
Laki laki itu menghirup secangkir kopi. Aroma harum yang menyengat. Dengan gaya sensual dirinya terlihat seperti bintang iklan. Sangat pas. Cocok sekali. Ciptaan tuhan yang indah.
Suaraa music indah itu seketika berhenti tidak sopan. Sebelum Maira sadar dari khayalan ruang imejnasinya. Baru ingat yah kalau kamu itu sudah menikah Maira. Dasar player kamu Maira.
“Iblis jenis apa lagi ini.” Maira berkata dengan pandangan was was. Lirikan mata menatap curi curi pandangn pada sosok laki laki tampan yang berada satu atap dengannya kini.
Maira menyepitkan matanya untuk focus menatap laki laki yang
berada di ujung nakas. Sedang menatapnya sambil menikmati secangkir kopi.
Berjalan ke arah laki laki dengan tatapan menggoda.
Astaga anugrah macam apa ini?
“Aoumm.” Maira bseruara **** seolah dirinya harimau betina
saat menyentuh lekukan perut yang indah milik Omar. Maira berjalan mengintari
tubuh dengan jari jemari yang terus
menyentuh dada kekar milik Omar.
“Astaga, kenapa dia sangat menggoda, gak kalah sama punya
tuan Garra yang gila itu. Nauzubilah.” Gumam Maira memegang jagun Omar dengan
Gerakan ****. Terasa sangat nyata sekali sentuhan ini.
Omar menyunggingkan senyuman miring. Reaksi Maira terlalu
berlebihan. Ada apa dengan gadis ini.
Omar berjalan mendekat kearah Maira. Hingga menghimpitnya
dinding. Maira tersenyum nakal, menyeringai dengan alis terangkat sebelum
dirinya menatap mata Omar.
“Bagaimana bisa seorang Garra wiliam menjadikan ******
sebagai istrinya. Hm.” Omar berkata dengan nada merendahkan. Tangannya melintir
__ADS_1
rambut Maira beberapa helai. Tatapan yang penuh arti.
‘Heh’ Maira mendengarnya dengan wajah yang sangat judes. “Mimpi macam apa ini? Kenapa tuan Garra
masih juga ikut dalam mimpi indahnya.” Maira berkata sambil mendorong tubuh Omar.
Hanya saja kenapa tubuh kekar dan menggoda itu tak mau menghilang, seperti
menyentuh kulit dengan sangat nyata.
“Pangeran iblis dari dunia sialan, menyingkirlah, mimpiku
terlalu indah untuk di datangi iblis sepertimu.” Maira berkata dengan nada kesal. mendorong malas
tubuh Omar. Sebelum dirinya menyadari sesuatu. Menekan nekan kuat dada yang
keras itu. Tak percaya, Maira turun ke perut dengan usaha lebih.
Brengsek ini nyata
“Apakah kau menunggu iblis dari fatamorgana.” Omar berkata
dengan memegang kuat pegelangan Maira.
Maira menarik kuat pergelangan nya dari cengkraman Omar. Terlepas,
berlari menghindari Omar ke balkon kamar yang menjadi tempatnya tadi menghirup
udara segar.
“Apa yang kau lakukan.” Tanya Omar waspada.
“Jangan mendekat atau aku akan lompat.” Nada mengancam.
Maira meniki pagar pembatas.
“Kamu yakin.” Omar berkata dengan terus melangkah mendekati Maira.
“kalo kamu mendekat aku akan lompat.” Maira berkata ragu
ragu, tapi satu kakinya sudah melayang di udara.
__ADS_1
Laki laki itu tersenyum mengejek. Dan Langkah kakinya tetap
berjalan mendekat ke arah Maira yang sudah terlihat pucat dan ….
Maira melepaskan tangan nya.
Huakkk …
Maira menggantung di udara dengan satu tangan yang tertarik ke atas.
“Apa aku sudah mati” Maira membatin dengan mata tertutup.
“Kau benar benar ingin mati yah.” Omar berkata dengan
senyuman menyeringai.
Wajahnya menatap ke atas, tanganOomar menarik tangan Maira
dengan entengnya.
“Baiklah kalau kau ingin mati. Good byee.” Omar berkata dengan melepaskan
gengaman tanganya di pergelangan Maira.
“Ahhh hey jangan di lepas.” Pekik Maira hingga diirnya jatuh
diantara jaring jaring yang otomatis terlentang beberapa meter dari balkon
kamar.
“Ah apa ini.” Gumam Maira saat dirinya tak merasakan sakit
sama sekali.
Suara dentingan elevator terdengar menyapa di telinga Maira.
Kepalanya pun berputar mencari asal suara. Laki laki yang bak pengeran iblis
tampan itu keluar dari pintu besi yang terbuka otomatis itu. masih menggunakan
lilitan handuk rendah di pinggang miliknya. Menampilkan lekukan perut yang
__ADS_1
indah.
10 comentar author up lagi ... sampaikan pendapat kalian di kolom comentar yah. yang menarik aku pots di ig.