fashion. Yah tetap aja bakal


di kenal karena dia juga.” Pikir Mairaira melangkah menuju kamar.


Maira membersihkan diri, memakai baju tidur seksi yang ada


di lemari. Lalu melangkah kan kakinya menuju tempat tidur.


Meraih ponsel nya, sebentar karena suara notifikasi, siapa


yang dapat menyangka, dalam sekejap pengikut Instagram nya langsung banyak


Maira jadi terkenal dalam semalam.

__ADS_1


Maira menatap tak percaya karena akunya di privat. Jadi ia harus mengkonfirmasi orang yang ingin


mengikutinya. Maira membungkam mulutnya tak percaya, memastikan angka


pengikutnya yang membludak.


“Hah, aku kayak jadi artis gak sih.” Gumam Maira tersenyum


senang. Sejenak Maira tak percaya dengan apa yang terjadi barusan.


“Ya ampun, siapa sangka bisa kayak gini, pantesan Snefia


ngomong kayak gitu,ternyata ini alasannya.” Mengigit bibir nya tak percaya.


Tiba tiba Maira mendengar suara langkah kaki mendekat, Maira


langsung menutup dirinya dengan selimut tak mau berurusan dengan Garra, apalagi


di interogasi karena tadi menolak untuk pulang bersama dengan Garra.


Suara pintu terbuka, suara langkah kaki terdengar semakin


mendekat, Maira sampai menahan nafasnya perlahan, lalu mengatur untuk tidak


terlihat mencurigakan. Suara langkah kaki itu mendekat sesaat lalu di detik


berikutnya terdengar menjauh, dan suara pintu kamar mandi yang terbuka.


“Oh, rupanya mau membersihkan diri.” Gumam Maira kembali


melipat bibirnya.


Sudah lelah tapi belum mengantuk sama sekali, karena itu


Maira gunakan untuk melihat lagi Instagram nya. Lagi lagi seperti mimpi,


bagaimana mungkin dalam sekejap followersnya ribuan.


“Astaga, aku sedang tidak bermimpi. Bukan! Menyentuh layar


ponselnya menatap tak percaya.


Mata Maira semakin tak mengantuk, namun dirinya sudah merasa


lelah. Karena itu, ia ingin pamer pada Reina sahabatnya, dan melupakan


ketakutannya dengan Garra. Asik berbincang, semakin melebar percakapan


mereka, entah apa yang keduanya bahas, sampai suara pintu kamar mandi terbuka.

__ADS_1


__ADS_2