Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
sudut pandangan


__ADS_3

Maira menatap laki laki gila yang menyuruhnya mencuci baju karena tumpahan minuman. Teramat kesal Maira tapi tetap dilakukanya.


Omar menatap lekukan tubuh Maira, perutnya belum membesar. Hal itu membuat tatapan Omar tak teralihkan dari tubuh gadis itu.


Garis rahang pria yang sedang menatapnya itu sangat  Langkah. Beruntung Maira bisa melihat satu karya tuhan yang paling indah ini.


“Kamu ini orang kaya kan? Tapi kenapa soal baju kena tumpahan kopi kamu permasalahkan.” Maira berkata dengan nada kesal. Tangannya terus mengucek dengan emosi. “Beda sekali dengan tuan Garra. Baju masih bagus malah berakhir di tong sampah. Perbedaan antar kekayaan dibuktikan dari


Tindakan memang.” Maira bergumam. Sial sekali Omar mendengarnya


“Bukan soal bajunya.” Omar bicara.


“Lalu.” Menjawab acuh. Maira tak menyangka telinga Omar setajam jangkrik


“Aku mau memberi pelajaran sama orang yang kehilangan sopan santunnya ini.” Omar menjitak lembut dahi Maira.


Heh bagaimana bisa laki laki yang berparas molek itu sudah


berada di hadapan Maira. Sangat dekat lagi.


Mata Maira membesar. “Bagaimana bisa tanpa sadar dia ada di


hadapan aku.” Batin Maira.


“Sekalian cuciin gelasnya.”Omar bicara dengan meletakkan  gelas di hadapan Maira. Lalu berjalan meninggalkannya


dengan acuh.


Untuk sesaat siapa yang tak akan terpana.  Hanya saja itu tak berlangsung lama.


“Dasar pria sinting.” Oceh Maira.


Rasa kesal Maira semakin menjadi. Namun tetap meneruskan


pekerjaannya, untuk bisa di katakan tanggung jawab.


Tak lama sih, tapi cukup menguras tenaga. Karena villa itu Maira


bersihkan.  Sampai akhirnya dirinya


kelelahan dan berbaring di sofa yang menghadap ke taman.


“Ah Lelah sekali.” Maira meregangkan otot ototnya. “ Dasar


sialan. Awas aja sampai gak dianterin pulang.” Maira bergumam dengan kesal menatap


lantai atas di mana Omar berada.


Maira membaringkan tubuhnya di sofa. Pakaian minimnya yang


dia kenakan agak memperlihatkan paha mulus miliknya. Tapi mau bagaimana lagi.


Kalau dirinya tahu akan di culik gak mungkin dia bakal pakai pakaian dress mini


kan.

__ADS_1


Bruakkk.


Rasanya baru saja Maira tertidur, tapi suara gubrakan


membuat dirinya kaget dengan kesadaran minim dirinya mencoba untuk membuka mata


yang masih sayup sayup itu.


Wow ……………….


Seorang  laki laki


dengan tubuh tegap, dada bidang dan paras yang rupawan hadir dari balik pintu.


Garra menatap dengan tajam pada sosok laki laki yang tengah merokok santai di


sofa.


“Hanya ada dua pilihan. Serahkan atau aku bakar villa ini.”


Gara bicara dengan angkuh. Sorot matanya memberitahukan kalau dirinya sedang


dirasuki setan. Pria yang di ajak bicara hanya tertawa ringan.


“Aku  dapat undangan


dari Sasha.” Omar melemparkan secarik undangan pesta ulang tahun. Garra


menangkap gulungan itu dengan tepat. Membuka dan membacanya. Sorot matanya


“Kamu adain acara itu buat Sasha. Yakin.” Kali ini Omar


bertanya. Kakinya di angkat lalu di tumpukan di atas kaki lainya.


“Kalo kamu emang niat menikah dengan Sasha, seenggaknya


gadis polos itu gak pergi dengan rasa sakit hati.” Omar memberi petuah. Asap


rokok itu keluar dari  hidung dan


mulutnya dengan sensual.


“Sepertinya kau memang butuh villa baru.”  Garra bicara dengan nada dingin. Sorot


matanya lagi lagi memperlihatkan tatapan kosong. Dirinya hanya mau melihat Maira.


Gak heran jika Garra sampai tahu Maira bersamanya. Toh itu memang rencana Omar.


Nevan sudah jelas ada di pihak siapa.


“Sayangnya yang kamu cari baru aja pergi.” Omar memandang


keluar jendela. Di sana terlihat hellykopter sedang mengudara pergi. Garra mengepalkan


tangannya kuat. Rahangya tegasnya mengeras sempurna.

__ADS_1


“Apa hak mu memisahkan aku dengan istriku.” Garra mengatakan


dengan aura gelap. Dirinya kesetanan.


“Kau menyiksa seorang gadis hanya karena Sasha. Ingat apa


yang kau lakukan dengan Sena.” Omar memandang tajam. “ Gadis yang menggilaimu.


Dia adikku satu satunya. Kau ingin itu semua terulang.” Kali ini Omar yang


menyudutkan Garra dengan ucapan monohok.


“Kenapa kau masih menjadi orang bodoh. Hah.” cibir Omar


mengeras.


“Aku tidak melakukan apapun pada Sena. Dirinya terkapar di


kamar hotel disaat aku berada di jerman.” Jelas Garra mengingat hal itu.


dirinya di kabari oleh Ali. Tentang kematian Sena yang tragis. Tepat setelah


menyatakan rasa cintanya pada Garra.


“Tapi semua itu ada hubungannya denganmu.” Omar berdecak


kesal.


Sena seumuran dengan Geisha kaka Garra. Geysha menyetujui


hubungan Sena dan Garra. Sayangnya kedua wanita itu tewas dengan jangka waktu


yang tak terlalu jauh. Sena di temukan gantung diri di hotel. Ditangannya


terdapat beberapa cengkraman tangan seseorang. Dan luka di telapak tangan karena


goresan benda tajam.  Bertepatan dengan


itu Sasha juga mengalami kejadian dimana dirinya mendapatkan luka dengan


goresan yang sama di telapak tangan.


Sena gadis yang bermata sipit dengan lesung pipi yang menambah


nilai plus di wajah gadis itu. tak bosan dipandang. Sayangnya gadis manis itu


pergi untuk selama lamanya. Sena akan menikah dengan Luis. Sena pernah mengakui


rasa cintanya pada Garra tapi setelah itu dirinya menghilang.


Garra menatap semburan emosi di wajah Omar. Dirinya akan


menjadi gila jika mengingat soal Sena.


“Aku tidak menuduhmu. Tapi  aku mencurigai seseorang.” Berkata dengan tangan terkepal.

__ADS_1


20 comentar author up doble hehe


__ADS_2