
Suasana menjadi tegang, ucapan Maira membuat Luis merasa seperti bajingan gila yang meencoba memperkosa gadis tanpa dosa, jika mengingat pesonanya di kalangan wanita dirinya tak terlalu jauh dengan Garra yang di gilai
wanita karena paras yang menawan
Tapi kenapa gadis seperti Maira berbeda. Meleparkan dirinya untuk di nikmati tapi kenapa ia tak mau Bersama. setampan apa sih suaminya, sekaya apa juga sampai menolak pesona nya itu.
Luis melonggarkan rangkulannya dari tubuh Maira, bibirnya cemberut karena baru kali ini dirinya merasa kena mental. “Ah apa suaminya tidak memuaskan di ranjang.” Gumam Luis dengan bibir tersenyum
“Oh, sekarang aku paham.” Bisik Luis di telinga Maira. Suara Luis yang penuh dengan ******* nafas yang berat itu Kembali membuat suasana yang terasa aneh.
“Hmp ‘itu’ suami mu pasti kurang kuat di ranjang kan.” Kembali mengigit ujung terlinga Maira.
Mata Maira terbelalak. Ucapan Luis hampir membuat nya tersenyum merinding.
“Kau salah kalau itu dugaan mu, dia laki laki perkasa. Sangat buas di ranjang. Aku saja hampir tak bisa mengimbanginya Ketika *******.” Sahut Maira menepuk dada Luis lalu menjauhkan diri.
“Kau bicara seperti itu karena belum jajan dengan yang lainkan.” Ucap Luis yakin.
“Itu memang benar.” terlihat saat Maira mengatakan nya wajahnya yang bersemu merah
“Bagaimana kalau aku.” Luis tertahan. “ Kau jadikan gigolo. HM. Setelah itu katakan siapa yang
hebat.” Ucapan Luis dengan tatapan menginginkannya.
__ADS_1
“Aku gak mau, nanti dia bunuh aku kalau sampai ketahuan.” Jelas Maira menghindari tatapan mata Luis yang terlihat mengimintidasi.
Maira mengatakan ucapan ‘ membunuh’ semenatara Luis seorang gangster mafia yang hampIr setiap harinya menghadapi pmbunuhan dan pengambilan organ. Orang seperti apa sih suami Maira hingga membuat wanita itu berkata demikian?
Tatapan mata yang setajam elang itu membuat Luis semakin tergila gila dengan Maira, gadis yang sudah memiliki suami.
“Oh ia, aku pinjam mobilmu yah, aku harus Kembali ke rumah sakit suamiku ada di sana.” jelas Maira mengambil kunci di atas nakas lalu berjalan keluar dari rumah bertingkat mewah itu.
Gila rasanya Luis ternyata ada yang menolak pesonanya, terlebih lagi Maira wanita yag sudah beristri. Luis pria yang di gilai hampir Sebagian wanita di bumi ternyata ada yang dengan lantang tak mau Bersama nya
heran bukan.
Luis mengusap kasar wajahnya karena tak percaya dengan apa yang dia alami. “ Siapa suami Maira.?
Pertanyaan yang berputar putar di kepala Luis sampai saat ini.
berselingkuh dari Garra. “Bisa mati aku jika sampai ketahuan tuan Garra.” Gumam Maira mengemudi dengan lambat menuju rumah sakit
“Pesona laki laki itu seperti tuan Garra, tetapi aku gak mau di keliligi laki laki seperti itu juga.” Gumam Maira kesal mengingat tak ada yang tulus bersamanya.
Bandara sore harinya.
Suara serak dan terdegar berat itu, membuat Maira yakin jika laki laki yang tengah memeluknya itu adalah luis penyelamat kakaknya.
__ADS_1
“kau mengikutiku.” Protes maira masih dalam pelukan Luis.
“Enggak, sepertinya kita berjodoh aja.” Sahut Luis menarik diri.
“Kamu salah minum obat apaan.? Tanya Maira dengan jenuh.
“Obatnya itu kamu.” Luis menggenggam tangan Maira dan menuntunnya menuju parkiran mobil
Mengikuti Langkah luis yang membawanya masuk ke dalam mobil bmw mewah itu. menarik pedal gas dengan perlahan keduanya berlalu.
Selama perjalanan mereka tak banyak ngobrol dan itu sedikit membuat pikiran Maira Kembali terbayang
bayang dengan kejadian tadi saat di bandara.
“Gak lama lagi perceraian aku bakal terjadi, uchh rasanya dadaku semakin sesak saja memikikarkanya.” Gumam Maira meremas dadanya tanpa sadar.
“Anterin aku ke fluffy yah.” Maira berkata malas
Mobil bmw yang mewah itu segera melaju dengan rendah. Hingga mereka sampai di depan fluffy dengan nyaman.
“Aku udah utang satu hal sama kamu, nanti kalau butuh sesuatu jangan sungkan minta bantuan aku.” Ujar Maira sebelum turun dari mobil dengan aura wajah yang di paksakan tersenyum
Maira berkata sambil menutup pintu mobil. Tindakan maira sudah jelas bukan. Tidak mengizinkan luis untuk menimpali ucapannya.
__ADS_1
Heh tak membiarkan luis bicara. Egois sekali kamu Maira
“Ini tuh jalan aku, gak boleh bawa orang lain buat sakit hati juga.” Gumam Maira pada dirinya sendiri.