Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
perjanjian 2 tahun silam


__ADS_3

Mempelajari berbagai sudut pandang dunia bisnis dan


pemimpin. Sampai akhirnya tiba usianya genap 25 tahun, karena sebagai pimpinan


yang harus pertama di lakukan adalah melengserkan orang orang yang menjadi


tangan kanan paman marcel sewaktu di perusahan, lalu menghilangkan sampah


sampah.


Garra tertawa mengejek, di depan Marcel yang shock. Wajahnya


menghitam dengan aura malu.


“Aku tidak pernah ingat menandatangani perjanjian itu.” Ucap


paman Marcel gelagapan.


“Oh, benarkah? aku rasanya karena pengaruh umur paman jadi


pelupa.” Ledek Garra memperkeruh suasana.


“Kau menjebak ku.”sahut Marcel mulai mengingat ingat


“Oh ayolah, aku tidak bermain kotor, walaupun pebisnis cara


seperti itu sangat merendahkan.” Bisik Garra dengan tatapan ingin menguliti


paman Marcel.


“Apa ini, jadi selama ini aku memihak orang yang salah, dasar


bajingan.” Teriak salah seorang yang merasa tertipu.


“Segera menyingkir dari hadapan ku para penghianat, sebelum


aku mengirim kalian ke belahan dunia lainya.”ucap Garra dengan wajah


menyeramkan.


Ucapan barusan membuat orang orang berlari kabur dari


hadapan Garra dengan kalang kabut.


“Yah, dengan begini sudah pasti siapa pemilik sah untuk 10


tahun kedepannya di grup wiliam adalah Garra wiliam.”ucap mc dengan hangat memberi


Garra semangat baru.


Garra tersenyum puas atas kemenangan nya kali ini, paman


Marcel menjadi begitu kesal atas kejadian ini, akhirnya memutuskan untuk pergi


dari hadapan Garra.


“Oh yah, paman aku hanya ingin memberi tahu, aku akan

__ADS_1


menarik semua boneka ku kembali.” Menyeringai malas sebelum berlalu.


Wajah paman Marcel seperti tak paham dengan ucapan Garra


barusan, terlihat ketika kedua alis nya bertaut, susah payah mencerna ucapan


Garra.


Garra berjalan keruangan peresmian untuk menjadi pemeran


utama malam ini sebagai pemimpin tetap perusahaan. Semua mata menatap kagum


pada Garra seorang pebisnis hebat dan pastinya memikat hati. Berada di podium


untuk mengatakan sesuatu, tatapan menyeringai pada paman Marcel yang saat itu


terlihat sedang minum dengan sekali teguk yang mengarah padanya.


Dua tahun lalu paman Marcel melakukan perjanjian pada Garra


yang saat itu baru saja menggantikan posisinya.


Kejadian sebelumnya


“Apakah, duduk di situ terasa nyaman.” Bicara sambil melipat


kaki duduk di sofa dalam ruangan kepala presdir.


“Aku rasa paman lebih paham.”sahut Garra menyeringai.


menggairahkan


“Jangan menatapku seperti itu, aku merasa seperti mencuri barang ku sendiri .”


ucap Garra Menyeringai


“Untuk seorang anak sepertimu, aku rasa sebagian kepala


divisi akan meremehkan kemampuan mu, aku punya penawaran khusus untuk mu.”


Meneguk minuman kaleng.


“Oh ya, tapi aku punya acara sendiri.” Sahur Garra tak


tertarik


“ Jangan cepat mengambil keputusan, hanya karena kau belum


mendengar jumlah nya.” Memberikan sebuah kertas bertuliskan penyerahan saham


Paman Marcel seharusnya menjadi orang terdekat Garra setelah


meninggalnya gaston wiliam ayah Garra. Namun titik terlemah Garra di jadikan


paman Marcel sebagai senjata ampun untuk menjatuhkan Garra.


 Paman Marcel tahu

__ADS_1


kalau Garra payah dalam berhubungan, dan Sasha pacarnya baru saja koma, jadi


sangat tepat untuk memicu  depresi


Tantrum pada Garra yang memiliki gejala seperti itu.


Perjanjian yang Marcel berikan adalah saham 12% jika dalam 2


tahun ini dia berhasil menikah dengan seorang wanita manapun. Lalu waktu


kepemimpinan tak perlu di rolling lagi setiap 3 tahun sekali melainkan setiap 10


tahun sekali. Persyaratan dari paman yang sulit membuat Garra tersenyum dengan


begitu terpaksa.


Persyaratan nya benar benar susah, tapi ini memang pantas.


Hmpp 12% yah, aku harus mendapatkannya.


“Aku setuju, setelah membacanya, sepertinya kata mu ada benar


nya.” Menyeringai mengangguk penuh arti


Garra masih mengingat jelas kejadian itu, di mana Marcel


yang memberikan tawaran itu lebih dulu dan Garra hanya mengikuti permainan nya, Namun


dengan caranya sendiri.


“Ah, aku berhasil aman dalam hal kepemimpinan. Tapi, yang


jadi masalah adalah paman benar benar tahu menembak di jantung yang tepat.”


Menatap tajam pada Marcel yang juga menatap nya.


“Kalau soal tanda tangan itu hal muda untuk mendapatkan nya,


hanya saja paman terlalu fokus dengan gerakan ku bukan pada orang orang ku.”


Batin Garra tersenyum smirk.


Fokus Garra yang saling membalas tatapan dengan paman


teralihkan pada sosok wanita cantik yang memakai gaun berwarna Dusti, dengan


tali lengan yang minim. Tersenyum sekilas sebelum Erian laki-laki yang memakai


gaun berwarna senada memberikan Maira gelas minuman lalu tersenyum bersama.


Wajah Garra menghitam, aura ingin membunuh tergambar jelas di


wajahnya. Mengingat ajakan nya di tolak, namun Maira malah datang bersama


seseorang laki laki memakai baju berwarna sama lalu tertawa dengan senyuman


seperti membuat Garra murka.

__ADS_1


__ADS_2