Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
siapa dan kenapa


__ADS_3

“Ah, maaf akan aku simpan setelah ini.” Melirik kearah suci


yang tertunduk .


“Tak masalah, lagian aku tidak peduli padamu, apalagi urusan


pribadimu.” Lagi lagi ucapan garra yang sarkas itu menusuk tepat di jantung


maira.


Lalu tuan  garra yang gila ini untuk apa menelfon ku.


“ingat, jangan membuat para pekerja terbebani dengan


kehadiran mu di rumahku.” Mematikan secara sepihak.


Ucapan barusan membuat hati maira sedikit mengganjal. Sesaat


kemudian ia menatap seluruh sudut ruangan platpon. Curiga Garra menyimpan sisi


tv tanpa sepengetahuan nya.


Bahkan ia melarang ku


untuk, berbaur dengan orang orang di rumah nya, dasar kejam.


“Em, Suci aku rasa sudah tak yang perlu aku bicarakan, kau


bisa kembali.” Usir halus Maira.


Mengangguk pertanda patuh dengan ucapan nona maira.


Kembali termenung di telan kesunyian malam, Maira menuju


balkon kamar yang menjadi tempat nya di saat ia sedih. Menatap langit malam


dengan tatapan yang ambigu.


Maira memeluk dirinya sendiri kedua tangan nya menyapu halus


lengan milik nya yang terasa dingin.


“Ah, aku sepertinya pernah membayangkan ini. Memandang

__ADS_1


langit di balkon kamar memakai baju tanpa lengan dan tiba tiba ada sosok


kekasih yang datang menutupi bahu ku yang polos ini dengan jaz kerjanya. Sayang


nya itu cuman sekedar mimpi gadis malang seperti ku.” Menghela nafasnya kasar.


“ laki laki yang sekarang adalah suamiku, sayang nya dia brengsek.” Umpat kesal


Maira di balkon kamar.


Hari ulang tahun Garra semakin dekat, bersamaan


dengan itu hari penentuan.


Hari ulang tahun garra semakin dekat, bersamaan dengan itu


hari penentuan ketua grup wiliam. Sebagai istri sah apakah Maira akan ikut


andil dalam peran istri sah?  Yang hanya di atas kertas? Terlebih lagi sudah


dua hari maira bekerja di perusahaan Yamor sebagai desainer mode.


Pagi yang cerah, dengan cuaca yang bagus, matahari bersinar


dengan indah. Mood Maira juga sepertinya sangat baik sekali sebab ia mulai


“Selamat pagi nona muda.” Sapa pak Marta di depan tangga.


“Selamat pagi juga.” Sahut Maira tersenyum walaupun pak


Marta menunduk. Huh ngapain juga nyapa


kalo gak liat wajah, senyum ku terbuang sia sia.


“Sarapan nya nya sudah siap nona.” Persilahkan, mengikuti nona


Maira ke meja makan.


“Oh, pak Marta, selagi tuan bos kalian tidak ada di sini,


sebaiknya tidak terlalu memperdulikan aku.” Tersenyum canggung. aku merasa risih tahu, sejak lahir aku bukan


untuk di layani.

__ADS_1


“Jangan, seperti itu nona, kalau tuan bos tahu, kami semua


akan di pecat.” Hampir menangis pak Marta mengatakanya.


“Ini, hanya rahasia dintara kita.” Mengajak pak Marta untuk


berjanji dengan gaya anak sekarang jari telunjuk di depan bibir.


Pak Marta hanya tersenyum kecut, hampir saja ia bertekuk


lutut agar Maira tak melakukan hal  seperti itu lagi kedepan nya, takut akan ketahuan tuan bos. candaan anda berlebihan nona,jangan lah


seperti ini, aku bisa di gantung seperti pajangan nanti.


Maira tengah asik menikmati sarapannya, ketenangan yang Maira


rasakan, membuat ia harus menjiwai sajian masakan lezat ini.


“Oh, pak Marta apakan tuan bos kalian, ada menitipkan


sesuatu untuk ku.? Tanya Maira basa basi sebenarnya ia hanya ingin tahu kemana


bos aneh itu pergi.


Tersenyum kecut,”Nona muda anda adalah istrinya, kenapa


tidak tanyakan langsung saja.? Sahut pak Marta menggeleng.


Tersenyum kaku, tuan


bos kalian itu orang nya aneh jika aku bertanya yang ada dia malah memojokanku.


“Aku tahu kemana dia pergi.” Sahut lantang seorang gadis


yang elegan mendekati meja makan.


Pak Marta dan Maira melihat kearah suara, tatapan Maira


menjadi bingung sementara pak Marta tersenyum.Gadis elegan itu berjalan dengan


santai, penampilanya begitu elegan,rambut panjang nya yang terikat tinggi


menampilkan kesan dewasa dan terlihat  pintar.

__ADS_1


“Ah apakah ini salah satu simpanan Garra.? Gumm Maira


tercengang.


__ADS_2