
Malam itu Maira tak sedikit pun merasa aneh, ia hanya asik berbincang dengan Reina sahabat nya itu.
Reina yang menjadi sahabat maira sejak lama. mencoba memancing maira untuk bicara, sebab ia tahu kalau sahabatnya itu sedang dalam suasana hati yang buruk .
"Hari ini kamu ngapain aja.? meraih remote tv dengan santai.
"Enggak ngapain juga sih." menjawab dengan malas.
Entah angin apa yang membuat Maira terfikir dengan perusahaan Wiliam group. Maira pun menanyakan seputar perusahaan Wiliam group.
"Em Ren, kamu tahu gak perusahaan Wiliam group." Dengan harap harap cemas Maira bertanya.
"Jaman sekarang anak bocil juga tahu kali Mir, itu perusahaan terbesar se Asia." Masih belum sadar.
"Kalo soal pemilik nya.? Mulai menatap serius.
"Emm." Mencoba mengingat-ingat.
"Kisah cinta dari pemilik nya tuh bener bener Romeo and Juliet banget! Em gak tahu juga sih penyebab pasti dari koma nya si perempuan. Cuman, rumor yang beredar katanya tuh si cewek nya nyelamatin gitu keluarga dari pemilik perusahaan Wiliam group." menceritakan semua hal yang ia ketahui.
"Tapi mereka udah pacaran sejak lama, dan sejak hari itu katanya si bos ini tuh gak pernah pacaran atau Deket sama perempuan manapun. Ya ampun setia banget yah." dengan mulai kagum.
Raut wajah Maira terlihat serius ketika mendengar kan ucapan Reina. Ketertarikannya dengan topik kehidupan Garra sangat penasaran.
Sedang asik asik nya bicara dan mendengarkan, suara ponsel Maira berdering. melihat nya sekilas tanpa niat untuk mengangkat panggilan karena tak ada nama yang tertera.
**
Mobil Rama sudah memasuki area Brescout. Diam, hening, dan hanya suara mesin mobil yang terdengar.
Garra kalau bicara hanya seperlunya dengan Rama, namun ada saatnya mereka bersenda gurau bersama.
__ADS_1
Sementara Rama yang terlalu malas untuk berdebat dengan Garra, yang ketika salah bicara maka ia berada dalam jurang .
Semenjak memasuki halaman Brescout, Rama mencoba menghubungi nomor Maira, hanya saja ia sama sekali tak mendapatkan jawaban panggilan.
"Maaf tuan seperti nya nona Maira ketiduran." mematikan mesin mobil lalu turun dan masuk ke dalam rumah untuk memastikan.
Alis mata Garra terangkat naik. Sorot matanya benar benar ingin berperang.
Rama berjalan masuk ke dalam rumah megah itu untuk memastikan kalau Maira berada di rumah.
nona tamat riwayat anda kalau benar benar tak ada di rumah. Rama.
Rasa khawatir Rama mulai menjalar hingga di kepala. Satu persatu kamar yang berada di rumah megah itu di periksa.
Rama lupa kalau belum menjelaskan pada Maira di mana kamar mereka. Dengan sabar Rama memeriksa setiap kamar yang ada di dalam brescout megah itu.
Garra yang menahan emosi duduk dengan arah tatapan tak tentu. Sudut mata yang mulai merah yang siap meledak kan bom.
Tak bisa menerima kenyataan, Garra mulai dengan rasa kesal saat membayangkan semua orang pergi meninggalkan dirinya.
Rama yang selesai mencari di setiap kamar tak menemukan Maira di mana pun di sudut kamar di rumah megah itu.
Dengan perasaan cemas ia segera menghubungi Nevan untuk melacak keberadaan Maira melalui nomor ponselnya. Nevan seorang hacker
Tak butuh waktu lama, Rama mendapat kan alamat Maira berada sekarang. Rama menemui segera meluncur di mna tempat gadis itu berada, tapi sebelum itu Rama harus berpamitan pada sang bos terlebih dulu.
"Maaf tuan, nona Maira sekarang berada di apartemen Xxx! Apakah tuan ingin saya menjemput nona Maira.? sang asisten berkata sopan.
"Menurut mu apa saya terlihat peduli." Gaara berkata judes, berlalu pergi.
"Maaf bos." masih berdiri dengan mematung di dekat mobil di samping tempat duduk Garra .
__ADS_1
"Kalau sudah tidak ada lagi, saya ingin pamit ." mencoba melarikan diri dari kemarahan Garra .
"Kenapa? Kau mau lari juga dari ku, kau ingin pergi juga." kekesalan Garra mulai tak terkontrol ia bangun lalu menendang kaki Rama beberapa kali. Rama yang menerima tendangan hanya bisa menahannya sekuat tenaga.
"Pulang sana, kau pekerja yang tidak becus. " seolah-olah memberi tahu lewat kepergian Maira .
ujung ujungnya aku juga yang kena, nona Maira baru hari pertama lho ini! Rama.
Rasa sakit akibat tendangan Garra tak seberapa, dirinya lebih khawatir dengan tuan Garra. Sekarang Rama hanya perlu fokus untuk menjemput Maira dulu.
Rama segera menuju apartemen tempat nona Maira berada sang ahli jalanan menuju dengan kecepatan tinggi tak lama Rama sampai dan segera ke apartemen lantai 3.
Bel kamar apartemen Reina berbunyi. Mereka berdua saling bertatapan karena merasa tak mengundang orang lain ke apartemen.
"Kau ada janji dengan seseorang." menatap pintu lalu kembali menatap Reina .
"Seperti nya tidak ." mengingat kembali.
Maira pun segera berdiri dan membuka pintu. Betapa terkejutnya ia saat di lihatnya ternyata biru adalah tangan kanan dari tuan Garra.
Wajah terkejut Maira melihat sosok di depannya ini membuat ia salah tingkah dengan senyum bodohnya.
"Hah kau menemukan ku." Bagaimana mungkin orang es ini bisa. Mengeluh dengan wajah sedikit pucat.
"Sebaiknya nona pulang. Tuan Garra dalam suasana hati yang tidak baik." seolah-olah memberitahu nona tamat riwayat anda.
"siapa May.? menatap ke pintu dengan wajah heran.
"Em Rei, Aku gak jadi nginep yah! Besok baru ingat ada kerjaan." segera Maira melarikan diri mengikuti langkah Rama.
*B*agaimana ini ? seperti nya ada sebuah kejadian buruk yang akan menimpaku .
__ADS_1
Aduh Maira plisss jangan buat masalah tuan Garra tuh posesif. Guys tinggalin jejak nya yah . buat author merasa di hargai