Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
kejutan dari willyanan


__ADS_3

“Lagian aku bakal cerai, dalam waktu dekat ini.” Ucap Garra meneguk


minuman di nakas dekat Ali duduk.


Ucapan yang membuat sesak Maira mendengarnya di balik


selimut, sementara Ali tak kalah kaget.


Yah ucapan Garra bisa di katakan seperti bom atom yang


langsung menghatam bagian inti, bahkan sampai habis. Ali menatap tak percaya


dengan yang di dengarnya barusan.


“Karena Sasha.” Ujar Ali menebak.


Garra mengganguk, menatap kearah maira yang terbaring. garra


pikir maira masih terlelap  mengingat


permainan mereka tadi malam, jadi dengan acuh garra bicara pada ali. Pasti


capek


“Seharusnya hari ini, aku menjempunya, tapi malah masuk


rumah sakit. Aku harus menjelaskan padanya.” Ujar Garra kembali menegguk


minuman.


Air mata Maira kembali menetes di balik selimut, sudah jatuh


cintakah? Sampai Maira harus menahan sesak dengan air mata yang mengalir di


wajah cantik nya.


“Terus bagaimana dengannya.” Tanya Ali melirik Maira.


“Aku akan putus hubungan dengannya, lagian dia menginginkan


kebebasan. Aku gak bisa memaksanya untuk cinta. Udah terserah dia aja.” Sahut Garra


menyapu lembut keleng minuman, sebelum meremasnya dengan kuat.


Tak lama dering ponsel Garra berbunyi, di mana nama Rama


tertera.


“Bos semua sudah siap, hari ini akusisi media EMS.” Jelas Rama


di balik ponsel.

__ADS_1


“Aku sampai 10 menit, kumpulkan semuanya.” Jelas Garra


bersiap.


“Udah mau berangkat, heh badanmu jangan terlalu di paksa


juga.” Perhatian Ali melihat Garra yang akan berangkat.


“Seperti tebakanmu, aku udah di service Maira, sakit kayak


gini gak mempan.” Sahut Garra beranjak keluar dari kamar rumah sakit.


“Oh ia, gaun Maira jangan lupa suruh dia pakai kalau udah


bangun, biar Nadia yang jemput.” Ucap Garra sebelum meninggalkan Ali dan Maira.


Ali menatap kepergian Garra dengan penuh tanda tanya.


“Kamu bakal ceraiin dia, trus ngapain di publis hubungan


kalian, aku gak paham dengan pola pikir bosku itu.” Gumam Ali beranjak keluar


dari kamar.


Maira yang mendengar itu semua, lagi lagi terisak dalam


diam. Rasanya dia mau menghilang saja. Percintaanya dengan Garra semalam,


membuat Maira menatap kembali tubuhnya yang penuh dengan bekas bekas sisa


Bangun kemudian menyibakkan selimut, dan terpampang jelas


begitu banyak tanda yang hampir berada di sekujur tubuhnya.


“Ka kamu gak perlu cape cape bawa kabur, aku sudah akan


bebas sebentar lagi.” Gumam Maira beranjak


Menggunakan gaun yang mewah maira  terlihat sangat elegan dengan tubuhnya yang


tinggi dengan kulit putih langsa, rambutnya terikat satu dengan sedikit jambul


hingga terkesal manis.


Gaun yan garra siapkan  sangat pas di tubuh maira.gaun itu mengikuti pola tubuh maira namun tak


ketat. Terlihat seperti wanita berkelas.


“Akhirnya hari ini tiba juga, genap 3 bula menikah aku akan


menjadi janda.” Gumam Maira menatap dirinya dari pantulan cermin.

__ADS_1


Sementara di kantor, Garra dengan beberapa bawahannya sudah


bersiap di ruangan rapat untuk mengakusisi media EMS. Tapi siapa sangka yang


datang sebagai direktur bukannya Johan kolega dari pama Marcel melainkan Willyana


beby.


Tampil bak putri mahkota, wiliana datang dengan beberapa


orang pengusa yang cukup berpengaruh.


Semenatara Garra dan Rama terlihat kaget dengan kehadiran Williana


yang menurut mereka tak lazim, bagaimana mungkin?


Hak akusisi semakin berat sebelah, di mana sebagian para


kolega terlihat ragu ragu di karenakan jumblah yang di berikan dari media ems


sangat besar 2 kali lipat dari komisi yang di berikan garra.


Sebagian para kolega, sudah berpihak pada media EMS, hal itu


membuat Garra naik pitam namun dia masih bisa mengendalikan diri untuk tidak


berontak melihat para penjilat itu.


“Tidak menyangka seorang ponakan akan  melawan pamannya sendiri.” Sambut Garra


dengan ucapan selamat datang.


“Habisnya pamanku ini, senang sekali membuat seseorang


berada di ambang kematian.” Ucap Willyana baby, mengingat perbuata Garra pada Bian


suaminya itu.


“Oh, jadi mau bersaing.” Paham arah ucapan Elly.


“Aku bakal bertindak yang lebih parah, bahkan menghilangkan


nyawa nya sekaligus seperti tak pernah ada di dunia ini, kalau dia berani


menggangu bonekaku.” Jelas Garra balik dengan ucapan yang lebih kejam


Ellyana terlihat tak nyaman dengan ucapan barusan, mengingat


Garra adalah orang yang tak main main.


“Jangan terlalu kejam, aku punya penawaran yang lebih

__ADS_1


menarik dengan begitu media EMS akan berada di bawah naungan mu ketimbang meleyapkan


nya menjadi abu.” Jelas Ellyana tersenyum.


__ADS_2