
“Lagian aku bakal cerai, dalam waktu dekat ini.” Ucap Garra meneguk
minuman di nakas dekat Ali duduk.
Ucapan yang membuat sesak Maira mendengarnya di balik
selimut, sementara Ali tak kalah kaget.
Yah ucapan Garra bisa di katakan seperti bom atom yang
langsung menghatam bagian inti, bahkan sampai habis. Ali menatap tak percaya
dengan yang di dengarnya barusan.
“Karena Sasha.” Ujar Ali menebak.
Garra mengganguk, menatap kearah maira yang terbaring. garra
pikir maira masih terlelap mengingat
permainan mereka tadi malam, jadi dengan acuh garra bicara pada ali. Pasti
capek
“Seharusnya hari ini, aku menjempunya, tapi malah masuk
rumah sakit. Aku harus menjelaskan padanya.” Ujar Garra kembali menegguk
minuman.
Air mata Maira kembali menetes di balik selimut, sudah jatuh
cintakah? Sampai Maira harus menahan sesak dengan air mata yang mengalir di
wajah cantik nya.
“Terus bagaimana dengannya.” Tanya Ali melirik Maira.
“Aku akan putus hubungan dengannya, lagian dia menginginkan
kebebasan. Aku gak bisa memaksanya untuk cinta. Udah terserah dia aja.” Sahut Garra
menyapu lembut keleng minuman, sebelum meremasnya dengan kuat.
Tak lama dering ponsel Garra berbunyi, di mana nama Rama
tertera.
“Bos semua sudah siap, hari ini akusisi media EMS.” Jelas Rama
di balik ponsel.
__ADS_1
“Aku sampai 10 menit, kumpulkan semuanya.” Jelas Garra
bersiap.
“Udah mau berangkat, heh badanmu jangan terlalu di paksa
juga.” Perhatian Ali melihat Garra yang akan berangkat.
“Seperti tebakanmu, aku udah di service Maira, sakit kayak
gini gak mempan.” Sahut Garra beranjak keluar dari kamar rumah sakit.
“Oh ia, gaun Maira jangan lupa suruh dia pakai kalau udah
bangun, biar Nadia yang jemput.” Ucap Garra sebelum meninggalkan Ali dan Maira.
Ali menatap kepergian Garra dengan penuh tanda tanya.
“Kamu bakal ceraiin dia, trus ngapain di publis hubungan
kalian, aku gak paham dengan pola pikir bosku itu.” Gumam Ali beranjak keluar
dari kamar.
Maira yang mendengar itu semua, lagi lagi terisak dalam
diam. Rasanya dia mau menghilang saja. Percintaanya dengan Garra semalam,
membuat Maira menatap kembali tubuhnya yang penuh dengan bekas bekas sisa
Bangun kemudian menyibakkan selimut, dan terpampang jelas
begitu banyak tanda yang hampir berada di sekujur tubuhnya.
“Ka kamu gak perlu cape cape bawa kabur, aku sudah akan
bebas sebentar lagi.” Gumam Maira beranjak
Menggunakan gaun yang mewah maira terlihat sangat elegan dengan tubuhnya yang
tinggi dengan kulit putih langsa, rambutnya terikat satu dengan sedikit jambul
hingga terkesal manis.
Gaun yan garra siapkan sangat pas di tubuh maira.gaun itu mengikuti pola tubuh maira namun tak
ketat. Terlihat seperti wanita berkelas.
“Akhirnya hari ini tiba juga, genap 3 bula menikah aku akan
menjadi janda.” Gumam Maira menatap dirinya dari pantulan cermin.
__ADS_1
Sementara di kantor, Garra dengan beberapa bawahannya sudah
bersiap di ruangan rapat untuk mengakusisi media EMS. Tapi siapa sangka yang
datang sebagai direktur bukannya Johan kolega dari pama Marcel melainkan Willyana
beby.
Tampil bak putri mahkota, wiliana datang dengan beberapa
orang pengusa yang cukup berpengaruh.
Semenatara Garra dan Rama terlihat kaget dengan kehadiran Williana
yang menurut mereka tak lazim, bagaimana mungkin?
Hak akusisi semakin berat sebelah, di mana sebagian para
kolega terlihat ragu ragu di karenakan jumblah yang di berikan dari media ems
sangat besar 2 kali lipat dari komisi yang di berikan garra.
Sebagian para kolega, sudah berpihak pada media EMS, hal itu
membuat Garra naik pitam namun dia masih bisa mengendalikan diri untuk tidak
berontak melihat para penjilat itu.
“Tidak menyangka seorang ponakan akan melawan pamannya sendiri.” Sambut Garra
dengan ucapan selamat datang.
“Habisnya pamanku ini, senang sekali membuat seseorang
berada di ambang kematian.” Ucap Willyana baby, mengingat perbuata Garra pada Bian
suaminya itu.
“Oh, jadi mau bersaing.” Paham arah ucapan Elly.
“Aku bakal bertindak yang lebih parah, bahkan menghilangkan
nyawa nya sekaligus seperti tak pernah ada di dunia ini, kalau dia berani
menggangu bonekaku.” Jelas Garra balik dengan ucapan yang lebih kejam
Ellyana terlihat tak nyaman dengan ucapan barusan, mengingat
Garra adalah orang yang tak main main.
“Jangan terlalu kejam, aku punya penawaran yang lebih
__ADS_1
menarik dengan begitu media EMS akan berada di bawah naungan mu ketimbang meleyapkan
nya menjadi abu.” Jelas Ellyana tersenyum.