Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
kemarahan Garra part 3


__ADS_3

Dasar brengsek bos


Gorilla, kenapa dia malah mengikutkan ku, siapa juga yang mau berterima kasih .umpat Maira ingin mengamuk. Berbeda dengan Snefia yang begitu terlihat senang


dan mengucapkan terima kasih pada pak Erian


“Ah , asik terimakasih pak Erian, ah Maira akhirnya cita cita


ku terkabul untuk bergabung dengan  grup


raksasa." terharu


"Haha, kalau itu cita cita kamu selamat yah, cuman aku pengen


jadi pemilik perusahaan nya aja." gurau Maira


“Abis ini mau ke suatu tempat.” Tawar pak Erian.


‘Ah kayaknya gak deh pak, aku harus pulang cepat.” Tolakan Maira


halus


“Ah, Maira sekalian juga kita mampir di tempat makan Streo,


katanya makanan di sana enak dan mahal banget.” Bisik Snefia pada Maira


Maira tersenyum kecut mendengar ajak Snefia “ kayak nya lain


kali aja yah.”


“Maira pliss, kamu tahu kan sekali makan di sana gaji


setahun aku bakal abis.” Mohon Snefia


Tak tega melihat Snefia memohon Maira langsung mengiyakan


ajakan pak Erian.


“Mau berangkat sekarang.” Ajak pak Erian


Mereka bertiga pun berjalan ke luar dari tempat acara, di


pintu masuk keluar Maira di halangi oleh beberapa penjaga, mereka menyamakan


foto dan wajah Maira dan ternyata sama, 2 orang penjaga itu menahan Maira.


“Maaf nona, kamu harus ikut dengan kami.” Ucap seorang


penjaga


“Ha ada apa mayira, kamu gak berbuat salah.” Tanya Snefia


“Maaf ada urusan apa yah dengan istri saya.” Sahut Erian yang

__ADS_1


langsung mendapat tatapan aneh dari Maira dan Snefia bersamaan


“Maaf tuan, kami hanya menjalan kan perintah untuk menahan


nona ini.” Ujar penjaga yang saling mengangguk


“Gak bisa, kalau dia di bawa maka saya juga harus ikut.”sahut


Erian


Maira seketika langsung teringat dengan pesan Rama.


“Eh, maf Erian gak papa soal tadi aku udah janji dengan


seseorang.” Bohong Maira


‘Gak bisa Maira, kamu berangkatnya sama aku jadi pulang nya


juga harus sama aku.” Protes Erian


Duh gimana mau jelasnya, punya bos kenapa gini amat tuhan. Keluh


Maira


Para penjaga langsung membawa Maira pergi, tanpa membiarkan


nya berdebat lebih lama dengan Erian. “aku akan baik baik saja.”ucap Maira


Mengikuti kemana langkah para pengawal itu membawa Maira


yaitu ke mobil di halaman belakang.


“Huh, sudah pasti dia yang menyuruh dua idiot ini.” Ujar Maira


paham setelah melihat mobil yang terparkir


“Sesuai dengan perintah bos anda boleh menunggunya di dalam


mobil.” Ujar penjaga mempersilahkan Maira masuk.


Maira menatap kesal berjalan dengan malas duduk di kursi


depan , karena berfikir kalau begini pasti sedikit aman.


Sekitar 20 menit menunggu bahkan matanya sudah rapat


tertutup. Pintu mobil terbuka, lalu tertutup kembali.


Maira sadar saat itu, namun saat akan ingin terlelap ia


seperti segan, tapi kalau membuka mata akan jadi, lebih segan untung saja dirinya


duduk di kursi depan.

__ADS_1


“Hei, apakah bos mu marah.” Ucap Maira perlahan masih


menundukkan pandangan berpura pura tidur.


Menancap gas melaju dengan kecepatan full membuat Maira


langsung memegang hand grid karena takut.


“Hay Rama, apa kau gila.” Tegur Maira menatap Garra yang


terlihat emosi.


Astaga, pantas saja. Mencoba menenangkan dirinya di ujung


nyawa


Garra terus menerus tanpa henti membelok di tikungan tajam


dengan kasar. Bahkan Maira beberapa kali menelan kembali muntah nya karena


mual.


Garra sengaja melakukan hal itu, entah apa dan karena apa,


yang pasti ia ingin membuat membalas perbuatan Maira.


Maira terdiam memegang hand grid dengan mata tertutup.


Kenapa dia selalu membuat aku dalam bahaya? Oh, aku lupa dia


kan mengatakan ingin membuat ku tersiksa, haha naif sekali aku berharap apa sih


memang nya. Gumam Maira merasa sesak di dadanya


Setelah bosan membuat Maira pusing di jalanan Garra membawa


ke Brescout, menyetir dengan  kasar tanpa


peduli pada Maira sama sekali.


Garra memarkirkan mobilnya di garasi dengan begitu brutal. Wajah


Maira memucat, hanya bisa terdiam. Ia kembali mengingat tatapan Garra terhadap


nya di acara penyambutan nya, terlihat seperti dia akan menguliti Maira hidup


hidup


Garra keluar dari mobil dengan membanting pintu


mobil lalu berjalan ke bagasi mobil dan mengambil


guys jangan lupa like dan comen yah vote juga donk salam author

__ADS_1


__ADS_2