
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi. jalanan yang sepi karena kalangannya konglomerat sangat jarang ada motor atau mobil yang berkendara di daerah tersebut. Karena hal itu Garra mulus melaju tanpa ada hambatan.
Wajah dingin dengan tatapan mata elang Garra sama sekali tak kelihatan takut saat melaju dengan kecepatan tinggi. Malah ia terlihat lebih mengagumkan.
Layaknya lelaki idaman semua wanita Garra benar benar mempesona.
Berbanding terbalik dengan perasaan Maira di mana ia ketakutan dan sangat gugup. Tangan nya mulai berkeringat karena gugup dan tegang.
Benar benar seperti ingin menjemput nyawa atau bisa di katakan ada berapa nyawa yang Garra miliki. Mungkin saja itu lebih dari satu.
Maira memegang kuat hand grib. Ia benar-benar menggantungkan keselamatannya pada pegangannya.
Di depan ada tikungan tajam namun Garra sama sekali tidak menurunkan angka kecepatannya. Ia benar benar seperti kesetanan.
Akkkkkkk aku belum mau mati muda. Laki laki gila ini sedang balapan sama seseorang yang tak kasat mata kah.?
__ADS_1
Garra semakin mamacu kecepatan tinggi saat mendekati tikungan tajam. Wajahnya yang berambisi dan tak takut mati terpampang jelas di mata Maira.
Maira benar benar terkejut dengan sikap Garra yang tetap tenang. Bahkan nyawa mereka akan segera melayangkan sebentar lagi.
Tuhan maaf jika aku berbuat banyak kesalahan di dunia ini. Tapi aku mohon Jika aku terlahir kembali buat semuanya berbeda.
memegang sekuat tenaga hand grib menggantungkan Doa dan harapan. Maira terlihat begitu pasrah saat ia berfikir dunianya akan segera berakhir.
Namun siapa sangka di saat Garra membelokan kemudi mobil menghadapi tikungan tajam yang di bawahnya ada jurang dengan pemandangan pantai yang indah mustahil akan selamat jika terjatuh.
Lagi lagi Garra menyetir dengan sebelah tangan nya dan tangan yang satunya lagi ia rentangkan di depan Maira dan itu bentuk sebuah perlindungan dari Garra.
Otak Maira masih berputar rasanya di mata ia berfikir akan menghadapi kematian namun nyatanya tidak. Rasa mual mulai menghampiri gadis itu dengan ia mengeluarkan suara.
"huekkkk huekkkk huekkk." mulai mengatur nafas dengan kasar.
__ADS_1
"Jangan mengotori mobilku dengan muntahmu." ucapan yang benar-benar tak ada rasa kasihan.
Dasar tuan idiot, aku seperti ini juga gara gara kamu Garra sialan.
Selesai berucap sudut bibir Garra melengkung naik walaupun samar sama tapi bisa di katakan kalau itu seperti keajaiban yang nyata.
Setelah melewati tikungan tajam Garra mulai stabil membawa mobil. Ia layaknya seorang Drive ojek online yang mengutamakan keselamatan. Padahal baru beberapa detik yang lalu Maira merasa seakan ajalnya sudah di depan mata.
Tapi, setelah nya.
Garra memasyki pekarangan rumah mewahnya di sana terlihat ada beberapa orang yang sedang bersih bersih.
Maira membuka matanya sedikit lebih lebar agar pandangan nya jadi lebih jelas. Nampaknya tak ada yang salah dengan pandangan nya tapi kenapa ada orang selain mereka di kediaman Garra.
menatap Garra berharap dapat jawaban. sayangnya Maira hanya dapat menatap wajah tampan dengan paras rupawan yang diam.
__ADS_1
kemabli mengalihkan pandangannya pada orang orang yang sedang beraktifitas di rumah Garra. Dekat semakin mendekat dan semua nampak jelas.
Mereka adalah pekerja " Tapi, kenapa.? pikir Maira.