
Tak …
“Tembak tepat di jantung, maka kaki tangan nya tak akan bisa
berguna.” Sahut Omar paham.
Di hotel tempat Garra menginap, ia memikirkan ucapan solusi
Nevan. “ Ah, itu ada benar nya, tapi, pion paman itu yang masih misteri.” Bergumam
menatap keluar jendela sambil memegang gelas minuman.
Garra meletakan gelas
di meja, meraih ponselnya. Di layar benda pipih itu menampilkan percakapan
nya dengan Maira.
“Aku bukan masalah soal uang nya, tapi untuk apa Maira meminta
sebanyak itu.” Ucap Garra tak habis pikir.
Karena Cepek berdebat dengan diri sendiri membuat Garra
lelah, mulai tidur karena malam sudah sangat larut.
Di tempat lain, seorang pria dengan rambut yang sedikit
memutih terlihat sedang menghisap sebatang rokok di depan para beberapa orang
yang berpakaian jaz rapi. Ia adalah marcel wiliam paman dari Garra.
Paman Marcel sedang melakukan rapat secara rahasia pada
pimpinan perusahan untuk meminta saham dari masing masing pemilik perusahan.
“mengahadapi Garra yang saat ini adalah pemilik sah dan nomor
satu di perusahaan, jajaran tinggi bukan kah itu lawan yang sangat kuat.” Ujar
salah satu pimpinan perusahaan Degymor.
“Aku punya rencana untuk menyingkirkan, lawan yang kuat.
Kesiapan ku sangat matang dan sudah pasti menang.” Jawaban terdengar serakah
itu keluar dari mulut Marcel.
“Lalu apa jaminan untuk, kami jika melakukan tanam sahan di
perusahaan mu.” Bertanya dengan cemas.
“Satu lantai untuk masing masing kalian di William grop.”
Menyeringai dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Janji yang di ucapkan Marcel begitu menggiurkan di telinga
para pengusaha yang haus jabatan dan serakah terhadap uang. Mereka pun terbuai
dengan janji itu, padahal masih belum pasti juga bisa mengalahkan Garra. Namun,
di lihat dari ucapan Marcel tidak menutup kemungkinan sudah menyiapkan pion dan
strategi untuk menghadapi Garra untuk menguasai William group.
Usia mengadakan rapat, di mana semua orang yang hadir setuju
menaruh saham pada Marcel. Setidaknya semua yang hadir sudah jadi temeng untuk
mendapatkan kesempatan sebesar 23% untuk menguasai saham wiliam group
Marcel yang berjalan keluar dari gedung seni.yah, agar tak
mencolok maka gedung pertemuan harus tak bisa di tebak. Terlihat paman Marcel
sedang menghubungi orang. “Lebo,
jalankan poin A, yang kemarin berjalan lancar walaupun aku tahu ini akan
ketahuan tak ku sangka akan secepat ini” berjalan ke mobil sambil menyapa orang
orang yang menatapnya hanya dengan gerakan tangan.
Tanpa sadar seorang menabrak paman Marcel yang saat itu
foto jalanan.
“Ah, maafkan saya .” merasa bersalah membungkukkan diri.
“Tidak apa apa, ini bukan masalah besar.” Ujar paman marcel
masuk ke dalam mobil.
Persiapan demi persiapan di lakukan oleh Garra, antusiasnya dalam melakukan pemeriksaan di kota z adalah
hal mutlak untuk menghancurkan tambang minyak illegal itu.
Kecurigaan Rama tentang, persoalan tambak minyak ternyata
benar, itu adalah ulah paman nya yang melakukan pengeboran untuk mengalihkan
perhatian Garra dari hari penentuan pemilik grup wiliam yang akan di lakukan
sebentar lagi.
Bian hanya salah satu poin, paman marcel untuk mengecoh Garra.
Dan penyerangan yang ia lakukan untuk menghasut para petinggi di kota flescout
agar berpindah saham padanya.
__ADS_1
Hari ini, tepat seminggu Garra di kota z, dan ia bukan orang
yang cukup sabar untuk mengatasi orang orang serakah. Tahu situasi sedang
panas, membuat Garra kesal apalagi Rama baru mengatakan kalau semua adalah ulah
paman Marcel. Dengan emosi Garra bertindak tanpa memberi tahukan Rama apa yang
harus di lakukan selajutnya.
Garra sudah tak ingin berlama lama lagi kota z , kalau hanya
urusan tambang minyak sudah bisa ia hilangkan dalam sehari namun ada banyak
urusan yang harus Garra selesaikan selama di kota z. yang di pikir nya urusan
tambang minyak tadinya sudah selesai dengan permasalahan Bian ternyata tidak,
itu hanya sebagian kecil kejutan dari paman. Yang paling membuat Garra kesal
adalah tambang minyak miliknya di alihkan jadi illegal. Hal benar benar membuat
geram.
Tak habis pikir dengan kelakuan binasa paman Marcel akhirnya
Garra melakukan sidang atas tuduhan palsu dan itu dari perusahan yang tidak
tercatat atau sama sekali perusahaan itu tak ada, di luar dugaan Garra pun
menuntut balik paman Marcel dengan beberapa bukti yang ia selidiki atas orang
suruhan nya tanpa pengetahuan Rama.
“Kalau bukan karena Elly ingin rasanya aku hilangkan saja
nyawa nya yang tidak berguna itu.” Ucap Garra geram.
Memegang beberapa kertas yang ia dapat dari orang suruhan nya
membuat ia mengepal kan tinju.
Tok tok tok
Pintu terbuka, Rama berjalan masuk menghampiri Garra.” Semua
sudah di siapkan, kita berangkat sekarang, pesawatnya akan tiba di bandara 30
menit lagi.” Jelas Rama.
“Bagaimana keadaan di sana.” Tanya Garra bersiap.
“Nona, melakukan aktifitasnya seperti biasa. Jam nya selalu
tepat sampai di rumah.” Jelas Rama yang mendapat tatapan tajam.
__ADS_1
“Keadaan di flescout.” Ucap malas Garra.