
Mempelajari berbagai sudut pandang dunia bisnis dan
pemimpin. Sampai akhirnya tiba usianya genap 25 tahun, karena sebagai pimpinan
yang harus pertama di lakukan adalah melengserkan orang orang yang menjadi
tangan kanan paman marcel sewaktu di perusahan, lalu menghilangkan sampah
sampah.
Garra tertawa mengejek, di depan Marcel yang shock. Wajahnya
menghitam dengan aura malu.
“Aku tidak pernah ingat menandatangani perjanjian itu.” Ucap
paman Marcel gelagapan.
“Oh, benarkah? aku rasanya karena pengaruh umur paman jadi
pelupa.” Ledek Garra memperkeruh suasana.
“Kau menjebak ku.”sahut Marcel mulai mengingat ingat
“Oh ayolah, aku tidak bermain kotor, walaupun pebisnis cara
seperti itu sangat merendahkan.” Bisik Garra dengan tatapan ingin menguliti
paman Marcel.
“Apa ini, jadi selama ini aku memihak orang yang salah, dasar
bajingan.” Teriak salah seorang yang merasa tertipu.
“Segera menyingkir dari hadapan ku para penghianat, sebelum
aku mengirim kalian ke belahan dunia lainya.”ucap Garra dengan wajah
menyeramkan.
Ucapan barusan membuat orang orang berlari kabur dari
hadapan Garra dengan kalang kabut.
“Yah, dengan begini sudah pasti siapa pemilik sah untuk 10
tahun kedepannya di grup wiliam adalah Garra wiliam.”ucap mc dengan hangat memberi
Garra semangat baru.
Garra tersenyum puas atas kemenangan nya kali ini, paman
Marcel menjadi begitu kesal atas kejadian ini, akhirnya memutuskan untuk pergi
dari hadapan Garra.
“Oh yah, paman aku hanya ingin memberi tahu, aku akan
__ADS_1
menarik semua boneka ku kembali.” Menyeringai malas sebelum berlalu.
Wajah paman Marcel seperti tak paham dengan ucapan Garra
barusan, terlihat ketika kedua alis nya bertaut, susah payah mencerna ucapan
Garra.
Garra berjalan keruangan peresmian untuk menjadi pemeran
utama malam ini sebagai pemimpin tetap perusahaan. Semua mata menatap kagum
pada Garra seorang pebisnis hebat dan pastinya memikat hati. Berada di podium
untuk mengatakan sesuatu, tatapan menyeringai pada paman Marcel yang saat itu
terlihat sedang minum dengan sekali teguk yang mengarah padanya.
Dua tahun lalu paman Marcel melakukan perjanjian pada Garra
yang saat itu baru saja menggantikan posisinya.
Kejadian sebelumnya
“Apakah, duduk di situ terasa nyaman.” Bicara sambil melipat
kaki duduk di sofa dalam ruangan kepala presdir.
“Aku rasa paman lebih paham.”sahut Garra menyeringai.
menggairahkan
“Jangan menatapku seperti itu, aku merasa seperti mencuri barang ku sendiri .”
ucap Garra Menyeringai
“Untuk seorang anak sepertimu, aku rasa sebagian kepala
divisi akan meremehkan kemampuan mu, aku punya penawaran khusus untuk mu.”
Meneguk minuman kaleng.
“Oh ya, tapi aku punya acara sendiri.” Sahur Garra tak
tertarik
“ Jangan cepat mengambil keputusan, hanya karena kau belum
mendengar jumlah nya.” Memberikan sebuah kertas bertuliskan penyerahan saham
Paman Marcel seharusnya menjadi orang terdekat Garra setelah
meninggalnya gaston wiliam ayah Garra. Namun titik terlemah Garra di jadikan
paman Marcel sebagai senjata ampun untuk menjatuhkan Garra.
Paman Marcel tahu
__ADS_1
kalau Garra payah dalam berhubungan, dan Sasha pacarnya baru saja koma, jadi
sangat tepat untuk memicu depresi
Tantrum pada Garra yang memiliki gejala seperti itu.
Perjanjian yang Marcel berikan adalah saham 12% jika dalam 2
tahun ini dia berhasil menikah dengan seorang wanita manapun. Lalu waktu
kepemimpinan tak perlu di rolling lagi setiap 3 tahun sekali melainkan setiap 10
tahun sekali. Persyaratan dari paman yang sulit membuat Garra tersenyum dengan
begitu terpaksa.
Persyaratan nya benar benar susah, tapi ini memang pantas.
Hmpp 12% yah, aku harus mendapatkannya.
“Aku setuju, setelah membacanya, sepertinya kata mu ada benar
nya.” Menyeringai mengangguk penuh arti
Garra masih mengingat jelas kejadian itu, di mana Marcel
yang memberikan tawaran itu lebih dulu dan Garra hanya mengikuti permainan nya, Namun
dengan caranya sendiri.
“Ah, aku berhasil aman dalam hal kepemimpinan. Tapi, yang
jadi masalah adalah paman benar benar tahu menembak di jantung yang tepat.”
Menatap tajam pada Marcel yang juga menatap nya.
“Kalau soal tanda tangan itu hal muda untuk mendapatkan nya,
hanya saja paman terlalu fokus dengan gerakan ku bukan pada orang orang ku.”
Batin Garra tersenyum smirk.
Fokus Garra yang saling membalas tatapan dengan paman
teralihkan pada sosok wanita cantik yang memakai gaun berwarna Dusti, dengan
tali lengan yang minim. Tersenyum sekilas sebelum Erian laki-laki yang memakai
gaun berwarna senada memberikan Maira gelas minuman lalu tersenyum bersama.
Wajah Garra menghitam, aura ingin membunuh tergambar jelas di
wajahnya. Mengingat ajakan nya di tolak, namun Maira malah datang bersama
seseorang laki laki memakai baju berwarna sama lalu tertawa dengan senyuman
seperti membuat Garra murka.
__ADS_1