Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
sumber informasi


__ADS_3

“Ah apakah ini salah satu simpanan Garra.? Gumam Maira


tercengang.“Hei aku akan mencari pria tampan tapi tidak dengan kakak sepupu


seperti Garra. Monster itu.” Ucap gadis itu menarik tempat duduk. Bisa membaca pikiran


“selamat datang nona Willyana baby.” Sapaa pak Marta yang


mendapatkan sorotan mata tajam dari gadis yang di sapaa Elly.


“Panggil aku Elly, jika tak mau ku pecat.” Sahut Elly


membuat pak Marta ketakutan.


Maafkan aku nona,


sebaiknya aku menyingkir sebelum di potong gaji. Menghilang segera bagaikan


jin.


“Ah, jadi kamu istri rahasia yang di pilih oleh paman .”


menatap intes pada Maira.


“Ah, sepertinya itu bukan rahasia.” Sahut Maira malas.


“Ya di keluarga Wiliam.” Mengatakan dengan cuek.


“Namaku, Elly, panggil aku Elly, dan namamu adalah Maira,


aku sudah tahu.” Bertanya dan menjawab sendiri.


Perkenalan macam apa


ini, kenapa orang orang di sekitar tuan Garra begitu aneh semua nya. Tersenyum


kecut.


“Ya, ya mengumpat lah sesukamu.” Bersuara kecil dengan


tatapan smrik.


“Senang berkenalan dengan mu Elly.” Aku benar benar tidak menyukainya, sepertinya memang mereka


bersuadara.


“Aku adalah pusat informasi di negara ini, jadi berikan aku


informasi penting tentangmu, maka akan aku berikan juga yang sama penting nya.”

__ADS_1


Ucap Elly berterus terang.


 Oh, tetap mengunyah


makanan di mulut “Aku tidak menyukai paman mu.” Merasa hebat saat Maira


menyampaikannya.


“Aku sudah tahu itu. Yang lebih spesifik.” Pembicaraan


keduanya menjadi sedikit serius.


Wajah Maira kesal dengan sikap Elly yang terlalu jujur.


“Aku benci pamanmu.” Menatap lebih dalam


“Itu juga sudah tahu.” Menjawab malas.


“Aku ingin kabur dari paman mu.” Mulai panas dan merasa


kesal.


“Pernikahan paksa seperti kalian, itu adalah rahasia umum di


kelurga William.” Jawaban menusuk tepat di jantung Maira.


“Lalu untuk apa kau bertanya jika tahu semua tentang ku.”


depan dada.


“Apa tujuan mu menikahi paman ku.” Menatap smrik pada Maira


sejenak.


“Ah, membosankan! sepertinya kau gadis yang tak memiliki


rahasia  apapun yang bisa aku koreksi.”


Beranjak dari tempat duduk.


“Aku juga tidak membutuhkan mu.” Menjawab malas  dan cuek.


“Cari aku jika kau ingin tahu sesuatu, tapi ingat harus


sepadan.” Berjalan meninggalkan Maira.


“Tapi, sebelum itu aku, hargai pertemuan kita, sedikit


bocoran tentang paman ku, sekarang dia berada di kota Z, aku pergi dulu.”

__ADS_1


Meninggalkan lebih jauh.


Maira termenung mendengar jawaban Elly, tanpa sadar di


tinggalkan.


“Ah, kemana gadis itu pergi? Cepat sekali dia menghilang.”


Mencari sosok yang sudah pergi entah ke mana.


~


Di kantor Maira menyiapkan beberapa kertas untuk bahan


gambaran yang akan ia jadikan model dalam pesanan gaun pengantin. Sesuai dengan


permintaan pak Erian.


“Ah, Maira sepertinya kamu akan jadi tangan emas nya pak


Erian.” Ucap Snefia memberi harapan.


“Benarkah.? Tak cukup percaya.


“Ia, soal nya kamu baru bekerja hari ke dua tapi sudah


mendapat tugas dari pak Erian, ah iri nya diriku.” Menatap kagum pada Maira.


“Aku semakin yakin kalau ini adalah hasil merangkak di


ranjang empuk.” Sahut wanita bernama Meida yang tak suka pada Maira.


Snefia yang mendengar itu menatap smirk pada Meida dengan


tak suka.


“ Ia ni, habisnya wajah aku cukup cantik di sebut modal


penggoda.” Balas Maira  dengan angkuh.


Meida yang mendengarnya menjadi kesal karena Maira membalas


perkataan nya. Meida pun pergi meninggalkan keduaanya.


“Haha, biar tahu rasa dia.” Ucap Snefia bangga pada Maira


“Habis nya orang kayak gitu emang harus di ladeni yah sekali


kali.” Sahut Maira karena rishi.

__ADS_1


“Kalo gitu ayok kita kerjakan desian, baju pengantin nya.


Buat pak Erian jatuh cinta dengan mu.” Ucap Snefia spontan.


__ADS_2