Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
peringatan


__ADS_3

Reina menatap kesal pada Garra yang tak mau memberitahu kan apa alasan nya di balik menikahi Maira.


"Kalau kau tak mau memberi tahu, aku akan membawa Maira pergi." ancam Reina pada Garra walaupun gemetaran hebat yang ia rasakan.


"Akan aku laporkan kau dengan tuduhan membawa lari istriku." balik Garra mengancam.


Sialan laki laki ini benar benar seorang Monster. Bagaimana pun sekarang Maira adalah istri nya, cuman apa sih alasan nya?


"Aku harap apapun alasan mu menikah dengan sahabat ku, tolong jangan buat luka lebih besar lagi di hati nya." mengalah tak mau melawan Garra yang bisa segalanya.


"Kau cukup paham juga dengan posisi mu.!


"Rama akan mengantarmu kembali ke apartemen." ucap Garra berniat menyuruh Reina pergi.


Oh jadi nama nya Rama.


sejenak mereka berdua terdiam di mana Garra sibuk menyingkirkan jam tangan yang masih melingkar indah di pergelangannya dan Reina yang masih menatap wajah Maira dengan rasa iba.


tak lama sebuah notif berbunyi dari ponsel Reina. matanya terbelalak kaget melihat angka yang ada pada layar ponselnya.

__ADS_1


" itu adalah upah mu mengganti baju gadis ini." ucap Garra meletakan jamnya di nakas.


Reina sama sekali tak tahu harus bagaimana namun ia berfikir kalau angka 100 juta terlalu besar hanya untuk sekedar mengganti pakaian apalagi Maira adalah sahabat nya.


Reina merasa terhina dengan uang sebanyak itu. Ia berniat untuk mengembalikan uang milik Garra.


"Aku melakukan nya karena Maira adalah sahabat ku." sedikit angkuh saat Reina menolak uang Garra.


"Aku tidak pernah berhutang Budi pada siapa pun." mulai melepaskan kencing baju nya perlahan.


Reina menatap kesal pada Garra, segera ia pergi meninggalkan kamar itu. Namun saat di pintu keluar kamar ia menabrak tubuh Rama yang akan masuk ke dalam kamar.


"auuhhh." Keluh Reina dengan tangan memegang kepalanya.


"Ah maaf." melangkah melewati Reina dan memberikan kantong plastik pada Garra.


"Kamu antar lah dia pulang. Lalu beristirahat besok aku akan berangkat kesiangan." Ucap Garra mengambil kantong plastik dari Rama.


Rama membawa Reina kembali ke apartemen dengan santai.

__ADS_1


Di mobil mereka berbincang walaupun Reina yang banyak bertanya dan Rama hanya sekedar menjawab yang perlu.


"Percuma kalau aku memintamu untuk jelaskan kenapa tuan songong mu itu menikahi sahabatku." dengan tangan di lipat ke dada Reina bicara.


Rama hanya terdiam sambil fokus menyetir menatap jalanan.


"Apakah kau akan bekerja selamanya dengan Garra." tanya penasaran Reina.


"Ah aku pikir aku aku sedang diantar oleh iromen." kesal Reina.


"Maaf." ucap Rama spontan.


"Apakah Garra akan menelantarkan Maira." pernyataan Reina terdengar mulai serius dengan tatapan tajam.


" Jangan terlalu banyak ingin tahu, urus urusan mu sendiri maka kau akan aman." peringati Garra dengan nada santai tanpa menatap Reina.


"Maira adalah gadis kuat, sejak kehilangan kedua orang tuanya, ia menjadi tulang punggung, kau tidak akan paham bagaimana Maira saat itu." menceritakan itu Reina hampir mengeluarkan air mata.


"Jangan mengurusi lebih jauh urusan tuan Garra. Dia orang yang sangat berbahaya." ucapan Rama terdengar seperti peringatan terakhir sebelum ia memberhentikan mobilnya tepat di depan apartemen Reina.

__ADS_1


"Kalau kau sudah masuk jangan seenaknya keluar dari kehidupan orang." ucap Reina setengah turun dari mobil.


Rama setengah terdiam mendengar ucapan Reina sebelum ia menancapkan gas lalu menghilang di balik gelapnya malam.


__ADS_2