
“Yah memang kamu dan tuan Garra sama saja, bedanya dia sudah
menikah sementara kamu masih saja sendiri, nyaman banget yang jadi jomblo.”
Balas Nadia dengan melangkah cepat karena kesal dengan Rama yang sok keren
menurutnya.
“Aku hanya tidak mau menjadi bodoh karena cinta, dan ucapan
mu membuatku merinding.” Sahut Rama
**
Dalam kamar Garra
menyalakan leptopnya, jari jemari Garra mulai menari di keyboard laptop. Wajah
cukup serius, untuk melakukan pekerjaan nya. Bertaut dengan tatapan tajam,
melihat lalu mengamati dengan sangat intens.
Sudah hampir siang Maira baru sadar, dari tidur lelapnya,
menggeliat sexi sebelum nyawa nya berkumpul dengan di dunia nyatanya.
“Uchh.” Keluh Maira mengjabkan matanya untuk beberapa saat.
Suara ponselnya juga sudah terdengar ramai, yang sejak di
pegang Garra tadi malam, Maira sama sekali tak berani menyentuh nya, walaupun di letakan
di bawah bantal tidurnya.
Siang ini, Maira mengambil ponselnya. Jantungan nya berdebar
karena followersnya yang sudah banyak, jadi penasaran bagaimana jika ia
meng-upload sesuatu, berapakah like dan comen yang akan di penuhi. Pikir Maira
tak sabar.
Mulai membuka dari Instagram, pemberitahuan membuat Maira kaget karena banyak jumlahnya.
Menatap bingung ponselnya sebelum status itu di lihatnya dengan tak percaya.
"Oh shit." umpat Maira membungkam mulutnya.
“Jadi semalam.” Maira mengingat apa yang Garra lakukan saat
__ADS_1
ia memejamkan kan ke dua matanya.
Tak habis pikir dengan apa yang di lakukan Garra,
menurutnya terlalu kekanak-kanakan. Maira membuang nafasnya dengan kasar. Lalu
membuka aplikasi hijau, dan status yang sama. Namun karena di apk hijau hanya
orang orang terdekat, berbeda di apk Instagram yang di mana orang luar banyak
yang melihatnya.
Berbagai macam umpatan juga pujian yang di terima Maira. Di
menit berikutnya ponsel Maira berbunyi dan itu dari Snefia. Dengan malas Maira
mengangkatnya.
“Hallo may, kamu kenapa gak angkat angkat.” Protes Snefia.
“Aku baru bangun, memang nya ada apa, hari ini aku sedang
cuti.” Jelas Maira boodmood.
“Gila, kamu tahu model Jenifer wig kan, nah dia mau pake
“Dan juga, kamu mimpi apaan, sampe upload foto bersama tuan
Garra, kamu sendiri bulang kamu gak suka tipe cowok sok dingin, oh Maira
sekarang kamu udah hebat jadi penjilat yah." sahut Snefia berteriak
“Gila apaan sih kamu, aku gak mau ada in janji hari ini,
lagian Erian juga ngasih cuti.” Sahut Maira judes dan kesal. Mood nya hari ini
benar benar buruk
“T-tapi dia model, bisa lebarin sayap kamu di dunia
fashion.” Jelas Snefia ciut.
“Oh oke, ketemuannya jam berapa di mana aku ke sana.”
sahut Maira semangat.
“Yaudah aku kirim lokasinya, kamu siap siap aja gih.” Sahut
Snefia semangat
__ADS_1
Maira sama sekali tak mengetahui keberadaan Garra, do pikir
nya sudah berangkat. Ia pun berjala ke kamar mandi
Sosok mata tajam yang memperhatikan Maira, dengan wajah yang
tersenyum menyeringai.
Garra meraih ponselnya lalu menelfon Rama.
“Hallo tuan bos.” Sapa Rama di balik ponsel.
“Buat pertemuan resmi, aku mau mengumumkan pengumuman."
sahut Garra mematikan ponselnya sepihak.
Suara kamar mandi sedikit terdengar, dengan nyanyian dari
maira. Garra menautkan alis matanya
dengan senyuman di sudut bibir. Namun fokus garra tetap ke leptopnya.
Setelah beberapa lama, Maira keluar dai kamar mandi dengan jubah mandi dan handuk yang membungkus
rambut sebahu miliknya.
“Hmp hmmmp hmp.” Gumam Maira keluar dari kamar mandi tak
memperhatikan sekira. Mengambil ponselnya memeriksa pesan
“Seger banget habis mandi.” Ucap Garra yang membuat Maira
kaget mendengarnya.
“Astga.” Maira menatap dengan tak percaya kalau Garra ada di
kamar, dan masih menggunakan handuk yang hanya dililit di pinggang.
Garra berjalan mendekat pada Maira, yang mematung kaku.
“Mau kemana." tanya Garra melingkarkan tangannya di
pinggang Maira dan bersandar di bahu.
“A-ada janji, sama klien” sahut Maira terbata bata.
“Kamu ngambil ponsel bukanya mau foto dengan baju kayak gini
kan.” Protes Garra mengecup di leher Maira.
__ADS_1