Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
perasaan di balik perdebatan


__ADS_3

“Eeuughh.” Menahan suara yang mendesah ringan


“Kamu sengaja banget buat isu, aku di kira gila.” Sahut


Maira kesal mengingat Garra melakukan tanpa persetujuan nya.


“Eh, kalo mau membuat para netizen bisu, besok publis


hubungan kita.” Tangan Garra semakin lihai di leher Maira yang masih mematung.


“Bahas itu mulu, aku sebenarnya lebih tertarik dengan


tunangan mu yang udah sadar.” Sahut Maira mengesampingkan wajahnya, hingga pipi


Garra melekat di  bibirnya.


“Kalian akan segera bertemu, aku akan menjemputnya besok.”


Ucapan itu membuat Maira seperti di sambar petir, matanya menjadi lebar, sesak


di dada nya semakin terasa menyakitkan.


“Lalu apa yang akan aku lakukan, atau apa yang akan


terjadi.” Sahut Maira menundukkan pandangan nya.


“Enngak tahu, yang jelas aku belom ingin cerain kamu.” Sahut


Garra dengan semakin meraba luas.


“Di sini tuan, gak niat mau punya dua istri kan.” Ucap Maira


was was.


“Enggak.” Sahut Garra yang membuat Maira mengepalkan tangan


nya kuat kuat.


Habis manis sepah di buang kah, itu sepertinya melekat dengan


takdir ku. gumam Maira menahan sekuat mungkin air mata sialan yang akan jatuh.


“Kamu gak lagi cemburu kan.” Tanya Garra yang tak melihat


reaksi dari Maira.


“Ah, kalau itu terjadi aku pasti sudah gila, lagian


cemburuin kamu ada masalah apa sih aku.” Sahut Maira dengan nada tenang.


Gara yang mendengarnya mengeraskan rahangnya dengan kesal,


mengecup kuat di leher Maira, hingga meninggalkan bekas, seperti menyalurkan,


emosi memalui kecupan di leher, yang membuat Maira sedikit meringis. Garra

__ADS_1


terlihat sangat kesal dari sorotan matanya,  hingga setelah melakukan itu ia kembali fokus pada leptopnya.


Maira terpaku membisu dengan ulah Garra yang di luar dugaan.


Kesal sampai rasanya ia lupa kalau dengan rasa sakit di leher dan tubuhnya.


Maira bergegas ke ruangan ganti, dengan rasa bersalah namun


juga kesal, semuanya bercampur hingga Maira sendiri bingung untuk bersikap


seperti apa?


Setelah mengganti pakaian, Maira turun ke dapur untuk


beberapa saat ia memasak menu yang simpel, lalu membaginya dengan Garra.


“Hmpt moga saja tuan itu gak marah, ngambekin aku juga gak


bakal ngubah apapun.” Ucap Maira menaiki tangga menuju kamar.


Saat Maira membuka pintu, tepat dengan Garra yang akan


keluar hingga keduanya saling tabrak.


Auhh, keluh Maira saat kepalanya menabrak dada bidang Garra.


“Heh, punya mata gak sih jalan.” Sahut Garra menatap dengan


tatapan kesal.


karena roti di mulutnya masih menancap.


"Siang gini kamu udah goda aku, tadi pagi belum puas kah.”


Sahut Garra mengambil potongan roti di mulut Maira lalu di masukannya ke mulutnya.


Heh pikiran nya kenapa selalu mesum sih aduh shikopat. Gumam


Maira.


Garra merangkul pinggang Maira, dan mereka turun bersama


sama. Entah bagaimana semua para pelayan yang hampir 100 orang itu tiba tiba


saja menghilang dalam waktu semalam, dan waktu itu juga datang dalam waktu


singkat. Pak Marta juga tak menampakkan diri lagi.


****


Di night sky pertemuan Maira dengan seorang model Jenifer


wig, bersama sang asisten Carson.


Jenifer orang yang cuek dan terkesan arogan,

__ADS_1


duduk menunggu dengan sangat malas.


Maira dan Erian datang bersamaan untuk menyapa keduanya.


Terlihat jelas Jenifer sangat sombong saat berjabat tangan. Dia hanya menatap


sekilas lalu memberikan tangannya dengan lirikan smirk.


Maira kesal melihatnya, dia yang butuh tapi dia terlihat


sangat tidak peduli, sementara Carson sangat berbanding terbalik, di mana


Carson  sangat antusias dengan perjamuaan


itu.


“Hallo.” Sapa Maira sopan


“Hallo nona, seperti dugaan ku anda memang sangat cantik.”


Sahut Carson berjabat tangan.


Berbeda dengan Jenifer tak peduli dan lebih sibuk dengan


ponselnya. Wajah Maira terlihat masam dengan kesal.


“Jadi begini,  untuk


penampilan Jenifer nanti di ingin mode yang berbeda..” ucapan Carson tak


lanjut.


“Maaf, saya belum mengiyakan akan ikut terjun dalam


pembuatan gaun dari miss Jenifer.” Sahut Maira penuh penekanan.


Erian dan Jenifer, apalagi Carson terbelalak mendengar ucapan


Maira yang tanpa pikir panjang itu.


"Maksud anda.” Sahut Carson tak percaya, pasalnya banyak para


desainer yang ingin Jenifer memakai barang mereka, lalu mengapa Maira


menolaknya.


“Saya menolak, aku rasa ini sudah jelas.” Sahut Maira ingin


segera beranjak.


“Heh apa maksud kamu.” Protes Jenifer angkat bicara.


“Saya ini klien, dan kamu harus melayani klien, saya bukan


orang sembarangan kamu tahu gak.” Ucapan yang terdengar seperti bentakan.

__ADS_1


__ADS_2