
“Aku bukan orang yang peka tentang perasaan, tapi,
mengenalmu aku ingin ambil jurusan psikolog.” Sahut Erian tersenyum dan Maira
pun menganggap candaan
“Lalu.” Sahut Maira tak serius
“Yah memutuskan, bagaimana cara menghiburmu.” Melirik kearah Maira sebelum fokus pada jalanan.
Maira merasa tersentuh dengan ucapan Erian.
Perjalan yang memakan waktu itu akhirnya sampai juga, Maira
bergegas membawa baju pengantin.
“Hai, miss karomia.” Ucap Maira memasuki ruangan rias
pengantin.
Langkah Maira sedikit gugup saat memasuki ruangan itu,
terlintas di pikirannya bagaimana waktu
ia menikah dengan Garra, yang hanya berlangsung di kantor. Hanya saksi dan penghulu yang di siapkan.
Untuk beberapa saat mata Maira terlihat berkaca kaca, namun
perubahan sikapnya mulai terbiasa dan semakin ahli memainkan peran nya.
‘Ah, Maira, sini cepat, aku deg deg gan saat memakai nya.”
Gemetar tubuh Karomia saat berucap
“Tiap malam aku selalu, membayangkan, akan seperti apa aku saat
memakinya nanti.” Mengguncang tubuh Maira karena terlalu senang.
‘Kamu akan jadi princess, ini gaun pertama hasil tangan ku,
dan ini excited untuk kamu.” Ujar Maira menyenangkan hati Karomia
Waktu pun semakin berjalan, malam yang di tunggu tunggu tiba,
di mana semua orang telah bersiap untuk acar sakral malam ini.
Maira datang bersama
Snefia dan juga pak Erian. Mereka termaksud tamu penting juga di acara
__ADS_1
pernikahan aktris ternama dan seorang pengusaha.
Maira menggunakan jas berwarna biru menyala yang
memperlihatkan lekukan tubuhnya, dan Snefia memakai gaun setengah
lutut,sementara pak Erian memakai jas abu abu yang rapi.
Karomia napak sangat cantik saat mengunakan gaun hasil
rancangan Maira, bahkan di insta stori nya ia menandai Maira, sehingga banyak
teman sesame artis follow Maira. Dengan bantuan sosial media, kini
namanya melejit, di kalangan tertentu.
Sebenarnya sedikit risih kalau harus terkenal, namun itu
adalah jalan Maira, untuk menjadi sedikit sukses.
Acara berjalan dengan sangat meriah, sampai tamu spesial
datang bersama dengan beberapa orang.
Garra di ikuti Rama berjalan duduk di tempat khusus yang di
sediakan berdekatan dengan kursi Maira.
lihatnya. Sementara pak Erian tersenyum untuk menyambut. Terlalu nampak jika di singgung secara kasar , yah sebagai penjilat.
Kenapa bisa laki laki ini datang. Mengingat sejenak.
Bresengsek, arfan bahdim ini kan pengusaha kelas atas sudah
pasti mereka saling mengenal. Pikir Maira mencoba menenangkan diri.
Garra melirik sekilas Maira, tatapan nya seolah tak
peduli. Rama pun kaget melihat Maira
yang duduk di samping Snefia, hampir tak percaya rasanya melihat Maira sangat
cantik dengan gaun birunya yang berlengan minim.
Gara duduk tanpa sedikit pun menyapa Erian atau Maira. Ia
terlihat lebih dingin dan tentunya semakin tampan.
Maira beberapa kali meremas dadanya, tatapan nya mengarah
__ADS_1
kepada kedua pasangan yang tengah duduk di pelaminan dengan indah.
Kemudian Marisa menyusul duduk di samping Garra, warna gaun
mereka hampir sama. Maira melirik tanpa berkedip sedikit pun.
“Wah pasangan tuan Garra cantik sekali.” Sahut Snefia
menatap kagum.
“Ia, sangat cantik dan juga terkenal.” Sahut Maira tersenyum
mengalihkan pandangan nya
“Benar, tapi bukan kah kau juga sudah terkenal sekarang,
bagaimana rasanya jadi orang terkenal.” Sahut Snefia penasaran.
“Heh apa, aku.” Menatap Snefia heran.
Tak lagi memperdulikan ucapan Snefia, Maira kembali fokus pada
dua pasangan itu hingga acara berakhir.
Setelah acara selesai, Karomia mengajak Maira berfoto
selfie-nya.
“Aku sangat puas dengan gaun ini.” Memeluk Maira
“Ayok kita berfoto selfie, aku ingin masang fotomu di insta
stori ku.” Shut Karomia bersiap siap.
Klik pertama mereka berdua lalu, pak Erian melihat itu dan
ikut gabung untuk berfoto, sangat jelas wajah Erian dan Maira berdekatan saat
di foto. Yang membuat Karomia mengatakan dengan jelas pendapatnya
“Wah kalian kelihatan sangat cocok.” Ucap Karomia yang
memperlihat kan foto pada keduanya.
Mendengar itu Maira tersenyum, tak menanggapinya. Sementara
Erian memberikan tatapan aneh pada Maira. Erian terlihat ingin mengatakan
sesuatu pada Maira, namun seseorang langsung memanggil Maira.
__ADS_1
“Nona, tuan ingin anda pulang bersama nya.” Ucap Rama yang
di tolak Maira dengan tidak menanggapi.