Dinikahi Bos Posessive

Dinikahi Bos Posessive
kabar burung


__ADS_3

“Jelaskan langsung ke intinya.” Ucap Garra tajam.


“Aku bisa menanggung sampai 10 tahun, semua agar bisa


berpihak padaku, dengan komisi di luar nalar, sebelum aku jatuh miskin, tapi itu


semua ada syaratnya.” Ucap Ellyana dengan maksud di balik tujuan.


“Jelaskan, dan jangan membuang waktuku.” Sahut garra


tersenyum menyeringai.


“Hentikan Erian yang akan membawa istri paman kabur.” Sahut


Ellyana dengan tatapan kesal hampir menangis.


“Setelah bercerai.” Lanjut Ellyana kemudian.


“Heh, kamu pikir ngapain aku publis dia trus kasihin ke


orang sembarangan.” Jelas Garra seketika merasa kesal.


“Jadi paman, gak akan membiarkan mereka bersama kan.” Sahut


Ellyana tersenyum senang.


“Walaupun akan jadi mantan istriku, gak bakal aku kasihin ke


siapa pun.” Jelas Garra menatap kesal ke Ellyana.


“Oke paman, kalo kayak gitu gak ada drama lagi donk, untuk


akusisi media ems di bahwa naungan  William grup.” Jelas Ellyana tersenyum senang.


“Lagiana hal kayak gini, kenapa paman bisa kasih ke kamu


yang bucinya minta ampun, sama laki laki bego kayak Bian.” Sindir Garra  tepat di jantung Ellyana.


“Aku mintah sama papah, dan akhirnya dia setuju setelah aku


ancam mau bunuh diri. Tapi abis ini aku bakal di marahin abis abissan.” Ucap Ellyana


tertawa tak peduli.


“Lagian paman kenapa mau akusisi media ems dari sekian


banyak peusahaan besar, media ems kan gak seberapa juga.” Tanya Ellyana mulai


curiga.


“Karena bosan, dan aku emang pengen aja.” Sahut Garra mengambil


dokumen penting dari Ellyana

__ADS_1


Proses tanda tangan pun terjadi, mengingat perusahaan yamor


berada di bawah naungan media ems, karena tak mau menyuruh Maira pindah, dan


pasti menolaknya juga, maka dengan terpaksa Garra mengakusisi media ems agar


maira tetap tak bisa jauh darinya.


Pembicaraan keduanya membuat para keloga geleng kepala, karena


tak habis pikir dengan bos Garra yang terkenal kejam namun bucin pada istri


rahasianya itu.


Garra, dan Nadia terlihat sudah tak tahan dengan drama


percitaan antara paman dan ponakan itu yang bucinya parah.


Mempersiapkan sedatail mungkin untuk hak angket akusisi,


membayangkan perdebatan yang akan terjadi di luar naral, tapi apa yang di


bayangan mereka sangat sangat jauh dari bayangan.


Rama sendiri setelah tahu, dan menyelidiki  semalaman tentang proses akusisi media ems,


sudah menduga setengah kejadian ini, jadi dirinya tak telalu kaget walalupun


ini sangat keterlaluan.


rama sampaikan pada Garra, tentang direktur yang akan hadir dan di gantikan


media ems, namun agar tak terlalu mencolok kalau mereka sudah tau, maka drama


pun di jalankan, dan benar saja kalau yang akan Ellyana pertahun, semua ada


sangkut pautnya dengan Bian yang tak lepas dar Maira juga. Wah dua orang miskin


yang memperngaruhi orang kaya bukan.


Setalah resmi  menjadi


pemilik media ems, sekarang garra tinggal menunggu kedatangan maira. Semua


sduah di siapakn oleh rama atas perintah garra. Tak sabar dengan ststus baru


mereka yang akan di ketahui semua orang membuat garra merasa bahagia di tingkat


atas.


Perjalanan Garra menuju fluffy membuat dirinya tersenyum


sepanjang jalan.

__ADS_1


“Rama, sebentar lagi status Maira akan ramai orang tahu,


menjadi istri ku.” Ucap Garra terus menerus menampilkan deretan giginya yang


rapi.


“Aku juga teramat senang bos.” Sahut Rama menimpli dengan


senyuman.


Ya ampun kapan terakhir kalinya aku melihat senyuman mu bos.


Yang tulus seperti ini.


Saat perjalan semakin dekat, Garra mendapatkan pesan dari Maira.


“Aku sudah di bandara, kamu dimana.” Pesan singkat itu


membuat Garra menuatkan alisnya.


Garra langsung menekan tobol panggilan, namun tak bisa terhubung,


dengan cemas menyuruh Rama menuju bendara secepatnya.


Di samping itu Maira juga mendapatkan sms, yang sama dan itu


dari tuan Garra.


“Segera ke bandara, aku menunggumu di sana.” Isi pesan


singkar dari nomor Garra.


Dengan malas, Maira menyampaikan pada Nadia yang terlihat


sedikit kebingungan.


Eh, bukanya pertemuanya di fluffy yah. Gumam nadia heran


namun mengikuti ucapan maira


Keduanya menuju bandara untuk bertemu.


Maira yang tak tahu menahu tanpa banyak tanya hanya


mengikuti isi pesan singkat itu, sementara Nadia kebingungan, tapi jika


mengelak juga tak mungkin karena bunyi suara ponsel Maira tadi membuat ia paham


jika Maira menenrima pesan.


“Maaf nona, apakah itu perintah tuan Garra.” Tanya Nadia


segan.

__ADS_1


“Yeah, siapa lagi. Bos kalian mengirimkan pesan singkat, menyuruhku


menuju bandara.” Sahut Maira dengan malam.


__ADS_2