Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
tarik ulur perasaan


__ADS_3

"Lalu bagaimana dengan tunangan mu.” Sahut Maira kesal


menarik diri, dan Garra pun beranjak berdiri.


“Kamu mikirin apa sih tentang dia.? Tanya Garra bertolak


pinggang menatap Maira kesal


“Dia ada diantara kita kayak pelakkor gak sih.”ucap  Maira spontan dan malas.


“Kamu bakal kaget kalo ketemu dia, jadi buang jauh jauh


pikiran kotor mu itu tentang Sasha.” Sahut Garra meninggalkan Maira keruang


ganti.


Maira menatap kepergian Garra dari atas tempat tidur dengan


kesal.


“Sasha, Sasha Sasha, penyedap rasa kah.” Ucap Maira dengan


nada mengejek, lalu membanting diri kembali di atas tempat tidur.


Melirik ke ruangan ganti. “ini permainan mu? Oke aku akan


ikut bermain, tapi seperti katamu, dengan cara ku.” Tersenyum, sebelum Maira


kembali menatap langit langit kamar.


Sekitar 20 menit Garra keluar dengan pakaian tidur yang


sepasang dengan Maira. Garra berjalan ke ranjang mematikan beberapa lampu


hingga cahaya menjadi semakin minim. Menarik selimut hingga dadanya. Sesaat


Garra ingin segera terpejam, lalu ia berbaring menatap punggung Maira, awalnya


Garra hanya ingin menghirup aroma shampoo di rambut Maira, namun detik


berikutnya Garra memajukan posisi tidurnya mendekati tubuh Maira, lalu memeluk


dan menyembunyikan wajannya di leher Maira. Cukup lama, hingga di rasa nafasnya


tersengal lalu tidur dengan posisi tetap memeluk Maira, tapi kepala Maira di bawah


leher gakrra. Mereka pun tertidur sambil berpelukan.


Jika kedua orang itu merasakan indahnya malam sambil


berpelukan, maka ada orang orang di sekeliling Maira yang sedang mengeraskan


rahang nya tak terima, salah satunya Erian. Tampak kecewa, terlihat jelas saat

__ADS_1


Erian menatap ponsel, mengamati foto yang di upload Maira beberapa waktu lalu di


akun hijau. Dan Instagram.


“Aku kira kamu jual mahal sama aku, tahu tahu nya kamu suka


sama yang seperti ini.” Ucap Erian  dengan wajah berapi api.


Berbanding terbalik dengan Snefia yang  kaget tak percaya kalau Maira meng-upload foto


tuan Garra tanpa baju.


“Maira kamu ini gila apaan, katanya gak suka tapi ambil foto


dia dari Instagram bos Garra, kamu berani banget.” Isi pesan Snefia. Di ponsel


Maira


Bahkan reina tak kalah kaget saat melihat hal itu.


“Aet dah, berani banget Maira ini, cari masalah udah bosan


hidup tentram kah.” Gumam Reina menatap foto Garra.


Karomia yang baru saja melangsungkan hari bahagia, untuk di


kenang tiba tiba kaget di ranjang yang panas itu ketika dirinya melihat foto


Garra di intasstory Maira.


melanjutkan aksinya dengan Afrian setelah meletakan kembali ponselnya di nakas.”


Menjadi malam penuh cinta untuk mereka.


Pagi menjelang, Maira bertingkah sangat manja, dengan Garra.


Di mana bangun paginya mengecup kedua pipi Garra yang masih terlelap sambil


memeluknya.


“Ucapan mu tadi malam itu menyinggungku, tapi pagi ini aku


memaafkan nya. Good morning my husben.” Ucap Maira menekan nekan dada Garra dengan


jari lentiknya. Beberapa saat menekan, lalu menggambar pola, kemudian jari jadi


Maira menyapu di jagun kekar Garra.


Seperti hal nya Garra semalam yang melakukan sama seperti


Maira, pagi ini Maira terlihat seperti membalasnya.


“Kalo kamu gak ke kantor, aku mau di peluk seharian.” Ucap

__ADS_1


Maira mendongak melihat wajah Garra.


“Emm.” Ucapan Garra saat itu, di mana Maira meletakan


jarinya menyentuh jagun Garra, merasa senang melakukanya Maira kembali bertanya


dengan hanya jawaban *emm.*


“Aku harap kamu gak buru buru ke kantornya.” Meletakan


tangan nya di jagun Garra lagi.


“Emm.” Maira tersenyum saat Garra bersenandung seperti itu.


“Oke oke, kamu hanya harus jawab emm aja yah, gak perlu di


bentukan dalam kata.” Ucap Maira bersiap siap


“Kamu gak suka kan sama aku.” Ucap Maira yang hanya di jawab


"emm" oleh Garra


“Aku juga gak suka sama kamu, tapi suka dengan uang mu.”ucap


Maira terkekeh, jari tangan nya yang naik turun bersama dengan jagun Garra yang


berdengun dengan kata emm.


“Kalau dengan pelayanan aku gimana.” Ucapan ini, Maira tak


sadari dalam bentukan kata, dan ia masih tetap tertawa.


“Ah kalau itu beda cerita, karena aku baru pertama kali jadi


aku rasa itu baik, mana tahu nanti setelah bercerai dengan mu aku menikah


dengan laki laki yang perkasa maka aku akan bandingkan.” Sahut Maira yang


membuat Garra membuka matanya dengan aura kemarahan.


“Benarkah.” Tangan yang mulai meraba perlahan hingga menjadi


ganas di punggung Maira.


“Em.” Sahut maira kaget, perasaan nya mulai tak enak.


Ah, sepertinya aku ada salah bicara. “ Hari ini kamu gak


berangkat ke kantor.” Mencoba mengalihkan perhatian Garra.


“Enggak, aku harus membuat seseorang mengingat bagaimana


adik kecilku berusaha.” Ucap Garra mulai menjelajah liar di tubuh Maira.

__ADS_1


Guys jika suka tinggalin jejak like comen dan vote yah. Itu semua gratis ko, salam author rumahan


__ADS_2