Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Keputusan yang tepat?


__ADS_3

“Apa kau menganggapku barang.” Maira berteriak dengan kesal.


Seperti dejavu di mana Maira berlari keluar dari Gedung


dengan hati yang Kembali terkoyak.


Ada apa ini sebenarnya?


Bersamaan dengan perginya Maira, Nadia mengikuti perginya


istri dari sang bos.


Keteganganya di mulai dalam Gedung yang tadinya di jadikan


tempat mengucap janji sacral kini berubah,menjadi sedikit menegangkan.


Omar berdiri dari duduknya dengan sedikit kesal. Membuang


punting rokoknya ke sembarang arah.


“Rupanya kau sudah bosan bernafas. Maaf sudah meremehkanmu”


Kata Omar. Tak ada kata takut melihat banyak senjata yang mengarah padanya.


“Serang mereka.” Kata Bian dengan tatapan tajam. Seketika


banyaknya penjaga mulai menyerang satu sama lain. Sementara Omar mematahkan


tangan pengawal Bian yang mulai menyodongnya dengan senjata.


Dorrr.


Melepas keluar dengan suara menggelegar, peluruh hampir


mengenai kaki Bian yang tengah berjalan.


“Oh tidak kena rupanya.” Ucap Omar meledek.


Bian berhenti lalu berbalik pelan dengan tatapan murka.


“Jangan uji batas kesabaraan ku.” Kata Bian penuh emosi


dengan wajah memucat pasi.


“Mayat hidup,seharusnya berbaring di tutupi kain putih.”


Kata Omar. “Aa ini jenis zombie. Sebaiknya di bakar saja.” Kata Omar dengan


setengah wajah kaget yang di buat  buat.


“Apa kau pikir aku takut dengan ancaman mu.” Ledek Bian.


Terbawa emosi.


Ucapn Bian berhasil membuat Omar menatap sarkas. Seketika

__ADS_1


berjalan mendekati Bian,bahkan beberapa tembakan menghantap para pengawal yang


mencoba menghentikanya.


Omar menarik kerah baju Bian lalu mendorongnya sampai


punggung itu menghantam kerasnya dinding.


“Katakan di mana Ellyana.” Tatapan mata yang penuh dendam.


Wajah yang memucat milik Bian seketika tertawa tak karuan.


Haha


“Gadis bodoh,penjual informasi. Hahaha.” Ucap Bian,Yang


kemudian menataap Gaara dari balik kepala Omar.


 Akhhh. Pekik Bian


Ketika Omar semakin mengeratkan tanganya.


“Aku bukan orang yang sabaran.” Ucap Omar semakin


mengeratkan tanganya di leher Bian.


“Siapa yang membantumu.” Kata Omar menatap kedalam bola


mata  Bian.


“Aku tidak paham dengan apa yang kau bicarakan.” Kata Bian


melempar halus bola matanya pada Nevan.


“Ahh, kau yakin tidak paham dengan yang aku ucapkan.” Kata Omar


meledek. “Lalu bagaimaa dengan Wanita tua yang berada di apartemen mewah dengan


kondisi hanya dengan satu ginjal.” Omar terlihat serius dalam mengetakannya


lalu tawa menakutkan selanjutnya.


“Brengsek kau Gaara,jangan mengusik ibuku.” Teriak Bian yang


mencoba lepas dari gengaman Omar.


Gaara menatap Nevan dengan tanda tanya. Nevan mengengguk


membenarkan tatapan Gaara.


Tanpa sepengetahuanya kalau mereka Menyusun rencana.


Ide bagus Omar.!


“Jadi bagaiamana apa kau mau merasakan kiamat lebih dulu.”

__ADS_1


Kata Gaara merapikan kemejanya.


Hikss


Hiks


Hiks


Bian berlutut di hadapan Gaara. Baginya ibu adalah segalanya


setelah Maira.


“Jangan sakiti mereka.” Ucap Bian penuh permohonan.


“Its sooo simple. You know.” Ucap Garra bicara di telinga Bian.


“Jauhi Maira,dan keluargaku. Dengan begitu dunia mu akan aman.


Aku janji.” Kata Gaara beriringan dengan anggukan menatap masuk ke bola mata Bian.


Senyuman Gaara terkesan meledek.


“Tak ada syarat yang simple. Katakan siapa penghianat itu.”


lanjut Omar bicara.


“Aku harap kalian bisa menjamin keselamatan ku.” Kata Bian


dengan taatapan tajam.


“Tuan Ibrahim. Dia mengingkan Wanita seperti Maira.” kata Bian


“Shit.” Umpat Omar.


Sudut bibir Bian tersenyum melihat ke tiga tuan muda itu


terlihat kesal.


Sampai Omar berdiri lalu menghantam kepala Bian dengan ujung


pistol. Mantan suami Ellyana itu tergeletak hingga merasakan dinginya lantai


marmer mewah.


“Apa yang kau rencanakan.” Omar bicara setelah dirinya


menarik Kembali kerah baju Bian.


“Mari kita mati Bersama.” Kata Bian.


Beberapa detik sebelum si jago menelan mereka ke


dalam kobaran api yang besar karena Gedung yang baru saja mereka pijak seketika


meledak

__ADS_1


plot twits :Guys jangan lupa lahan parkirnya yah,like nya itu perlu untuk author biaar lebih semangat. yang baca 1000an yang like gak nyampe 10 lho kok bisa. tolong kalau udah baca tinggalin jejak yah.


__ADS_2