Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
SALAH TEBAKAN


__ADS_3

“Maksud kamu.” Berfikir sejenak


“Ya ampun Mai, kamu bakal masuk di parson design, UAL.”ucap


Reina tak percaya, hingga tangan nya menutup mulut


Maira mengangguk membenarkan tebakan Reina.


“Suami kamu emang the best banget yah.” Kembali menyuapi


Maira makan. Ucapan Reina membuat Maira  tersenyum kaku.


“Tunangan Garra sudah sadar.” Beritahu Maira tersenyum.


Suara sendok berdenting kuat jatuh di piring. Reina sangat


kaget mendengar nya.


“Kamu sakit karena ini.” Tanya Reina memastikan


“Gak, cuman sedih aja gak punya ATM lagi.” Ucapan Maira


mendapat pukulan lembut Reina


“Ah, aku kira kamu bakalan jatuh cinta sama bos Garra,


ternyata takut tunjangan mu hilang yah.” Mereka tertawa bersama


“Aku sih kalo jadi kamu, bakalan manfaatin waktu sebaik


mungkin.” Lanjut Reina berkata


“Contohnya.” Tanya Maira penasaran


“Emm, lakukan hal yang berguna buat masa depan. Seenggaknya


kamu dapat sesuatu investasi buat kedepannya.” Penawaran Reina.


“Hmptt itu menarik juga, apa aku minta grup wiliam aja.”


Sahut Maira dengan mata berbinar.


“Boleh, kalo kamu udah bosen hidup dan mau mati cepat.”


Berbicara ala psikopat dengan tatapan mengerikan membuat jantung Maira ciut


saat mendengarkannya


“Lagian kamu ini gila apaan sih.” Menatap kesal  menyuapi Maira lagi


Maira terkekeh saat mendengar ucapan Reina yang memang


benar.


“Tuan Garra dan kamu nikah tuh hanya kontrak, kecuali kamu

__ADS_1


bisa dapetin hati nya. Yang ada sama siapapun tunangan nya itu baru deh kamu jadi


nyonya wiliam.” Jalas Reina


“Tapi kan sekarang aku kan masih jadi nyonya wiliam.” Ucap Maira


berfikir.


“Ya ampun, yang tahu aja kamu istri Garra tuh gak nyampe 50


orang, aku aja yang kalo kamu sendiri yang ngomong mana mungkin aku percaya,


sampai aku lihat dengan mata kepala sendiri gimana sekretarisnya itu datang


jemput aku, ketemu kamu di kamar Garra.” Sahut Reina sedikit pusing.


"Ha, yang kapan." tanya Maira mengingat.


"Waktu kamu hipotermia, gak sadarkan diri, aku yang bantuin kamu pake baju, baluri kamu pake minyak telon." ucap Reina sedikit galak.


Maira menyempitkan matanya, mengingat kapan kejadian itu terjadi.


Dan mata nya pun melebar bulat, ingat dengan ucapan Garra yang mengatakan kalau dirinya membantu memakaikan baju.


"Dasar brengsek." sahut Maira dengan wajah kesal


"Heh, kamu gilaa apaan.? menatap ngeri ke Amira.


"Si brengsek itu bilang dia yang bantin aku semuanya." Hampir frustasi Maira karena percaya ucap Gaara.


"Haha kamu di bohongin tuh, jelas jelas aku yang bantuin." protes Reina tertawa.


“Heh itu bukan kamar utama nya, aku juga awalnya mikir besar


banget kamar nya tapi setelah pak Marta jelasin kalau ada satu ruangan kamar


yang gak boleh aku masukin dan itu kamar nya.” Jelas Maira kesal


“Heh, orang kaya emang beda.” Ucap Reina takjub.


“Eh, ngomong ngomong soal sekertaris tuan Garra cakep juga.’


Lanjut Reina berkata


"Hmptt, kamu suka, naksir , cinta.” Sahut Maira kesal tanpa


ekspresi.


“Ya ya ya.” Ucap Reina dengan mata berbinar binar.


“Gak heran sih, cuman gaya bicaranya itu mirip Garra, dan


hanya dengan kata kata dia mampu menyudutkan lawan bicara.” Jelas Maira karena


karena sering terjadi padanya.

__ADS_1


“Wah, aku suka yang seperti itu.” Reina semakin terlihat


menginginkan Rama


“Wah, ternyata teman ku memang memiliki selera aneh.”  Sahut Maira malas


“Eh, apa kamu gak cinta sama tuan Garra, tampangnya goodlooking,


hartanya banyak,dan itu akkcc dia kuat di ranjang kan.” Tanya Reina serius.


Dengan ekspresi membayangkan.


“Jangan gila kamu, dulu mungkin aku akan tergila gila dengan


orang seperti mereka, tapi sekarang aku hanya mau menikah dengan orang yang


mencintai aku saja.” Jelas Maira mengingat perlakukan kasar Garra.


“Wah pak Erian yah.” Sahut Reina tersenyum


“Eh, kok kamu kenal sama pak Erian.” Tnya Maira heran.


“Snefia itu temen aku, waktu kuliah. Gak deket sih cuman pas


liat dia up foto kalian di Twita, aku langsung bales bilang kalo kamu sahabat


aku.” Beritahu Reina.


“Hmptt Snefia, gadis polos itu.” Sahut Maira tanpa sadar


menyebutkan sifat orang padahal ia juga sama. Hal itu membuat Reina menata


malas.


“Selanjutnya apa yang akan kamu lakukan.” Tanya Reina


“Apalagi, menjalani peran ku, sampai selesai.” Sahut Maira


membaringkan diri setelah selesai makan.


“Kamu akan bercerai dengan Garra.” Tanya Reina serius


“Tunangan nya udah sadar, kemungkinan gak sampe dua tahun


aku udah cerai dari bos itu.” Sahut Maira malas.


“Apa yang kamu dapat, kalau bercerai dengan Garra.”  Menghayal Maira jadi miliarder.


“Sesuai perjanjian gak ada.” Sahut Maira yang mematahkan


khayalan Reina.


“What the duck.” Sahut reina kaget sampai ia berdiri dan


terlihat marah

__ADS_1


“Ada apa.” Kaget karena Reina berdiri hingga kursi yang di


duduki nya terpental.


__ADS_2