
"Lalu bagaimana dengan tunangan mu.” Sahut Maira kesal
menarik diri, dan Garra pun beranjak berdiri.
“Kamu mikirin apa sih tentang dia.? Tanya Garra bertolak
pinggang menatap Maira kesal
“Dia ada diantara kita kayak pelakkor gak sih.”ucap Maira spontan dan malas.
“Kamu bakal kaget kalo ketemu dia, jadi buang jauh jauh
pikiran kotor mu itu tentang Sasha.” Sahut Garra meninggalkan Maira keruang
ganti.
Maira menatap kepergian Garra dari atas tempat tidur dengan
kesal.
“Sasha, Sasha Sasha, penyedap rasa kah.” Ucap Maira dengan
nada mengejek, lalu membanting diri kembali di atas tempat tidur.
Melirik ke ruangan ganti. “ini permainan mu? Oke aku akan
ikut bermain, tapi seperti katamu, dengan cara ku.” Tersenyum, sebelum Maira
kembali menatap langit langit kamar.
Sekitar 20 menit Garra keluar dengan pakaian tidur yang
sepasang dengan Maira. Garra berjalan ke ranjang mematikan beberapa lampu
hingga cahaya menjadi semakin minim. Menarik selimut hingga dadanya. Sesaat
Garra ingin segera terpejam, lalu ia berbaring menatap punggung Maira, awalnya
Garra hanya ingin menghirup aroma shampoo di rambut Maira, namun detik
berikutnya Garra memajukan posisi tidurnya mendekati tubuh Maira, lalu memeluk
dan menyembunyikan wajannya di leher Maira. Cukup lama, hingga di rasa nafasnya
tersengal lalu tidur dengan posisi tetap memeluk Maira, tapi kepala Maira di bawah
leher gakrra. Mereka pun tertidur sambil berpelukan.
Jika kedua orang itu merasakan indahnya malam sambil
berpelukan, maka ada orang orang di sekeliling Maira yang sedang mengeraskan
rahang nya tak terima, salah satunya Erian. Tampak kecewa, terlihat jelas saat
__ADS_1
Erian menatap ponsel, mengamati foto yang di upload Maira beberapa waktu lalu di
akun hijau. Dan Instagram.
“Aku kira kamu jual mahal sama aku, tahu tahu nya kamu suka
sama yang seperti ini.” Ucap Erian dengan wajah berapi api.
Berbanding terbalik dengan Snefia yang kaget tak percaya kalau Maira meng-upload foto
tuan Garra tanpa baju.
“Maira kamu ini gila apaan, katanya gak suka tapi ambil foto
dia dari Instagram bos Garra, kamu berani banget.” Isi pesan Snefia. Di ponsel
Maira
Bahkan reina tak kalah kaget saat melihat hal itu.
“Aet dah, berani banget Maira ini, cari masalah udah bosan
hidup tentram kah.” Gumam Reina menatap foto Garra.
Karomia yang baru saja melangsungkan hari bahagia, untuk di
kenang tiba tiba kaget di ranjang yang panas itu ketika dirinya melihat foto
Garra di intasstory Maira.
melanjutkan aksinya dengan Afrian setelah meletakan kembali ponselnya di nakas.”
Menjadi malam penuh cinta untuk mereka.
Pagi menjelang, Maira bertingkah sangat manja, dengan Garra.
Di mana bangun paginya mengecup kedua pipi Garra yang masih terlelap sambil
memeluknya.
“Ucapan mu tadi malam itu menyinggungku, tapi pagi ini aku
memaafkan nya. Good morning my husben.” Ucap Maira menekan nekan dada Garra dengan
jari lentiknya. Beberapa saat menekan, lalu menggambar pola, kemudian jari jadi
Maira menyapu di jagun kekar Garra.
Seperti hal nya Garra semalam yang melakukan sama seperti
Maira, pagi ini Maira terlihat seperti membalasnya.
“Kalo kamu gak ke kantor, aku mau di peluk seharian.” Ucap
__ADS_1
Maira mendongak melihat wajah Garra.
“Emm.” Ucapan Garra saat itu, di mana Maira meletakan
jarinya menyentuh jagun Garra, merasa senang melakukanya Maira kembali bertanya
dengan hanya jawaban *emm.*
“Aku harap kamu gak buru buru ke kantornya.” Meletakan
tangan nya di jagun Garra lagi.
“Emm.” Maira tersenyum saat Garra bersenandung seperti itu.
“Oke oke, kamu hanya harus jawab emm aja yah, gak perlu di
bentukan dalam kata.” Ucap Maira bersiap siap
“Kamu gak suka kan sama aku.” Ucap Maira yang hanya di jawab
"emm" oleh Garra
“Aku juga gak suka sama kamu, tapi suka dengan uang mu.”ucap
Maira terkekeh, jari tangan nya yang naik turun bersama dengan jagun Garra yang
berdengun dengan kata emm.
“Kalau dengan pelayanan aku gimana.” Ucapan ini, Maira tak
sadari dalam bentukan kata, dan ia masih tetap tertawa.
“Ah kalau itu beda cerita, karena aku baru pertama kali jadi
aku rasa itu baik, mana tahu nanti setelah bercerai dengan mu aku menikah
dengan laki laki yang perkasa maka aku akan bandingkan.” Sahut Maira yang
membuat Garra membuka matanya dengan aura kemarahan.
“Benarkah.” Tangan yang mulai meraba perlahan hingga menjadi
ganas di punggung Maira.
“Em.” Sahut maira kaget, perasaan nya mulai tak enak.
Ah, sepertinya aku ada salah bicara. “ Hari ini kamu gak
berangkat ke kantor.” Mencoba mengalihkan perhatian Garra.
“Enggak, aku harus membuat seseorang mengingat bagaimana
adik kecilku berusaha.” Ucap Garra mulai menjelajah liar di tubuh Maira.
__ADS_1
Guys jika suka tinggalin jejak like comen dan vote yah. Itu semua gratis ko, salam author rumahan