Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
keadaan membingungkan


__ADS_3

“Ha maksud kamu apa.” Tanya Maira tak suka mendengarnya.


“Semua orang kantor tahu, kalau pak Erian sepertinya ada


rasa suka sama kamu.” Menjelaskan dengan tersenyum.


Maira tersenyum kecut tak suka, apalagi jika tuan Garra tahu


abis lah sudah dia.pikir Maira


Heh, memangnya aku ada


apa sampai memikirkan tuan Garra bakal hukum, emang perasaan orang bisa di


tahan apah?


Saat akan pulang dari kantor Maira yang sedang menunggu taxi


online di dekat kantor tiba tiba di Tarik masuk ke dalam mobil dengan paksa.


Aww apa lagi ini, seperti


waktu itu kah? Tarikan cukup keras membuat Maira ingat kejadian dua hari


lalu dengan Malik kakaknya.


Benar saja, Maira di sekap lagi namun kali ini banyak orang


dan juga mereka berbadan besar.


“Kalian mau apa.” Tanya Maira pada mereka yang menurunkan


nya di gang sunyi.


Tiba tiba mereka melemparkan Malik begitu saja di dekat


Maira dengan tangan terikat dan wajah lebam akibat pukulan.


“Ka malik.” Merangkul tubuh malik dengan tangan nya yang


kecil itu.


“Ka malik, apa yang terjadi.” Tanya Maira sedih melihat kakaknya


yang babak belur.


“Hei gadis, kaka mu ini punya utang dengan bos kami, 200


juta. Dia berjanji dalam waktu 2 hari akan mengembalikan nya tapi, dia mencoba


kabur saat di datangi di rumah.” Jelas salah satu preman tukang pukul pada.

__ADS_1


“Ha, 200 juta.” Menatap Malik tercengang.


“Kamu bilang waktu itu cuman 50 juta, bagaimana mungkin jadi


200 juta.” Tanya Maira hampir gila.


“Mereka ini lintah darat, yang akan memaksa orang untuk


meminjam uang dengan pengembalian di luar nalar, tadi nya aku mau balikin tapi katanya


200 juta karena jam nya udah lewat, aku mana ada uang segitu.” Jelas Malik


meringis kesakitan.


“Aku juga gak ada uang segitu.” Ucap Maira ketakutan.


“Aku udah bilang, kalau kamu adalah istri dari Garra wiliam


tapi mereka bilang aku sedang berhalu punya kaka ipar kaya.” Menjelaskan dengan


detail.


Ekspresi wajah Maira menjadi ingin menghajar Malik, mendengar


ucapan itu.


“Aku ngomong gitu juga mereka gak bakal percaya.” Kamu terlalu bodoh kak, atau emang di otak


aku istri dari bos aneh itu." bersuara kecil


“Jadi siapa yang akan bayar utang itu.” Tanya salah seorang


preman bertubuh gemuk.


“Diam.”suara tegas Malik dan  Maira bersahutan melarang. Preman itu pun jadi diam mengikuti suara  perintah itu. Kenapa jadi mereka yang lebih galak,preman itu berfikir sejenak.


“Maira aku sudah katakana padamu, untuk minta saja pada


suami kaya mu itu.” Saran paksa Malik.


“Kak.” Ucapan Maira terpotong. Malik meraup wajah Maira”


sekarang hanya dia yang dapat membantu sebagai suami, itu sudah menjadi


kewajibannya.” Meyakinkan Maira melalui tatapan mata.


Di kamar yang bernuansa ungu berkilau itu, Maira sedang


mengeringkan rambutnya dengan handuk mini di tangan nya. Berjalan ke balkon


kamar , menatap langit malam yang tak ada bintang gelap seperti kejadian tadi

__ADS_1


saat pulang kantor.


Maira yang bertanggung jawab atas utang Malik pada lintah


darat itu berjanji akan membayar nya besok. Sekarang tinggal bagaimana Maira


harus meminta uang pada bos Garra.


“Dan kenapa juga pak Erian bisa ada tiba tiba.” Gumam Maira


mengingat.


~


“Aku yang akan bayar utang kakak ku, beri aku waktu besok.”


Ucap Maira percaya diri namun menahan kesal.


“Kau tak akan menipu kami.” Tanya preman bertubuh gemuk.


“Apa wajah ku terlihat seperti penipu.” Sahut Maira sinis.


“Tapi, kan kalian adik kaka.” Timpa preman itu ada benar


nya, namun juga ragu.


Dasar lintah darat


biadab, rasanya aku ingin menguliti kakak juga sekarang. Wajah Maira terlihat


menyeramkan menatap Malik


“Kalian mau percaya pada ku terserah, tapi, jangan sakiti ka


Malik.” Ucap lantang Maira.


Preman bertubuh gemuk itu langsung menyambar dagu Maira dan


meremas nya sedikit kuat dan begis.


“Apa maksud mu. Usahakan uang nya kalau tidak  mau nyawa kaka brengsek mu itu melayang.”


Ancam preman itu dengan bengis.


“Besok, di tempat yang sama 300 juta.” Tawa mengancam.


“Singkirkan tangan mu dari wajah nya.” Ucap lantang seorang


pria tiba tiba.


Pak Erian, kenapa bisa

__ADS_1


ada di sini sih. Menundukkan pandang nya karena malu.


__ADS_2