Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Rumah sakit


__ADS_3

Di ranjang  king size


yang muat untuk pasangan, terlihat Maira memeluk Garra yang tengah terbaring


“Dari luar jam segini aku gak abis  cari pacarkan.” Ucapan yang membuat Maira


menenggelamkan wajahnya di punggung Garra.


“Niat nya gitu, kalo kamu gak bangun bangun.” Saut Maira  semakin mengeratkan pelukanya di tubuh Garra


“Maira, kenapa kamu gak bunuh aku saja.” Protes Garra kesal.


“Abis bunuh kamu  aku


bakal langsung di penjara, mana sempat nikmati uangmu.” Sahut Maira  mulai menekan nekan dada Garra.


“Abis dari mana, jam 3 subuh baru dating, aku khawatir.” Cerca


Garra tak sabar.


“Aku tadi nebus obat di apotik, tapi bertemu dengan teman


lama, jadi bincang sedikit deh, eh tahu nya keterusan ampe subuh, baru ingat kalau


udah punya suami.” Sahut Maira mulai  mencium leher Garra.


“Aku mau olahraga.” Ucap Garra mulai menerobos gunung di


balik baju.


Dia ini ngapain sih, lupa yah ini rumah sakit. Gumam Maira


kesal.


“Eh, harusnya ku gak bawa kamu ke rumah sakit tadi. Jadinya gerakan


kamu gak bebas.” Ledek Maira dengan senang, karena tak bisa melakukan itu di


rumah sakit.


“Kamu kira aku gak bisa.” Jelas Garra mulai mulai menerobos


bagian bawah.


Salah besar Maira jika berfikir kalau mereka akan terhalangi


oleh tempat. Bahkan karena brutalnya Garra mereka berdua jadi lebih liar, dengan


berbagai macam gerakan terjadi di setiap tempat.

__ADS_1


“Kali ini usaha kamu yang harus lebih besar, karena aku gak


mau lepas infusnya.”  Ucap Garra penuh


tekanan.


“Aku cape, pinggangku serasa mau patah.” Sahut Maira dengan


kesal.


“Siapa suruh kamu mincing. Tanggung jawab.” Paksa Garra


tersenyum memperhatiakan Maira yang beraktifitas di atasnya.


“Lagian, udah banyak gaya aneh yang kamu mau, semua badanku


serasa mau remuk.” Ucap Maira jatuh di atas tubuh Garra.


“Aku lebih suka yang tadi, saat di sofa benar benar klimaks


sempurna.” Bisik Garra mengigit telinga Maira.


“Yaudah, sini aku yang main.” Sahut Garra melepas selang


infus di tangan nya.


“Eh, jangan di lepas kamu kan sakit.” Larang Maira mulai


Hentakan demi hentakan Garra berikn pada Maira, siapa bilang


orang sakit tak memiliki nafsu, buktinya malah semakin brutal, begitu pikir


Maira pada Garra.


Bermain bergantian, hingga Garra mengakhirinya memberikan


kenikmatan yang hangat di bawah sana.


Sekarang malah Maira, yang terbaring nyenyak di ranjang


rumah sakit. Garra telah selesai membersihkan diri. Lalu menghampiri makanan


yang di sediakan Ali tentunya.


Sejak masuk Ali duduk di sofa menunggu sang bos keluar dari


kamar mandi.


“Jangan terlalu menatap nya, lebih dari tiga detik matamu

__ADS_1


bisa hilang.” Sindir Garra menatap tajam pada Ali.


“Heh, dasar monster, bagaimana bisa kau melakukanya di kamar


rumah sakitku.”protes Ali kesal.


“Instingmu tajam sekali.”ujar Garra mulai menyantap


hidangan.


“Tubuh sexinya terpampang indah, bagaimana mungkin aku


melewatkanya.” Ucap Ali menatap punggung Maira yang tak tertutup selimut.


Garra yang saar itu berada di dekat ranjang, langsung


menutup nya dengan teramat kesal.


“Sepertinya Jodi lagi senggang, aku akan memintanya


menemuimu.” Sahut Garra dengan wajah teramat kesal.


Wajah Ali terlihat tertekan, mendengar nama Jodi seorang


sikopat yang di bayar Garra untuk menguliti orang hidup.


“Heh, aku hanya bercanda yang aku lihat hanya ujung


selimut.” Jelas Ali dengan nyali ciut.


Garra terlihat sangat ingin menguliti Ali, jika tak


menjelaskan lebih detail tadi. Mengucapkan saranya dengan teramat kesal.


Sementara Maira, menyibakkan selimutnya hampir memperlihatkan


punggung bagian dalam. Dan Garra dengan cekatan menutupinya dengan erat.


“Disini gak cuman kita berdua.” Ucap Garra menahan emosi


Maira yang setengah sadar, langsung on 100% setelah


mendengar ucapan Garra. Ingin niat menggoda Garra tapi langsung membuat Maira


tak bergerak sedikitpun.


“kamu ini, udah cinta banget yah sama Maira.” Tanya Ali memastikan


tindakan Garra barusan.

__ADS_1


“Jangan bahas masalah itu di sini.” Protes Garra yang


langsung  mendekat pada luis.


__ADS_2