Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
pertemuan tak terencana


__ADS_3

“Aku bukan orang yang peka tentang perasaan, tapi,


mengenalmu aku ingin ambil jurusan psikolog.” Sahut Erian tersenyum dan Maira


pun menganggap candaan


“Lalu.” Sahut Maira tak serius


“Yah memutuskan, bagaimana cara menghiburmu.” Melirik kearah Maira sebelum fokus pada jalanan.


Maira merasa tersentuh dengan ucapan Erian.


Perjalan yang memakan waktu itu akhirnya sampai juga, Maira


bergegas membawa  baju pengantin.


“Hai, miss karomia.” Ucap Maira memasuki ruangan rias


pengantin.


Langkah Maira sedikit gugup saat memasuki ruangan itu,


terlintas di pikirannya  bagaimana waktu


ia menikah dengan Garra, yang hanya berlangsung di kantor. Hanya saksi dan penghulu yang di siapkan.


Untuk beberapa saat mata Maira terlihat berkaca kaca, namun


perubahan sikapnya mulai terbiasa dan semakin ahli memainkan peran nya.


‘Ah, Maira, sini cepat, aku deg deg gan saat memakai nya.”


Gemetar tubuh Karomia saat berucap


“Tiap malam aku selalu, membayangkan, akan seperti apa aku saat


memakinya nanti.” Mengguncang tubuh Maira karena terlalu senang.


‘Kamu akan jadi princess, ini gaun pertama hasil tangan ku,


dan ini excited untuk kamu.” Ujar Maira menyenangkan hati Karomia


Waktu pun semakin berjalan, malam yang di tunggu tunggu tiba,


di mana semua orang telah bersiap untuk acar sakral malam ini.


Maira  datang bersama


Snefia dan juga pak Erian. Mereka termaksud tamu penting juga di acara

__ADS_1


pernikahan aktris ternama dan seorang pengusaha.


Maira menggunakan jas berwarna biru menyala yang


memperlihatkan lekukan tubuhnya, dan Snefia memakai gaun setengah


lutut,sementara pak Erian memakai jas abu abu yang rapi.


Karomia napak sangat cantik saat mengunakan gaun hasil


rancangan Maira, bahkan di insta stori nya ia menandai Maira, sehingga banyak


teman sesame artis follow Maira. Dengan bantuan sosial media, kini


namanya melejit, di kalangan tertentu.


Sebenarnya sedikit risih kalau harus terkenal, namun itu


adalah jalan Maira, untuk menjadi sedikit sukses.


Acara berjalan dengan sangat meriah, sampai tamu spesial


datang  bersama dengan beberapa orang.


Garra di ikuti Rama berjalan duduk di tempat khusus yang di


sediakan berdekatan dengan kursi Maira.


lihatnya. Sementara pak Erian tersenyum untuk menyambut. Terlalu nampak jika di singgung secara kasar , yah sebagai penjilat.


Kenapa bisa laki laki ini datang. Mengingat sejenak.


Bresengsek, arfan bahdim ini kan pengusaha kelas atas sudah


pasti mereka saling mengenal. Pikir Maira mencoba menenangkan diri.


Garra melirik sekilas Maira, tatapan nya seolah tak


peduli.  Rama pun kaget melihat Maira


yang duduk di samping Snefia, hampir tak percaya rasanya melihat Maira sangat


cantik dengan gaun birunya yang berlengan minim.


Gara duduk tanpa sedikit pun menyapa Erian atau Maira. Ia


terlihat lebih dingin dan tentunya semakin tampan.


Maira beberapa kali meremas dadanya, tatapan nya mengarah

__ADS_1


kepada kedua pasangan yang tengah duduk di pelaminan dengan indah.


Kemudian Marisa menyusul duduk di samping Garra, warna gaun


mereka hampir sama. Maira melirik tanpa berkedip sedikit pun.


“Wah pasangan tuan Garra cantik sekali.” Sahut Snefia


menatap kagum.


“Ia, sangat cantik dan juga terkenal.” Sahut Maira tersenyum


mengalihkan pandangan nya


“Benar, tapi bukan kah kau juga sudah terkenal sekarang,


bagaimana rasanya jadi orang terkenal.” Sahut Snefia penasaran.


“Heh apa, aku.” Menatap Snefia heran.


Tak lagi memperdulikan ucapan Snefia, Maira kembali fokus pada


dua pasangan itu hingga acara berakhir.


Setelah acara selesai, Karomia mengajak Maira berfoto


selfie-nya.


“Aku sangat puas dengan gaun ini.” Memeluk Maira


“Ayok kita berfoto selfie, aku ingin masang fotomu di insta


stori ku.” Shut Karomia bersiap siap.


Klik pertama mereka berdua lalu, pak Erian melihat itu dan


ikut gabung untuk berfoto, sangat jelas wajah Erian dan Maira berdekatan saat


di foto. Yang membuat Karomia mengatakan dengan jelas pendapatnya


“Wah kalian kelihatan sangat cocok.” Ucap Karomia yang


memperlihat kan foto pada keduanya.


Mendengar itu Maira tersenyum, tak menanggapinya. Sementara


Erian memberikan tatapan aneh pada Maira. Erian terlihat ingin mengatakan


sesuatu pada Maira, namun seseorang langsung memanggil Maira.

__ADS_1


“Nona, tuan ingin anda pulang bersama nya.” Ucap Rama yang


di tolak Maira dengan tidak menanggapi.


__ADS_2