Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
tak terlukiskan kan


__ADS_3

Semakin deras dan hangat air yang Garra semburkan ke tubuh Maira.


"Aku minta maaf tuan Garra." tutur kata Maira begitu lembut namun Garra tak bisa mendengar dengan jelas apa yang maira ucapkan.


Sementara Garra yang hanya melihat gerak gerik bibir maira yang berkata ia menyimpulkan sesuatu yang salah.


Wajah Garra semakin terlihat kesal. Merah padam di wajah Garra bisa di artikan dia ingin sekali melenyapkan perempuan di depannya ini.


"Sekali lagi aku melihat dengan mata kepala ku kau bersentuhan dengan laki laki selain aku. Bisa aku pastikan aku akan menjual mu dengan 10 pria sekaligus." melempar kan shower dengan kasar ke sembarang arah lalu meninggalkan Maira yang tengah ketakutan.


Suara pintu menggelegar saat Garra meninggalkan kamar mandi. Hal itu membuat Maira kaget namun hanya membisu yang dapat di lakukan nya.


Membuka jazz nya dengan kasar lalu membuangnya ke sembarang arah. Ia terlihat benar-benar seperti kesetanan.


Gerak gerik bibir Maira yang di lihat Garra saat ia menyirami tubuh Maira kembali terbayang di ingatan Garra.


Alisnya berkerut saat ia menyimpulkan kalau Maira tengah berkata kesal pada perbuatannya.


"Benar benar gadis menyebalkan." ungkap Garra menanggalkan satu persatu pakaian di tubuhnya.

__ADS_1


Rasa kesal Garra masih berlanjut. Ia duduk di tepi ranjang dengan kedua tangan nya menopang dahi. Gara menatap lantai yang berkilau yang memperlihatkan wajahnya.


sekilas terlintas di pikiran nya lagi lagi soalnya Maira yang di sentuh oleh Rama dan Bian. Hal itu membuat Garra memakai jubah mandi putih untuk menutupi tubuh polosnya dan ia melangkah dengan yakin masuk ke dalam kamar mandi.


Breakkkkk .......,


pintu kamar mandi di dobrak kuat hingga menimbulkan suara yang menggelegar.


Maira masih meratapi nasibnya di bawah guyuran air hangat. Ia kaget mendengar suara yang keras itu.


wajah Maira memucat saat di lihatnya sosok Garra yang masuk dengan jubah mandi sementara dirinya masih berada di kamar mandi juga.


Tamat riwayat ku sudah.


"Apa aku begitu menakutkan.? tatapan Garra tajam tanpa berkedip.


Maira menundukkan kepalanya karena ia sedang ketakutan dengan aura Garra yang seolah mengatakan ia akan di makan sekarang.


"Kalau kau belum menjawab ku, akan aku pastikan besok untuk menjahit mulutmu." Tanpa ekspresi sama sekali.

__ADS_1


"Aku tidak takut." berusaha mengeluarkan suara walaupun ia terbata-bata karena kedinginan dan rasa takut.


"Mari mandi bersama." melangkah masuk ke dalam bathtub.


Maira kaget, matanya terbelalak mendengar ucapan Garra. Wajahnya merona seketika dan tanda tanya besar terlukis kan di wajah Maira.


Tentu saja kebingungan ada di benak Maira namun ia tak punya nyali untuk bertanya pada Garra.


Garra membuka baju mandinya dan ia duduk tepat di depan Maira di tengah tengah ************ Maira.


Rasa malu Maira hampir saja meledak di dadanya.


Lelaki macam apa ini? Bagaimana mungkin ia membugil di depan gadis polos seperti ku tuhan.


"Gosok punggung ku." mulai merilekskan badannya.


Kaku jari jari Maira ketika mulai menyentuh punggung lebar yang menggairahkan itu.


Raut wajah Maira sedikit berbeda, ia tak lagi memucat kini wajah memiliki warna Semerah tomat untungnya Garra membelakangi nya jadi sama sekali Garra tak dapat melihat warna itu.

__ADS_1


"Kau tenang saja, aku tidak tertarik dengan gadis di bawah umur. Jalani saja peranmu sampai 2 tahun ke depan." menutup mata dengan serileks mungkin.


__ADS_2