
“Ha maksud kamu apa.” Tanya Maira tak suka mendengarnya.
“Semua orang kantor tahu, kalau pak Erian sepertinya ada
rasa suka sama kamu.” Menjelaskan dengan tersenyum.
Maira tersenyum kecut tak suka, apalagi jika tuan Garra tahu
abis lah sudah dia.pikir Maira
Heh, memangnya aku ada
apa sampai memikirkan tuan Garra bakal hukum, emang perasaan orang bisa di
tahan apah?
Saat akan pulang dari kantor Maira yang sedang menunggu taxi
online di dekat kantor tiba tiba di Tarik masuk ke dalam mobil dengan paksa.
Aww apa lagi ini, seperti
waktu itu kah? Tarikan cukup keras membuat Maira ingat kejadian dua hari
lalu dengan Malik kakaknya.
Benar saja, Maira di sekap lagi namun kali ini banyak orang
dan juga mereka berbadan besar.
“Kalian mau apa.” Tanya Maira pada mereka yang menurunkan
nya di gang sunyi.
Tiba tiba mereka melemparkan Malik begitu saja di dekat
Maira dengan tangan terikat dan wajah lebam akibat pukulan.
“Ka malik.” Merangkul tubuh malik dengan tangan nya yang
kecil itu.
“Ka malik, apa yang terjadi.” Tanya Maira sedih melihat kakaknya
yang babak belur.
“Hei gadis, kaka mu ini punya utang dengan bos kami, 200
juta. Dia berjanji dalam waktu 2 hari akan mengembalikan nya tapi, dia mencoba
kabur saat di datangi di rumah.” Jelas salah satu preman tukang pukul pada.
__ADS_1
“Ha, 200 juta.” Menatap Malik tercengang.
“Kamu bilang waktu itu cuman 50 juta, bagaimana mungkin jadi
200 juta.” Tanya Maira hampir gila.
“Mereka ini lintah darat, yang akan memaksa orang untuk
meminjam uang dengan pengembalian di luar nalar, tadi nya aku mau balikin tapi katanya
200 juta karena jam nya udah lewat, aku mana ada uang segitu.” Jelas Malik
meringis kesakitan.
“Aku juga gak ada uang segitu.” Ucap Maira ketakutan.
“Aku udah bilang, kalau kamu adalah istri dari Garra wiliam
tapi mereka bilang aku sedang berhalu punya kaka ipar kaya.” Menjelaskan dengan
detail.
Ekspresi wajah Maira menjadi ingin menghajar Malik, mendengar
ucapan itu.
“Aku ngomong gitu juga mereka gak bakal percaya.” Kamu terlalu bodoh kak, atau emang di otak
aku istri dari bos aneh itu." bersuara kecil
“Jadi siapa yang akan bayar utang itu.” Tanya salah seorang
preman bertubuh gemuk.
“Diam.”suara tegas Malik dan Maira bersahutan melarang. Preman itu pun jadi diam mengikuti suara perintah itu. Kenapa jadi mereka yang lebih galak,preman itu berfikir sejenak.
“Maira aku sudah katakana padamu, untuk minta saja pada
suami kaya mu itu.” Saran paksa Malik.
“Kak.” Ucapan Maira terpotong. Malik meraup wajah Maira”
sekarang hanya dia yang dapat membantu sebagai suami, itu sudah menjadi
kewajibannya.” Meyakinkan Maira melalui tatapan mata.
Di kamar yang bernuansa ungu berkilau itu, Maira sedang
mengeringkan rambutnya dengan handuk mini di tangan nya. Berjalan ke balkon
kamar , menatap langit malam yang tak ada bintang gelap seperti kejadian tadi
__ADS_1
saat pulang kantor.
Maira yang bertanggung jawab atas utang Malik pada lintah
darat itu berjanji akan membayar nya besok. Sekarang tinggal bagaimana Maira
harus meminta uang pada bos Garra.
“Dan kenapa juga pak Erian bisa ada tiba tiba.” Gumam Maira
mengingat.
~
“Aku yang akan bayar utang kakak ku, beri aku waktu besok.”
Ucap Maira percaya diri namun menahan kesal.
“Kau tak akan menipu kami.” Tanya preman bertubuh gemuk.
“Apa wajah ku terlihat seperti penipu.” Sahut Maira sinis.
“Tapi, kan kalian adik kaka.” Timpa preman itu ada benar
nya, namun juga ragu.
Dasar lintah darat
biadab, rasanya aku ingin menguliti kakak juga sekarang. Wajah Maira terlihat
menyeramkan menatap Malik
“Kalian mau percaya pada ku terserah, tapi, jangan sakiti ka
Malik.” Ucap lantang Maira.
Preman bertubuh gemuk itu langsung menyambar dagu Maira dan
meremas nya sedikit kuat dan begis.
“Apa maksud mu. Usahakan uang nya kalau tidak mau nyawa kaka brengsek mu itu melayang.”
Ancam preman itu dengan bengis.
“Besok, di tempat yang sama 300 juta.” Tawa mengancam.
“Singkirkan tangan mu dari wajah nya.” Ucap lantang seorang
pria tiba tiba.
Pak Erian, kenapa bisa
__ADS_1
ada di sini sih. Menundukkan pandang nya karena malu.