Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
Bisnis


__ADS_3

Seperti biasanya, Gaara dengan tampilan elegan, wajah yang rupawan menambah kesan berwibawa nya seorang pimpinan.


Pagi itu berjalan seperti semestinya. Gara siap berangkat, tak lupa sang asisten yang selalu berada di dekatnya.


Berjalan keluar rumah menuju mobil.


"Laporan apa pagi ini." duduk dengan melipat sebelah kakinya di atas kaki lainya.


"Laporan mengenai tambang minyak yang ada di kota Z. Sepertinya mengalami kendala dengan beberapa pihak." menyalakan mesin dan berlalu pergi.


"Dan yang paling mencolok dari pihak perusahaan Xeone." wajah Rama sedikit pucat saat mengucapkan perusahaan dari pamannya itu.


"Perusahaan itu! Bukan kah itu itu adalah perusahaan Paman mu.? Garra menautkan sebelah alis matanya.


"Anda benar Tuan." menjawab dengan tegas.


"Perusahaan Xione secara terang-terangan melakukan pengalihan minyak olah hingga keuntungan nya tak bisa di perkirakan. Akibatnya membuat pasokan minyak untuk pabrik berkurang dan kerugian mencapai triliunan." menjelaskan secara detail.


"Hancurkan perusahaannya." merogoh saku jas nya lalu mengambil handphone miliknya.


Mata Rama terbelalak kaget mendengar ucapan Garra padahal itu adalah hal biasa di lakukan Garra terhadap perusahaan yang merugikan.


"Apa perlu aku selidiki dulu." tawar Rama yang masih fokus pada jalanan.

__ADS_1


"Kau seperti sedang tak tega." sindir halus Garra.


"Maaf bos Garra, aku hanya punya firasat kalau ini ada hubungannya dengan paman Marcel." bicara dengan jelas.


"lanjutkan."


"Paman Marcel ingin mengambil posisi tuan sebagai Presdir perusahaan. Bakal kemungkinan ia akan bersekutu dengan bebet perusahaan kecil untuk mengecoh kan anda. Mengalihkan perhatian anda lalu menciptakan jalan untuk mencuri posisi tuan." menjelaskan lebih dalam dan detail.


"Aku tunggu seminggu kabarnya." memasukan kembali handphone nya ke dalam saku.


Perjalanan pun terasa begitu cepat karena di barengi dengan percakapan. Tak terasa mereka sudah sampai di kantor.


Rama keluar lebih dulu, lalu ia segera membuka pintu untuk Garra.


kedua terlihat seperti pasangan sempurna.


"Kementerian keuangan sudah menunggu tuan di ruang rapat. Sesuai dengan perintah anda tempo hari."


"Pastikan tak ada kerugian sepeserpun." nada ancaman


"Kenapa kita tidak coba dengarkan dari yang bersangkutan. Setelah itu mari buat keputusan." seketika wajah Rama tersenyum seperti seorang shikopat berkelas.


"Buang dia ke pulau komodo sekalian." tawa licik pun keluar dari mulut mereka berdua.

__ADS_1


Ruang rapat yang megah dengan AC yang kualitasnya benar benar bagus. Namun bagi seorang kementrian keuangan yang ingin menyetorkan hasil dari pajak sebuah perusahaan Wiliam membuat ia sedikit gugup.


Kenapa ketua membebankan pekerjaan ini pada seorang karyawan seperti ku.


"Bisa jelaskan masalah anda yang waktu itu mengirimkan surel pada perusahaan ku." tanya Garra santai di atas kursi kebesarannya.


"Maaf tuan Garra, aku begitu lancang. Namun sebagai seorang karyawan aku ingin menjalankan tugas saja. Berhubung pajak anda 14 triliun pertahunnya harus segera di lunasi." wajah mulai memucat.


"Oh ya, begitukah.?


"Jadi orang jangan terlalu serakah. Kalau mau menipu lebih baik jangan dengan saya." Gaara berkata. "Kamu pikir saya bodoh. HM. Saya tahu berapa uang pajak pertahunnya dari semua perusahaan saya." Sorot mata tajam.


Gila ini kementerian cari mati kali.Rama.


"Jadi orang gak baik kalo terlalu tamak. Berbisnis kalo curang hadiahnya neraka." ujar Gaara tajam.


Sayangnya pemerintah dari kementerian keuangan bukanya goyah, malah semakin mempermainkan kesabaran Garra.


"Sebaiknya anda bayar saja dulu. Coba bayangkan jika ini sampai di dengan publik. Perusahaan siapa yang rugi coba." ancam dari kementerian keuangan.


"Anda begitu yakin kalau keluar dari sini kaki anda masih utuh." tersenyum licik.


"Rama tunjukan pada orang ini bagaimana seharusnya berbisnis." menyerahkan sepenuhnya kepada Rama sang asisten.

__ADS_1


Garra meninggalkan ruangan di mana Rama dan kementerian keuangan berada.


__ADS_2